Zulhas Bela Prabowo Dituding Menang Pilpres karena Bansos, Politisi PDIP Ungkit Dissenting Opinion Hakim MK

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 10 Mei 2024 | 10:38 WIB
Zulhas Bela Prabowo Dituding Menang Pilpres karena Bansos, Politisi PDIP Ungkit Dissenting Opinion Hakim MK
Zulhas Bela Prabowo Dituding Menang Pilpres karena Bansos, Politisi PDIP Ungkit Dissenting Opinion Hakim MK. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Aryo Seno Bagaskoro menganggap adanya Bantuan Sosial (Bansos) telah memengaruhi jalannya Pemilu 2024 khususnya Pilpres. Menurutnya, hal itu sudah jadi fakta yang terungkap dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Seno menanggapi adanya pernyataan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang menyebut keliru jika Prabowo Subianto menang disebut karena adanya politik bansos.

"Sah-sah saja, tetapi anggapan bahwa bansos memengaruhi pemilu itu bukan kesalahpahaman, tetapi secara mekanisme hukum kan terungkap fakta demikian di persidangan MK dan itu sudah tercatat dengan tinta merah di sejarah Republik," kata Seno kepada wartawan, Jumat (10/5/2024).

Baca Juga: PAN 'Ngarep' Dapat Banyak Kursi di Kabinet Prabowo, Zulhas: Kader Kami Banyak Hebat-hebat

Menurutnya, ucapan Zulhas telah merespons dissenting opinion atau pendapat berbeda hakim MK dalam persidangan sengketa Pilpres.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyerukan kepada semua pihak untuk kembali bersatu. (tangkap layar/dok. Zulhas)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyerukan kepada semua pihak untuk kembali bersatu. (tangkap layar/dok. Zulhas)

"Pendapat Pak Zulhas itu berarti merespons amar putusan MK yang mencantumkan dissenting opinion Hakim MK yang mengatakan bahwa ada efek elektoral bansos dalam Pemilu," ungkapnya.

Baca Juga: Dihadiri Prabowo, 38 DPW Dukung Zulhas Jadi Ketum PAN Lagi Periode Berikutnya

Lebih lanjut, kata dia, dari pada membicarakan soal Pilpres 2024 kemarin yang sudah jelas dirasakan oleh publik situasi dan efeknya terhadap demokrasi, lebih baik Zulhas bicara persoalan pangan.

"Saya kira daripada berapologi soal pilpres yang sudah jelas dirasakan oleh publik situasi dan efeknya terhadap backsliding demokrasi, banyak prioritas lain yang lebih urgen disampaikan secara nyata ke publik, misalnya bagaimana strategi kedaulatan pangan yang bertujuan mengurangi impor beras," pungkasnya.

Zulhas sebelumnya menilai keliru jika ada pihak yang menganggap kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 karena bansos. Menurutnya, Prabowo menang karena dicintai masyarakat.

"Banyak orang yang salah sangka, Pak Prabowo dianggap menang karena bansos," kata Zulhas dalam acara Rakornas PAN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PAN 'Ngarep' Dapat Banyak Kursi di Kabinet Prabowo, Zulhas: Kader Kami Banyak Hebat-hebat

PAN 'Ngarep' Dapat Banyak Kursi di Kabinet Prabowo, Zulhas: Kader Kami Banyak Hebat-hebat

News | Kamis, 09 Mei 2024 | 22:45 WIB

Prabowo Pastikan Penuhi Janji Kampanye Kasih Makan Anak se-Indonesia, Tak Terkecuali Aceh dan Sumbar

Prabowo Pastikan Penuhi Janji Kampanye Kasih Makan Anak se-Indonesia, Tak Terkecuali Aceh dan Sumbar

News | Kamis, 09 Mei 2024 | 22:30 WIB

PAN 'Ngarep' Dapat Jatah Menteri Lebih Direspons Langsung oleh Prabowo

PAN 'Ngarep' Dapat Jatah Menteri Lebih Direspons Langsung oleh Prabowo

News | Kamis, 09 Mei 2024 | 22:13 WIB

Prabowo Subianto: Kalau Tak Mau Kerja Sama, Jangan Ganggu! Kami Mau Kerja

Prabowo Subianto: Kalau Tak Mau Kerja Sama, Jangan Ganggu! Kami Mau Kerja

News | Kamis, 09 Mei 2024 | 21:52 WIB

Terkini

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:39 WIB

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:37 WIB

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB