Membedah Strategi Prabowo-Gibran Memenangkan Pertempuran di TikTok

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Rabu, 22 Mei 2024 | 20:52 WIB
Membedah Strategi Prabowo-Gibran Memenangkan Pertempuran di TikTok
Ilustrasi Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Strategi Prabowo memenangkan pertempuran di TikTok. [tangkap layar/ist]

Suara.com - Tim konsultan komunikasi politik Prabowo-Gibran, Ipang Wahid, membeberkan strategi kemenangan paslon 02 di media sosial TikTok saat Pilpres 2024

Ipang Wahid mengakui Prabowo lebih fokus kampanye di TikTok dibanding media sosial lain. Ini karena berdasarkan data, orang Indonesia paling banyak menghabiskan waktu di TikTok.

"Prabowo lebih banyak fokusnya di TikTok karena datanya orang Indonesia paling banyak spend waktu di TikTok dan TikTok itu jangkauannya paling tinggi," ujar Ipang Wahid di Youtube Kasisolusi.

Ada media sosial lain yaitu Twitter. Menurut Ipang, Anies Baswedan jagonya di Twitter karena memang masyakarat cerdas tapi Twitter itu cuma 14 persen sehingga tidak berpengaruh terhadap pemilih.

"Lu mau jago kaya apapun di Twitter ga ngefek. Yang ngefek facebook dan TikTok. Tapi TikTok dahsyat, datanya itu dalam satu bulan paling tinggi TikTok nomor dua WhatsApp spending time nya," ujar dia.

Selain itu Ipang mengatakan, timnya melihat demografi target voters. Menurut dia, target voters sebesar 54,6 persen adalah milenial dan Gen Z yang lebih suka menggunakan TikTok.

Selama 10 bulan sebelum pencoblosan, Ipang dan tim sudah bekerja untuk mengangkat sosok Prabowo di Tikto.

Saat itu, views Prabowo di TikTok dengan hastag Prabowo cuma 1,6 miliar. Jumlah itu kalah jauh dari Ganjar Pranowo yang viewsnya mencapai 6 miliar.

Besarnya views Ganjar ini kata Ipang karena Ganjar sudah main lebih lama di TikTok. Isi kontennya seperti lari pagi, main sepeda, ketemu anak kecil.

Ipang dan tim lalu mulai menggenjot konten-konten Prabowo di TikTok. Menurut dia, di awal hanya ada dua tim yang bekerja yaitu tim internal Prabowo dan tim komunikasi Ipang.

Kerja Ipang Wahid dkk ini terbukti berhasil. Dari awalnya views Prabowo di TikTok hanya 1,6 miliar naik menjadi 24 miliar pada 13 Februari 2024 satu hari sebelum pencoblosan.  

Angka itu kata Ipang mengalahkan views Ganjar Pranowo hanya hanya 16 atau 18 miliar. Sementara Anies Baswedan lebih rendah lagi. 

Mengenai konten, Ipang mengatakan, pihaknya mengangkat tentang values seorang Prabowo. Menurut Ipang, tiga hal tentang Prabowo dengan tiga hal yang diinginkan masyarakat itu berbeda.

"Pak Prabowo tegas, militer, berwibawa. Yang masyarakat inginkan, merakyat, jujur sama pengalaman track record," tuturnya.

Sebenarnya karakter pemimpin yang diinginkan rakyat itu ada di diri Prabowo hanya saja publik tidak tahu. Untuk itu, Ipang menerangkan, pihaknya menerapkan strategi yang dinamakan to reveal the real Prabowo.

"Kita ga ngangkat reportase, kita angkat values Pak Prabowo. Adab, kedekatan dengan rakyat dengan cara yang aslinya Pak Prabowo memang begitu," ucap dia.

Ipang dan tim lalu mengangkat konten mengenai sosok Prabowo yang humanis, merakyat di TikTok. Dihujani konten-konten seperti itu, netizen mulai tahu hingga akhirnya membuat konten sendiri mengenai Prabowo.

Kenaikan views Prabowo dari 1,6 miliar menjadi 24 miliar di TikTok menurut Ipang Wahid, bukan menggunakan jasa buzzer.  Ia mengatakan, dari posko tim Prabowo cuma 5 sampai 6 miliar views selebihnya netizen.

"Gua ada tim sekitar 60 orang buat TikTok aja. Akunnya ribuan yang dalam satu hari posting bisa 10 20. TikTok berharap FYP. Cobalah kita posting dalam satu hari 10 ribu postingan masa iya 10 persennya ga FYP sih," ucap dia.

Salah satu values lain yang yang diangkat mengenai Prabowo adalah mengenai kedekatan dengan Jokowi. Ini berangkat dari data approval rating Jokowi approval mencapai 75 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Prabowo Menolak Mentah-mentah Konsultan Bongbong Marcos Masuk Tim Pemenangan

Alasan Prabowo Menolak Mentah-mentah Konsultan Bongbong Marcos Masuk Tim Pemenangan

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 20:06 WIB

Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Disebut Bakal Segera Bertemu Prabowo

Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Disebut Bakal Segera Bertemu Prabowo

Kotak Suara | Rabu, 22 Mei 2024 | 19:57 WIB

Jusuf Kalla Wanti-wanti Prabowo Tidak Bikin Proyek Mendadak Seperti IKN

Jusuf Kalla Wanti-wanti Prabowo Tidak Bikin Proyek Mendadak Seperti IKN

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 19:46 WIB

Anies Ungkit Luka Lama Rusuh Hasil Pilpres 2019: Ada yang Menggerakkan, Siapa?

Anies Ungkit Luka Lama Rusuh Hasil Pilpres 2019: Ada yang Menggerakkan, Siapa?

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 18:06 WIB

Bamsoet: JK Minta Prabowo Evaluasi Aturan Presidential dan Parliamentary Threshold

Bamsoet: JK Minta Prabowo Evaluasi Aturan Presidential dan Parliamentary Threshold

Kotak Suara | Rabu, 22 Mei 2024 | 17:10 WIB

Terkini

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:49 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:02 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB