Pendeta Gilbert Minta Maaf, Jusuf Kalla: Tidak Ada Maksud Menista

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 15 April 2024 | 22:29 WIB
Pendeta Gilbert Minta Maaf, Jusuf Kalla: Tidak Ada Maksud Menista
Pendeta Gilbert Lumoindong (Youtube pribadi)

Suara.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Pendeta Gilbert Lumoindong dalam rangka meminta maaf.

Dalam kesempatana itu, JK ikut mengklarifikasi bahwa tidak ada maksud Gilbert menistakan agama.

"Ya itu tadi disampaikan bahwa tidak ada maksud untuk menista, hanya latar belakangnya banyak diedit hal-hal yang mendahului hal itu," kata JK di keriamanya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2024).

Dalam kunjungan Gilbert ke kediaman JK untuk meminta maaf kepada umat muslim atas video kontroversial terkait dirinya dilakukan secara tertutup sekitar satu jam.

Usai pertemuan, Gilbert menyampaikan permohonan maaf. JK lantas menegaskan Islam merupakan agama pemaaf. Menurutnya persoalan menyangkut Giljert memang harus segera diselesaikam agar tidak meluas.

"Kita Islam itu ya dengan permintaan maaf yang tulus ya secepatnya, bukan dipaksa. Ada orang minta maaf setelah dipaksa, ini tidak. Ada orang setelah ditangkap baru minta maaf, beliau itu belum apa-apa sudah minta maaf. Jadi saya hargai, cukup baik," tutur JK.

Sebelumnya, Gilbert menyatakan permintaan maafnya terkait khotbah kontroversialnya yang viral di media sosial. Permintaan maaf Pendeta Gilbert disampaikan di hadapan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, pada Senin (15/4/24).

Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Gilbert menyampaikan penyesalannya atas kegaduhan yang terjadi.

"Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada," ungkap Pendeta Gilbert di kediaman Jusuf Kalla.

baca juga

Pendeta Gilbert juga memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak berniat menghina umat Islam. Menurutnya, video ceramahya telah dipotong dan diedit sedemikian rupa oleh orang yang tidak bertanggung jawab hingga viral di media sosial.

Menurut Gilbert, khotbah yang disampaikan sebenarnya otokritik untuk umat Kristiani yang diberikan kemudahan dalam beribadah. Dirinya juga menegaskan bahwa ceramah tersebut hanya untuk kalangan internal jemaahnya saja.

Namun begitu, dirinya tetap meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi. Gilbert juga mengatakan bahwa dirinya menjunjung persatuan yang ada di Indonesia.

"Sekali lagi saya minta maaf atas kegaduhan ini, tapi percayalah kebersamaan Indonesia selalu ada di hati saya dan di hati saya selalu ada persatuan karena dasar khotbahnya kalau didengar hari itu, itu justru tentang kasih, kasihlah sesamamu," tambahnya.

Perbincangan di Medsos

Sebelumnya diberitakan, Pendeta Gilbert Lumoindong menjadi perbincangan di media sosial (medsos) setelah rekaman ceramahnya beredar luas. Dalam ceramah tersebut, ia membandingkan praktik zakat dalam agama Islam dengan ajaran Kristen.

Ia menyatakan bahwa umat Islam hanya diwajibkan membayar zakat sebesar 2,5 persen, sementara umat Kristen diminta memberikan sumbangan sebesar 10 persen dari pendapatannya.

Pendeta Gilbert kemudian menghubungkan praktik zakat yang berbeda tersebut dengan kewajiban ibadah umatnya.

Menurutnya, zakat yang lebih besar dalam agama Kristen membuat umatnya tidak perlu repot bergerak dalam ibadah, sementara umat Islam harus rajin melakukan shalat karena hanya diwajibkan membayar zakat sebesar 2,5 persen.

Dalam video yang beredar, Pendeta Gilbert bahkan menirukan gerakan mirip shalat sambil bercanda.

"Kita kan bayar 10 persen, makanya kita kebaktian tenang aja, paling berdiri, tepuk (tangan), ya santai. Tapi kalau 2,5 setengah mati," ujarnya sembari mempraktikkan gerakan salat.

"Yang paling berat terakhirnya mesti lipat kaki, nggak semua orang bisa. Tapi ya udahlah, 2,5 (persen zakatnya)," katanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendeta Gilbert Minta Maaf kepada Umat Islam Usai Singgung Zakat dan Solat saat Ceramah di Gereja

Pendeta Gilbert Minta Maaf kepada Umat Islam Usai Singgung Zakat dan Solat saat Ceramah di Gereja

News | Senin, 15 April 2024 | 19:04 WIB

Pendeta Gilbert Lumoindong Sindir Zakat hingga Gerakan Solat saat Ceramah, Publik: Jangan Dibawa Emosi

Pendeta Gilbert Lumoindong Sindir Zakat hingga Gerakan Solat saat Ceramah, Publik: Jangan Dibawa Emosi

News | Senin, 15 April 2024 | 17:57 WIB

MUI Sayangkan Pidato Membandingkan Agama: Tak Layak Diucapkan

MUI Sayangkan Pidato Membandingkan Agama: Tak Layak Diucapkan

News | Senin, 15 April 2024 | 16:58 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×