Ditelepon Luhut, Mahfud MD Tolak Jabatan Menteri karena Beda Kubu dengan Jokowi

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Jum'at, 26 April 2024 | 15:40 WIB
Ditelepon Luhut, Mahfud MD Tolak Jabatan Menteri karena Beda Kubu dengan Jokowi
Ilustrasi Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD. Mahfud MD pernah menolak jabatan menteri di era periode pertama Presiden Jokowi. [Hiskia Andika Weadcaksana/Suarajogja.id]

Suara.com - Calon Wakil Presiden (cawapres) 03 Mahfud MD tidak mau menjawab mengenai kemungkinan bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang. 

Awalnya saat tampil di podcast Close The Door, Deddy Corbuzier menanyakan apakah Mahfud MD berkeinginan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran jika ditawari menjadi menteri.

Baca Juga:

Jawaban Berkelas Mahfud MD Soal Tawaran Gabung ke Pemerintahan Prabowo

"Ini pertanyaan yang dijawab apapun menjadi kontroversial kan. Ketika orang mengatakan oke nanti jadi masalah, di mana letak standar etiknya. Oleh karena itu saya tidak akan menjawab itu kecuali ke pihak berwenang atau yang punya hak untuk menanyakan itu atau mendapat jawaban itu," kata Mahfud MD di Youtube Deddy Corbuzier.

Sebab Mahfud mengaku punya standar etik sendiri dalam menentukan sikap ketika ditawari jabatan oleh pemerintah. Yang ada di pikiran Mahfud, orang yang mendapat jabatan semestinya adalah orang yang mendukung paslon tersebut bukan lawannya.

"Saya punya standar etik saya begini, jabatan-jabatan itu harus diberikan kepada teman-teman yang ikut kalau diberikan kepada lawannya untuk apa juga orang mendukung dukung. Itu pikiran saya," kata Mahfud.

Atas dasar prinsip itu, Mahfud mengaku pernah menolak jabatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di periode pertama Presiden Jokowi.

Mantan Ketua MK ini bercerita pernah dihubungi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa  bulan setelah kabinet kerja Jokowi-JK terbentuk.

Baca Juga: Menteri Keuangan RI: Tensi Geopolitik Berpotensi Timbulkan Disrupsi Perekonomian Indonesia

Saat itu Luhut menawari Mahfud MD menjadi Menko Polhukam tapi ditolak mentah-mentah oleh Mahfud dengan alasan berbeda kubu ketika Pilpres 2014.

Seperti diketahui pada Pilpres 2014, Mahfud MD adalah Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Beberapa bulan kabinet terbentuk, saya dihubungi Pak Luhut untuk menjadi Menko Polhukam saat itu. Saya bilang, Pak Luhut saya nggak bisa, secara etis tidak bisa. Saya harus menunjukkan dahulu bahwa saya harus berperan," kata Mahfud.

Itulah mengapa kemudian Mahfud MD ditunjuk menjadi Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk mendukung program-program Presiden Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI