Rusia Sebut Ada 10 Tentara Bayaran Asal Indonesia Terlibat Perang di Ukraina, TNI Tegaskan Hal Ini

Galih Priatmojo

Sabtu, 16 Maret 2024 | 20:47 WIB
Rusia Sebut Ada 10 Tentara Bayaran Asal Indonesia Terlibat Perang di Ukraina, TNI Tegaskan Hal Ini
Ilustrasi perang (Freepik)

Suara.com - Perang Ukraina kontra Rusia ternyata tak hanya melibatkan dua negara tersebut tetapi juga negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Belum lama ini dalam rilisnya, Kedutaan Besar Rusia memberikan daftar tentara bayaran dari negara asing yang terlibat dalam perang tersebut, dimana diantaranya ada tentara bayaran dari Indonesia.

Rusia menyebutkan sejak 24 Februari 2022 tercatat ada sebanyak 13.387 tentara bayaran asing yang telah memasuki Ukraina.

Dikutip dari unggahan akun Infokomando.official disebutkan pihak kedutaan besar Rusia, tentara bayaran dari Indonesia jumlahnya 10 orang.

"empat diantaranya telah gugur," terangnya.

Menanggapi kabar tersebut, Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar menyebutkan bahwa TNI tidak mengenal adanya tentara bayaran.

Mereka pun memastikan 10 orang yang disebut sebagai tentara bayaran asal Indonesia itu bukan berasal dari prajurit TNI.

"Di organisasi TNI tidak mengenal adanya tentara bayaran, dan kami pastikan sejumlah orang yang disebutkan itu bukan dari instansi TNI," tegasnya.

Sementara itu Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyebut bahwa informasi yang dirilis kedutaan besar Rusia adalah kabar bohong.

baca juga

"data yang dirilis pada Jumat (15/3/2024) itu adalah kabar bohong," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Bikin Zelenskyy Menderita, Trump Disebut Bakal Setop Danai Perang Ukraina Jika Menang Pilpres AS

Bisa Bikin Zelenskyy Menderita, Trump Disebut Bakal Setop Danai Perang Ukraina Jika Menang Pilpres AS

News | Senin, 11 Maret 2024 | 13:07 WIB

Sukses Digunakan di Perang Ukraina, Ini Spesifikasi Rudal Balistik Iskander

Sukses Digunakan di Perang Ukraina, Ini Spesifikasi Rudal Balistik Iskander

Your Say | Senin, 11 Maret 2024 | 08:58 WIB

Perang Dunia Semakin Dekat Jika Uni Eropa Kirim Tentara ke Ukraina

Perang Dunia Semakin Dekat Jika Uni Eropa Kirim Tentara ke Ukraina

Bisnis | Minggu, 03 Maret 2024 | 16:56 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×