KSAD Beberkan Penyebab Amunisi Kedaluwarsa Tak Bisa Langsung Dibuang

Ria Rizki Nirmala Sari

Minggu, 31 Maret 2024 | 21:24 WIB
KSAD Beberkan Penyebab Amunisi Kedaluwarsa Tak Bisa Langsung Dibuang
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat memberikan keterangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024). (ANTARA/Rio Feisal)

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkap penyebab amunisi kedaluwarsa tidak dapat langsung dibuang.

Menurutnya, pembuangan atau disposal amunisi kedaluwarsa itu harus melewati proses cukup panjang.

Baca Juga:

Punya Jet Pribadi Rp270 M, Suami Korup Rp271 T, Sandra Dewi Kaget Token Listrik Bisa Bunyi

Harvey Moeis Dibui Gegara Korup Rp270 T, Sandra Dewi Pernah Dapat Pesan Ini dari Ahok

Anak Rugikan Negara Rp271 Triliun, Ibu Harvey Moeis Buru-buru Lakukan Ini di Sosmed

Hal tersebut disampaikan Maruli terkait gudang amunisi Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/3/2024) malam meledak.

Menurut informasi dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohammad Hasan, gudang nomor 6 yang meledak itu berisikan 160 ribu jenis amunisi kedaluwarsa.

"Proses disposal 'kan cukup panjang," kata Maruli di lokasi, Minggu (31/3/2024).

baca juga

Sebelum dibuang, amunisi yang sudah kedaluwarsa itu harus dicek terlebih dahulu menyesuaikan jumlah penerimaan awal di setiap satuan dengan yang dikembalikan.

"Kami cek lagi, benar tidak dikembalikan sebanyak itu (amunisi kedaluwarsanya)? Nanti kami lapor Mabes TNI dan Kemhan (Kementerian Pertahanan). Itu juga mungkin salah satu yang akan kami evaluasi," ungkapnya.

Ledakan dahsyat terjadi di sebuah gudang peluru atau amunisi di Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/3/2024). [tangkapan layar X]
Ledakan dahsyat terjadi di sebuah gudang peluru atau amunisi di Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/3/2024). [tangkapan layar X]

Bukan hanya itu, kata Maruli, sebelum dibuang, ada perlakuan khusus terhadap amunisi kedaluwarsa.

"Amunisi ini 'kan karena kami waktu mau menggunakan sudah disiapkan, dibuka dari pack-nya (kemasannya). Selama perjalanan tidak digunakan. Setelah dicek, tidak laik lagi setelah sekian tahun. Inilah yang akan kami rencana disposal," ungkapnya.

"Prosedurnya tadi yang ditanyakan, kami perlu cek lagi, betul tidak jumlahnya sekian? Betul enggak kondisinya sudah harus didisposal (dibuang)? Kami laporkan. Ada proses," sambung Maruli.

Maruli menyebut, amunisi kedaluwarsa tersebut akan disimpan baik selama sekian tahun.

"Akan tetapi, yang jelas itu dimasukkan ke bungker, diledakkan. Sepertinya standarnya sama (untuk semua amunisi kedaluwarsa)," katanya.

Pengecekan Dipercepat

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) saat memberikan keterangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024). ANTARA/Rio Feisal
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) saat memberikan keterangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024). ANTARA/Rio Feisal

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan pihaknya bakal melakukan evaluasi menyeluruh usai terjadi insiden ledakan gudang amunisi milik Kodam Jaya. Ia menegaskan akan ada perbaikan standar operasional prosedur di gudang-gudang amunisi.

"Tentunya dengan kejadian ini kita akan mengevaluasi, kita akan. Apabila amunisi sudah terkumpul, sistem pemeriksaan akan kita percepat akan segera kita disposal," kata Agus saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (31/3/2024).

Agus mengatakan pihaknya sebelumnya sudah melakukam antisipasi terhadap amnusi kedaluwarsa. Ia berujar di gudang amunisi bahkan tidak ada kelistrikan untuk tetap menjadi area tetap steril.

"Jadi memang sangat tertutup, rapat di bunker. Memang antisipasi meledak itu sudah kita antisipasi mankanya kita buatnya di bunker bawa tanah dan dipake tanggul sehingga aman kalau meledak," kata Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gudang Amunisi Meledak Bukan Kali Pertama Terjadi, Pengamat Militer: Penting Adanya Evaluasi Standar Keamanan

Gudang Amunisi Meledak Bukan Kali Pertama Terjadi, Pengamat Militer: Penting Adanya Evaluasi Standar Keamanan

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 18:37 WIB

Total Ada 65 Ton Amunisi Terdampak Kebakaran Gudmurah Bogor

Total Ada 65 Ton Amunisi Terdampak Kebakaran Gudmurah Bogor

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 17:49 WIB

Permintaan Maaf KSAD Soal Insiden Ledakan Gudang Amunisi Gunung Putri

Permintaan Maaf KSAD Soal Insiden Ledakan Gudang Amunisi Gunung Putri

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 17:00 WIB

Gudang Amunisi TNI Meledak, Ganjar Pranowo Harap Segera Investigasi Menyeluruh

Gudang Amunisi TNI Meledak, Ganjar Pranowo Harap Segera Investigasi Menyeluruh

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 16:08 WIB

Jokowi Beri Instruksi ke Panglima TNI Pasca Peristiwa Gudang Amunisi Kodam Jaya Meledak

Jokowi Beri Instruksi ke Panglima TNI Pasca Peristiwa Gudang Amunisi Kodam Jaya Meledak

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 15:25 WIB

Gudang yang Meledak Bukan Milik Yon Armed, Begini Klarifikasi Pangdam Jaya

Gudang yang Meledak Bukan Milik Yon Armed, Begini Klarifikasi Pangdam Jaya

News | Minggu, 31 Maret 2024 | 15:09 WIB

Terkini

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:17 WIB

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:16 WIB

Pasar Kripto Indonesia Menguat, Bursa CFX Catat Kinerja Positif Agustus 2026

Pasar Kripto Indonesia Menguat, Bursa CFX Catat Kinerja Positif Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:15 WIB

Indeks CFX10 Melesat 0,64%, Bitcoin Lagi Terbang

Indeks CFX10 Melesat 0,64%, Bitcoin Lagi Terbang

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:14 WIB

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Pengen Potongan Belanja Rp50 Ribu Tanpa Ribet? Pakai Kartu BRI Aja

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Sinergi Industri dan Regulator Makin Kuat Bersama Bursa Kripto CFX

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:04 WIB

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

×