Target Awal Perang dengan Hamas, Militer Israel Desak Warga Palestina Tinggalkan Kota Gaza

Andi Ahmad S

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:56 WIB
Target Awal Perang dengan Hamas, Militer Israel Desak Warga Palestina Tinggalkan Kota Gaza
Warga Palestina membawa beberapa barang yang diselamatkan ketika mereka menuju kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Kamis (30/5/2024). [Omar AL-QATTAA / AFP]

Suara.com - Desakan demi desakan terus dilakukan Militer Israel kepada semua warga Palestina agar segera meninggalkan Kota Gaza dan meminta agar menuju ke selatan.

Pasalnya, Militer Israel sendiri akan melanjutkan serangan baru di utara, selatan dan tengah wilayah yang diperangi beberapa hari kebelakang telah menewaskan puluhan orang selama 48 jam terakhir.

Desakan itu muncul untuk peningkatan aktivitas militer usai adanya peretemuan antara mediator AS, Mesir dan Qatar bertemu dengan para pejabat Israel di ibu kota Qatar, Doha belum lama ini.

Hal tersebut bertujuan untuk melakukan pembicaraan guna mencapai kesepakatan gencatan senjata yang telah lama sulit dicapai kepada kelompok militan Hamas di Gaza, dengan imbalan pembebasan puluhan warga Israel yang saat ini masih ditahan.

Dikutip dari Apnews, Israel mengatakan pihaknya sedang mengejar pejuang Hamas yang berkumpul kembali di berbagai wilayah Gaza sembilan bulan setelah perang.

Namun serangan besar-besaran dalam beberapa hari terakhir di sepanjang wilayah tersebut juga bisa bertujuan untuk memberikan tekanan lebih besar pada Hamas dalam perundingan gencatan senjata.

Dalam kunjungannya pada hari Rabu ke Gaza tengah, panglima militer Israel, Letjen Herzi Halevi, mengatakan pasukannya beroperasi dengan cara yang berbeda, di berbagai bagian wilayah tersebut.

"Untuk melaksanakan misi yang sangat penting: tekanan. Kami akan terus beroperasi untuk membawa pulang para sandera," katanya, dikutip Kamis (11/7/2024).

Seorang warga berdiri di antara reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan (25/6/2024). [Dok.Antara]
Seorang warga berdiri di antara reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan (25/6/2024). [Dok.Antara]

Israel memberi tahu masyarakat di Gaza tentang perintah evakuasi dengan menyebarkan selebaran yang mendesak “semua orang di Kota Gaza” untuk mengambil dua “rute aman” ke selatan menuju daerah sekitar pusat kota Deir al-Balah. Kota Gaza, katanya, “akan tetap menjadi zona pertempuran yang berbahaya.”

Beberapa bulan yang lalu, Israel memerintahkan penduduk Gaza utara, termasuk Kota Gaza, untuk mengungsi ke selatan, dan sebagian besar penduduknya meninggalkan Gaza sebelum perang terjadi.

Sebagian besar Kota Gaza dan daerah perkotaan di sekitarnya telah rata atau hancur akibat serangan Israel sebelumnya.

PBB mengatakan sekitar 300.000 warga Palestina masih berada di wilayah utara yang terkena dampak paling parah, dan sebagian besar dari mereka dikatakan berada di Kota Gaza.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza berdesakan di tenda-tenda kumuh di Gaza tengah dan selatan.

Pasukan Israel telah memasuki beberapa bagian Kota Gaza dalam beberapa hari terakhir, memicu ribuan warga Palestina melarikan diri untuk mencoba melarikan diri dari penembakan dan serangan udara.
Seminggu terakhir ini, militer memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi dari bagian timur dan tengah kota.

Tidak ada eksodus massal dari kota tersebut setelah perintah hari Rabu. Banyak warga Palestina yang menyimpulkan bahwa tidak ada tempat berlindung di Gaza yang dilanda perang.

Sementara itu, militer mengatakan pihaknya menyelesaikan operasi yang diluncurkan akhir bulan lalu di lingkungan Shijaiyah Kota Gaza, di mana mereka menewaskan puluhan militan dan menghancurkan delapan terowongan bawah tanah.

Perintah evakuasi pada hari Rabu dikeluarkan setelah serangkaian serangan mematikan selama dua hari terakhir di wilayah lain di wilayah tersebut.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duduk di Samping Putin, Perdana Menteri India Bicara Anak Tak Bersalah Dibunuh

Duduk di Samping Putin, Perdana Menteri India Bicara Anak Tak Bersalah Dibunuh

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 10:55 WIB

Putaran Harapan dari Mesin Jahit di Balik Reruntuhan Bangunan Gaza

Putaran Harapan dari Mesin Jahit di Balik Reruntuhan Bangunan Gaza

News | Sabtu, 06 Juli 2024 | 12:41 WIB

Scarlett Berdayakan Perempuan lewat Scarlett Beauty Impact Termasuk Bantuan Kemanusiaan Palestina

Scarlett Berdayakan Perempuan lewat Scarlett Beauty Impact Termasuk Bantuan Kemanusiaan Palestina

Bisnis | Kamis, 04 Juli 2024 | 09:25 WIB

Terkini

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:11 WIB

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:06 WIB

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:56 WIB

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:42 WIB

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB