Rambut Merah Bata, Rahasia Kecantikan Ekstrem Suku Mundari dari Air Kencing Sapi

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 10 Juli 2024 | 18:29 WIB
Rambut Merah Bata, Rahasia Kecantikan Ekstrem Suku Mundari dari Air Kencing Sapi
Cara suku mundari mewarnai rambut (instagram/@fyifact)

Suara.com - Jauh di pedalaman Sudan Selatan terdapat suku Mundari, sebuah suku yang dikenal dengan tradisi pewarnaan rambut mereka secara ekstrem. Alih-alih menggunakan pewarna sintetis atau alami lainnya, mereka menggunakan dua bahan yang tidak biasa yaitu air kencing sapi dan tanah.

Tradisi pewarnaan rambut ini merupakan bagian penting dari budaya Mundari. Ini dipraktikkan baik oleh pria maupun wanita sebagai simbol kecantikan, status sosial, dan kedewasaan. Prosesnya dimulai dengan mengumpulkan air kencing sapi segar.

Air kencing kemudian dicampur dengan tanah merah kaya besi yang disebut "mabu", menciptakan pasta kental. Pasta dioleskan secara merata ke rambut, menutupinya dari akar hingga ujung.

Cara suku mundari mewarnai rambut (instagram/@fyifact)
Cara suku mundari mewarnai rambut (instagram/@fyifact)

Rambut yang dilapisi pasta tersebut kemudian diikat menjadi sanggul dan ditutup dengan daun pisang. Pasta tersebut kemudian difermentasi secara alami selama beberapa hari. Proses fermentasi memungkinkan mineral dari tanah dan amonia dari air kencing meresap ke dalam rambut.

Setelah beberapa hari, pasta dihilangkan, mengungkapkan rambut yang berubah warna menjadi rona merah bata yang kaya. Warna ini memiliki signifikansi budaya bagi Mundari, mewakili keberanian, kekuatan, dan kedewasaan.

Tradisi pewarnaan rambut dengan air kencing sapi dan tanah sangat tertanam dalam budaya Mundari. Ini adalah cara yang unik untuk mengekspresikan identitas budaya mereka dan membedakan diri mereka dari suku-suku lain di wilayah tersebut.

Selain itu, proses pewarnaan juga berfungsi sebagai ritual pengikatan. Anggota suku yang menjalani proses ini dipercaya telah mencapai tahap kedewasaan dan layak untuk menikah atau memangku posisi kepemimpinan.

Cara suku mundari mewarnai rambut (instagram/@fyifact)
Cara suku mundari mewarnai rambut (instagram/@fyifact)

Meskipun praktik ini tidak dianggap berbahaya secara umum, namun ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan air kencing sapi dalam jumlah besar dapat menyebabkan infeksi bakteri dan masalah pernapasan.

Namun, suku Mundari mengklaim bahwa mereka tidak mengalami masalah kesehatan yang signifikan akibat praktik ini. Mereka percaya bahwa sifat alkali air kencing sapi memiliki efek pembersihan pada kulit kepala mereka.

Cara ekstrem suku Mundari di Sudan Selatan dalam mewarnai rambut dengan air kencing sapi dan tanah adalah bukti tradisi budaya yang kaya dan unik. Meskipun praktik ini mungkin tampak tidak biasa bagi orang luar, namun ini merupakan bagian integral dari kehidupan dan identitas suku Mundari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Rekomendasi Film tentang Suku Pedalaman yang Seru dan Unik, Wajib Nonton!

3 Rekomendasi Film tentang Suku Pedalaman yang Seru dan Unik, Wajib Nonton!

Your Say | Senin, 22 April 2024 | 12:20 WIB

PSS Sleman Resmi Datangkan Striker Timnas Sudan Selatan Ajak Riak

PSS Sleman Resmi Datangkan Striker Timnas Sudan Selatan Ajak Riak

Bola | Minggu, 26 November 2023 | 12:14 WIB

Nestapa Masyarakat Adat Hongana Manyawa, Kehilangan 'Nyawa' Dalih Investasi Negara

Nestapa Masyarakat Adat Hongana Manyawa, Kehilangan 'Nyawa' Dalih Investasi Negara

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 09:16 WIB

Profil Weda Bay Nickel: Penambang yang Diduga Bikin Suku Hongana Manyawa Ngamuk

Profil Weda Bay Nickel: Penambang yang Diduga Bikin Suku Hongana Manyawa Ngamuk

Lifestyle | Sabtu, 04 November 2023 | 06:45 WIB

Mewarnai Rambut saat Hamil Bisa Ganggu Perkembangan Janin, Mitos atau Fakta?

Mewarnai Rambut saat Hamil Bisa Ganggu Perkembangan Janin, Mitos atau Fakta?

Lifestyle | Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:17 WIB

Jangan Asal! Ini 3 Tips Memilih Warna Rambut agar Hasilnya Lebih Stylish

Jangan Asal! Ini 3 Tips Memilih Warna Rambut agar Hasilnya Lebih Stylish

Your Say | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB