Anggap Kecurangan Pemilu 2024 Lebih Parah dari Era Orba, Masinton PDIP Minta Mahasiswa Bergerak

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 20 April 2024 | 10:04 WIB
Anggap Kecurangan Pemilu 2024 Lebih Parah dari Era Orba, Masinton PDIP Minta Mahasiswa Bergerak
Politisi PDIP sekaligus Anggota DPR, Masinton (tengah) menemui pengunjuk rasa saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menganggap Pemilu 2024 ini lebih parah dari pada Pemilu di era orde baru. Hal itu, kata dia, bisa dilihat dari level kecurangannya.

Hal itu disampaikan Masinton dalam acara diskusi publik bertajuk 'Akankah Putusan MK Penuhi Rasa Keadilan?' yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2024) malam.

"Situasi hari ini lebih parah dibanding kondisi orde baru dulu yang kita sudah menuntut pengadilan rakyat pada saat itu. Dulu kita dianggap 'wah bahasa pengadilan rakyat ini terminologi kiri, ini gerakan radikal, disusupi komunis', kira-kira gitu pada saat itu," kata Masinton.

Ia mengatakan kekinian para akademisi, guru besar hingga budayawan telah bersuara dengan kekuatan moralnya. Menurutnya, dengan adanya hal itu para mahasiswa juga diminta bersuara menuntut keadilan kembali.

"Artinya apa? Teman-teman mahasiswa bergerak lah untuk bangsa ini menemukan keadilannya kembali, menemukan demokrasinya kembali," tuturnya.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP ini kemudian menganggap tingkat kecurangan di Pemilu 2024 lebih parah dari era orde baru. Pada Pemilu kali ini, kata dia, semua instrumen negara dipakai.

"Tingkat kecurangannya, level kecurangannya ini (orde Baru) sama pemiu 2024 ini lebih parah 2024. Kalau dulu terang-terangan, karena rezim itu menggunakan ya kamu berbeda ya saya langsung disikat. Kalau ini tidak, ini semua instrumen digunakan," ujarnya

"Instrumen APBN digunakan seakan-akan sinterklas orang baik, padahal jahat nih. Ya jahat lah, MK itu produk jahat itu, MK 90 itu. Nah yang menskenariokan ini siapa? Udah lah itu mau dibulak-balik retorikanya apa, 'itu putusan MK ini itu nanti pilihan rakyat', ah tipu. Bahasa bohong itu. Intinya dia sedang menipu," sambungnya.

Untuk itu, dirinya tak ragu menyebut Pemilu 2024 lebih parah dari orde baru. Ia pun menyampaikan semua bisa mendiskusikan hal tersebut.

baca juga

"Kalau zaman orde Baru elemen kekerasannya dalam bentuk intimidasi dan lain-lain itu jelas, kelihatan. Kalau sekarang itu dengan berbagai cara digunakan. Contoh instrumen penegak hukum, kalau dulu gak pakai penegak hukum. Dulu itu cukup pakai ABRI," katanya.

"Jadi ini lebih parah, kalau dulu tidak menggunakan instrumen nakut-nakutin lewat Instrumen hukum, kekuasaan pada saat itu kan mengunakan ABG disebut dulu. Tiga jalur itu, ABRI, birokrat, Golkar. Gak pakai penegak hukum. Sekarang pakai," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sama-sama dari PDIP, Masinton Tak Percaya Jokowi: karena Mereproduksi Kepalsuan dan Kebohongan

Sama-sama dari PDIP, Masinton Tak Percaya Jokowi: karena Mereproduksi Kepalsuan dan Kebohongan

News | Sabtu, 20 April 2024 | 09:56 WIB

Gibran Mendadak Sebut Hasto Kristiyanto Meresahkan, Ini Penyebabnya

Gibran Mendadak Sebut Hasto Kristiyanto Meresahkan, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 19 April 2024 | 12:59 WIB

PDIP Tambah Syarat ke Calon yang Diusung di Pilkada 2024: Harus Taat Konstitusi dan Tak Boleh Bohong!

PDIP Tambah Syarat ke Calon yang Diusung di Pilkada 2024: Harus Taat Konstitusi dan Tak Boleh Bohong!

News | Jum'at, 19 April 2024 | 11:19 WIB

Pengamat Politik UNS: Amicus Curiae Bentuk Keseriusan Megawati Hadapi Sengketa Pilpres

Pengamat Politik UNS: Amicus Curiae Bentuk Keseriusan Megawati Hadapi Sengketa Pilpres

News | Kamis, 18 April 2024 | 19:08 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×