Komnas Perempuan Sesalkan Pernyataan Seksis Menkominfo Budi Arie 'Perempuan Lebih Kejam dari Laki-laki'

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 11 Juni 2024 | 16:50 WIB
Komnas Perempuan Sesalkan Pernyataan Seksis Menkominfo Budi Arie 'Perempuan Lebih Kejam dari Laki-laki'
Polwan FN (Instagram)

Suara.com - Komnas Perempuan menilai pernyataan Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam kasus istri membakar suami karena dipicu judi online, merupakan bentuk stereotipe berbasis gender. Komnas Perempuan menyesalkan pernyataan seksis Budi tersebut.

Hal itu disampaikan komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat menanggapi ramai kritikan terhadap Budi, atas pernyataannya yang bilang perempuan lebih kejam saat bicara mengenai kasus polwan berinisial Briptu FN yang membakar suaminya yang juga berprofesi sebagai polisi, yakni Briptu RDW karena dipicu judi online.

"Komnas Perempuan menyesalkan Menkominfo selaku pejabat publik menyampaikan pernyataan seksis yang dalam masyarakat patriarkis kerap disasarkan kepada perempuan. Perempuan lebih kejam dari laki-laki merupakan bentuk stereotipe berbasis gender," kata Rainy dihubungi, Selasa (11/6/2024).

Rainy mengatakan pernyataan Budi tersebut membuka peluang penghakiman publik terhadap polisi wanita atau polwan FN dan menggeser fokus perhatian publik dari persoalan yang harus segera ditangani.

"Masyarakat kita mengenal diksi 'ibu tiri' yang menunjukkan bahwa perempuan tidak memiliki belas-kasihan dan kejam terhadap anak-sambungnya, berpikiran dan berjiwa sempit," katanya.

Komnas Perempuan lantas meminta pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar selaras kesetaraan gender yang menjadi bagian dari tujuan pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

"Dari pemberitaan media massa, Komnas Perempuan mendapati informasi bahwa kondisi korban berada dalam rumah tangga di bawah tekanan berlapis, baik ekonomi maupun psikis karena suami kerap menghabiskan uang untuk berjudi online. Sementara mereka punya tiga balita dan ia juga masih menyusui karena baru melahirkan anak kembar," tutur Rainy.

"Pertengkaran akibat judi online tidak mendapat tanggapan dari suaminya. Kondisi tekanan sedemikian memuncak pada tindakan membakar suaminya," sambung Rainy.

Rainy menyampaikan catatan dari Komnas Perempuan bahwa pengabaian atas konflik dan kekerasan dalam rumah tangga dapat berakibat kematian, baik peghilangan nyawa maupun bunuh diri.

baca juga

"Komnas Perempuan mengingatkan bahwa dampak judi online dan pinjaman online (pinjol) dapat berujung kematian dan penyiksaan psikis. Jumlah kasus bunuh diri akibat terlilit utang pinjol dan teror tagihan, relatif banyak," katanya.

"Karena itu, Kominfo dan kementerian/lembaga negara terkait perlu melakukan langkah-langkah pencegahan untuk memutuskeberulangan dan mengeluarkan kebijakan untuk menyikapidampak negatif tantangan era digital termasuk judi online, pinjol, tindak pidana perdagangan orang yang dimediasiteknologi, dan kekerasan seksual berbasis elektronik," Rainy menambahkan.

Komnas Perempuan berharap institusi kepolisian memperhatikan kebutuhan psikologis polwan FN dan memastikan pemenuhan hak-hak maternitas dan hak-hak balita termasuk mendapatkan air susu ibu (ASI).

"Komnas Perempuan juga mencatat, perempuan yang berkonflik dengan hukum memiliki keretanan khusus karena gendernya dan kondisi lainnya. Juga, mendorong institusi kepolisian agar segera membangun direktorat untuk penanganan kasusperempuan dan anak sehingga kebijakan perhatian khusustersebut dapat terimplementasi secara optimal untuk tujuan keadilan," kata Rainy.

Jadi Sorotan

Diberitakan sebelumnya, kasus seorang polwan berinisial Briptu FN yang membakar suaminya yang juga berprofesi sebagai polisi kini tengah menjadi sorotan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Menkominfo Budi Arie, Dikritik Usai Sebut Polwan Bakar Suami Bukti Perempuan Lebih Kejam

Pendidikan Menkominfo Budi Arie, Dikritik Usai Sebut Polwan Bakar Suami Bukti Perempuan Lebih Kejam

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2024 | 15:22 WIB

Rekam Jejak Menkominfo Budi Arie: Relawan Jadi Menteri, Ngaku Tak Bisa Berantas Judol Sendiri

Rekam Jejak Menkominfo Budi Arie: Relawan Jadi Menteri, Ngaku Tak Bisa Berantas Judol Sendiri

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2024 | 15:02 WIB

Sebut Wanita Lebih Kejam Ketimbang Laki-laki, Komnas Perempuan Ultimatum Menkominfo Budi Arie Jaga Ucapan

Sebut Wanita Lebih Kejam Ketimbang Laki-laki, Komnas Perempuan Ultimatum Menkominfo Budi Arie Jaga Ucapan

News | Selasa, 11 Juni 2024 | 13:32 WIB

Terkini

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB