Bak Punya Nyawa 100 Lawan Polisi Pakai Samurai, Maling Motor di Tambora Berakhir Meringis Betisnya Bolong

Agung Sandy Lesmana | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 25 April 2024 | 16:14 WIB
Bak Punya Nyawa 100 Lawan Polisi Pakai Samurai, Maling Motor di Tambora Berakhir Meringis Betisnya Bolong
Bak Punya Nyawa 100 Lawan Polisi Pakai Samurai, Maling Motor di Tambora Berakhir Meringis Betisnya Bolong. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - RKS, pemuda berusia 21 tahun nasibnya berakhir didor polisi karena nekat melawan saat hendak ditangkap. Buntut dari aksinya itu, RKS yang terlibat dalam komplotan pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Jakarta Barat itu tak bisa berjalan normal.

Ketika dihadirkan di depan awak media, RKS cuma bisa meringis kesakitan akibat timah panah yang menembus betis di bagian kaki kirinya.

Saking tidak mampu berjalan sendiri, RKS yang kaki terbalut perban itu terpaksa harus dibantu petugas dari Polsek Tambora dengan menggunakan kursi roda.

Kapolsek Tambora, Kompol Donny Agung Harvida mengataku tersangka RKS terpaksa dilumpuhkan dengan peluru karena sempat melawan saat ditangkap. 

“Yang bersangkutan mengeluarkan samurai saat hendak diringkus petugas,” kata Donny saat di kantornya, Kamis (25/4/2024).

Donny mengatakan, dalam aksinya, RKS dibantu demgan dua rekannya yakni RS (28), dan BS (25).

Selama beraksi, RKS berperan sebagai eksekutor, RS berperan sebagai eksekutor.

Sementara BS tersangka lain berperan sebagai joki dalam menjalankan tugasnya.

Total, ada 37 motor curian yang disita oleh petugas, dengan jenis dan merek berbeda.

Donny mengatakan, puluhan motor tersebut disembunyikan dalam sebuah rumah kontrakan di Jalan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat.

Dari puluhan motor tersebut, ada sebagian motor tersebut yang sudah diperjual-belikan, rata-rata mereka memperjual-belikan motor curian tersebut lewat online senilai Rp2 juta.

Sembari menunggu motor tersebut laku terjual, pelaku menyewakan motor-motor tersebut dengan nominal Rp30 ribu per hari.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 363 tentang Pencurian, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilang saat Berteduh jelang Subuh, Kini Wajah Saeful Kegirangan Lihat Motor Honda Beatnya Ditemukan Polisi

Hilang saat Berteduh jelang Subuh, Kini Wajah Saeful Kegirangan Lihat Motor Honda Beatnya Ditemukan Polisi

News | Rabu, 24 April 2024 | 04:25 WIB

Berkeliaran di Jakarta Barat, Trio Maling Ini Sudah Gasak 37 Sepeda Motor

Berkeliaran di Jakarta Barat, Trio Maling Ini Sudah Gasak 37 Sepeda Motor

News | Selasa, 23 April 2024 | 18:31 WIB

Viral Karyawan Swalayan di Medan Gagalkan Pencurian Kereta

Viral Karyawan Swalayan di Medan Gagalkan Pencurian Kereta

News | Senin, 22 April 2024 | 16:02 WIB

Pencuri Rokok Viral, Nekat Bobol Plafon Minimarket dan Kabur Lewat Atap Rumah Warga

Pencuri Rokok Viral, Nekat Bobol Plafon Minimarket dan Kabur Lewat Atap Rumah Warga

News | Selasa, 16 April 2024 | 12:03 WIB

Terkini

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB