Kronologi Penganiayaan OPM oleh TNI di Papua: Berawal Puskesmas Omukia Mau Dibakar hingga Tewasnya Warinus Kogoya

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Senin, 25 Maret 2024 | 21:49 WIB
Kronologi Penganiayaan OPM oleh TNI di Papua: Berawal Puskesmas Omukia Mau Dibakar hingga Tewasnya Warinus Kogoya
Konferensi pers Mabes TNI terkait video prajurit siksa anggota OPM di Kabupaten Puncak, Papua. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Belasan personel anggota TNI dari satuan Yonif Rider 300/ Brawijaya diduga melakukan penganiayaan terhadap dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Hal ini terjadi saat 13 prajurit TNI menjalankan tugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgasus Pamtas) di Papua.

Pangdam XVII/ Cendrawasih, Mayjen Izak Pangemanan, menyebut anggota OPM itu tertangkap saat hendak membakar Puskesmas yang berada di sekitar lokasi.

“Mereka akan membakar Puskemas. Jadi, anggota kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kelompok KKB yang akan membakar Puskesmas Omukia. Itu didaerah Gome, tidak jauh dari pos kami. Hanya kurang lebih 300 meter dari Pos Gome,” kata Izak, di Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

Izak mengungkapkan, saat itu pihaknya langsung menuju lokasi bersama dengan pihak kepolisian. Dalam penangkapan tersebut juga sempat diwarnai baku tembak.

“Dari kontak tembak ini pasukan kami melakukan pengejaran dan tertangkap 3 orang,” ucap Izak.

Adapun ketiga OPM yang diringkus saat itu yakni Warinus Kogoya, Alianus Murip, dan Devius Kogoya. Saat ditangkap, petugas mendapati sepucuk senjata jenis mauser dengan beberapa butir amunisi, senapan angin dan bebeapa senjata tajam.

“Mereka membawa satu pucuk senjata mauser dan beberapa butir munisi, juga ada alat-alat lain, ada senapan angin, ada senjata tajam,” ucapnya.

Saat itu, ada satu dari ketiga anggota OPM yang melompat keluar mobil untuk melarikan diri.

“Satu orang loncat dari mobil yaitu Warinus Kogoya, karena Warinus ini ada DPO Polres Puncak,” katanya.

baca juga

“Dia berusaha melarikan diri loncat dari mobil dengan tangan terikat di belakang, karena mungkin tidak ada keseimbangan tangan diikat, sehingga jatuh dan terbentur kepalanya di batu,” tambahnya.

Warinus sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun nahas nyawanya tidak tertolong.

“Dibawa ke puskesmas tetapi meninggal,” ucapnya.

Sementara kedua orang yang ditangkap sempat melarikan diri, namun dapat kembali ditangkap petugas.

“Ada pasukan yang menutup di Gome yang menangkap dia, dia ini juga satu kelompok dengan mereka, di sinilah mereka melakukan penganiayaan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Oknum Aniaya KKB Papua TNI AD Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Soal Oknum Aniaya KKB Papua TNI AD Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Video | Senin, 25 Maret 2024 | 19:30 WIB

Dengar Kabar Anggota TNI Aniaya Anggota OPM di Papua, Menko Polhukam Langsung Panggil Jenderal Agus Subiyanto

Dengar Kabar Anggota TNI Aniaya Anggota OPM di Papua, Menko Polhukam Langsung Panggil Jenderal Agus Subiyanto

News | Senin, 25 Maret 2024 | 19:21 WIB

Bentuk Tim Investigasi Kasus Prajurit TNI Siksa Anggota OPM, Pangdam Cendrawasih: Kami Akan Usut Tuntas

Bentuk Tim Investigasi Kasus Prajurit TNI Siksa Anggota OPM, Pangdam Cendrawasih: Kami Akan Usut Tuntas

News | Senin, 25 Maret 2024 | 18:03 WIB

Akui Keaslian Video, Delapan Prajurit TNI Ditahan Terkait Kasus Penyiksaan Anggota OPM di Papua

Akui Keaslian Video, Delapan Prajurit TNI Ditahan Terkait Kasus Penyiksaan Anggota OPM di Papua

News | Senin, 25 Maret 2024 | 11:58 WIB

Terkini

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:33 WIB

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:31 WIB

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

×