Generasi Emas 2045 Cuma Jadi Mimpi, Kalau Jumlah Perkokok Anak Masih Tinggi

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Kamis, 01 Agustus 2024 | 09:57 WIB
Generasi Emas 2045 Cuma Jadi Mimpi, Kalau Jumlah Perkokok Anak Masih Tinggi
Ilustrasi rokok. (Pexels/Pavel Danilyuk)

Suara.com - Kualitas kesehatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia pada Tahun 2045 terancam menurun akibat prevalensi perokok anak saat ini masih tinggi.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa dari 70 juta perokok di Indonesia, sebanyak 7,4 persen di antaranya merupakan anak berusia 10-18 tahun.

Walaupun angkanya turun dibandingkan dengan Riskesdas 2018, namun jumlah tersebut naik berkali lipat dibandingkan pada 2014 yang prosentase perokok anak hanya 0,2 persen.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Aryana Satrya menyampaikan, pemerintah harus menyadari bahwa bonus demografi 2045 hanya akan optimal bila generasi yang terbentuk sehat.

"Generasi sehat harusnya tidak merokok karena kalau merokok penyakit turunannya banyak banget. Terus juga keluarga merokok tadi kecenderungan stunting, kemudian yang musti sudah diberi bantuan ternyata malah dipakai buat merokok. Artinya semua tidak akan optimal kalau prevalensi merokok anak ini tidak diturunkan lagi," kata Aryana kepada Suara.com saat ditemui di Jakarta Rabu (31/7/2024).

Dia menjelaskan bahwa suatu negara alami bonus demografi ketika jumlah generasi yang bekerja jauh lebih banyak daripada orang yang tidak produktif.

Banyaknya generasi yang produktif itu akan mempengaruhi juga pendapatan negara jadi lebih tinggi.

"Untuk bisa mencapai, memanfaatkan seoptimal mungkin bonus demografi, kemudian supaya bisa pertumbuhan ekonomi meningkat di atas 5% kalau bisa 7% itu harus ada generasi yang sehat," kata Ketua Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) UI tersebut.

Kajian Badan Litbangkes Tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230 ribu kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya.

Globocan 2018 menyatakan, dari total kematian akibat kanker di Indonesia, kanker paru menempati urutan pertama penyebab kematian sebesar 12,6 persen.

baca juga

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, 87 persen kasus kanker paru itu berhubungan dengan kebiasaan merokok.

Di samping merokok berbahaya terhadap kesehatan perokok aktif itu sendiri, paparan asapnya juga bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Penelitian dari PKJS UI pada 2018 menemukan bahwa balita yang tinggal dengan orang tua perokok pertumbuhannya lebih lambat hingga 1,5 kilogram dibandingkan anak-anak yang tinggal dengan orang tua bukan perokok.

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan 5,5 persen balita yang tinggal dengan orang tua perokok punya risiko lebih tinggi menjadi stunting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Rokok RI Disebut Sasar Remaja: Mereka Butuh Mulut Baru Agar Industri Tetap Ngebul

Pasar Rokok RI Disebut Sasar Remaja: Mereka Butuh Mulut Baru Agar Industri Tetap Ngebul

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 20:19 WIB

Pemerintah Larang Rokok Dijual Batangan, Aturannya Bakal Ampuh Diterapkan?

Pemerintah Larang Rokok Dijual Batangan, Aturannya Bakal Ampuh Diterapkan?

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 19:00 WIB

PP 28 Tahun 2024 Belum Ketat Atur Iklan Rokok, Pengamat UI: Ada Intervensi dari Industri Tembakau

PP 28 Tahun 2024 Belum Ketat Atur Iklan Rokok, Pengamat UI: Ada Intervensi dari Industri Tembakau

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 18:08 WIB

Terkini

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:30 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:29 WIB

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:25 WIB

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 10:23 WIB

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Malang | Sabtu, 26 September 2026 | 10:21 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 10:20 WIB

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:13 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 10:06 WIB

×