Jumlah Korban Terus Bertambah, Hampir 100 Orang Tewas dalam Bentrokan antara Mahasiswa dan Aparat di Bangladesh

Bella

Senin, 05 Agustus 2024 | 15:26 WIB
Jumlah Korban Terus Bertambah, Hampir 100 Orang Tewas dalam Bentrokan antara Mahasiswa dan Aparat di Bangladesh
Kerusuhan di Bangladesh (Foto: Reuters)

Suara.com - Hampir 100 orang dilaporkan tewas ketika demonstrasi mahasiswa yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina berbenturan dengan polisi dan aktivis partai berkuasa di Bangladesh. Menurut harian Prothom Alo, sedikitnya 95 orang tewas dalam bentrokan tersebut, Minggu.

Kementerian Dalam Negeri Bangladesh telah memberlakukan jam malam nasional tanpa batas waktu untuk meredam kekerasan, yang mulai berlaku pada pukul 18.00 waktu setempat (12.00 GMT). Selain itu, layanan internet dihentikan dan platform media sosial seperti Facebook dan WhatsApp tidak dapat diakses.

Kerusuhan terbaru ini terjadi setelah setidaknya 200 orang tewas dan ribuan lainnya terluka ketika protes mahasiswa bulan lalu, yang dipicu oleh sistem kuota yang memberikan 30% pekerjaan pemerintah kepada kerabat veteran, berubah menjadi kekerasan.

Kerusuhan di Bangladesh (Dok. Reuters)
Kerusuhan di Bangladesh (Dok. Reuters)

Setidaknya 10.000 orang lainnya ditangkap dalam insiden tersebut.

Mahkamah Agung Bangladesh telah memangkas sistem kuota tersebut. Namun, para mahasiswa kembali turun ke jalan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina serta keadilan bagi mereka yang tewas.

Para demonstran dan kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah menggunakan kekuatan berlebihan, yang dibantah oleh perdana menteri dan para menterinya.

Kekerasan pada hari Minggu menyaksikan pengunjuk rasa menargetkan sebuah rumah sakit umum besar di ibu kota Dhaka, membakar beberapa kendaraan.

Di bagian lain kota, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa yang memblokir jalan utama. Menurut saksi mata, beberapa bom rakitan diledakkan dan terdengar tembakan senjata api.

Mahasiswa pengunjuk rasa meluncurkan program non-kooperasi untuk menekan pemerintah agar mengundurkan diri. Mereka menyerukan masyarakat untuk tidak membayar pajak dan tagihan utilitas serta mendesak masyarakat untuk tidak bekerja pada hari Minggu, yang merupakan hari kerja di Bangladesh.

baca juga
Kerusuhan di Bangladesh (Foto/Dok: Reuters)
Kerusuhan di Bangladesh (Foto/Dok: Reuters)

Menanggapi hal itu, perdana Menteri Hasina menawarkan dialog dengan pemimpin mahasiswa pada hari Sabtu, tetapi seorang koordinator menolak, dengan satu tuntutan utama yaitu pengunduran dirinya. Ia berjanji akan menyelidiki kematian tersebut secara menyeluruh dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

"Mereka yang saat ini memprotes di jalanan bukanlah mahasiswa, tetapi teroris yang ingin mendestabilisasi negara," kata Hasina setelah pertemuan panel keamanan nasional.

"Saya mengimbau kepada rakyat kami untuk menekan para teroris ini dengan tangan kuat." lanjutnya.

Diketahui, Sheikh Hasina telah memerintah Bangladesh selama 15 tahun, memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut pada bulan Januari dalam pemilihan yang diboikot oleh lawan utamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Internet di Bangladesh Terputus Jelang Long March Anti Pemerintah ke Dhaka

Internet di Bangladesh Terputus Jelang Long March Anti Pemerintah ke Dhaka

News | Senin, 05 Agustus 2024 | 15:07 WIB

Berencana Borong Partai di Luar Koalisi, KIM Disebut Tak Pede dan Mau Jegal Anies di Pilkada Jakarta

Berencana Borong Partai di Luar Koalisi, KIM Disebut Tak Pede dan Mau Jegal Anies di Pilkada Jakarta

News | Senin, 05 Agustus 2024 | 11:05 WIB

Ketika Demokrasi Berubah Menjadi Drama Politik yang Membosankan

Ketika Demokrasi Berubah Menjadi Drama Politik yang Membosankan

Your Say | Senin, 05 Agustus 2024 | 10:34 WIB

KKM 08 UNIBA Salurkan Donasi untuk Ponpes Terbakar di Pancalaksana

KKM 08 UNIBA Salurkan Donasi untuk Ponpes Terbakar di Pancalaksana

Your Say | Senin, 05 Agustus 2024 | 10:26 WIB

Demo Tuntut PM Bangladesh Mundur Berlangsung Ricuh, 73 Orang Tewas

Demo Tuntut PM Bangladesh Mundur Berlangsung Ricuh, 73 Orang Tewas

Foto | Senin, 05 Agustus 2024 | 07:05 WIB

Cara Chat Dosen yang Sopan dan Efektif, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Cara Chat Dosen yang Sopan dan Efektif, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Lifestyle | Rabu, 31 Juli 2024 | 17:08 WIB

Cara Mengatasi Kendala Teknis Saat Reklaim Akun KIP Kuliah, Lengkap dengan Panduan

Cara Mengatasi Kendala Teknis Saat Reklaim Akun KIP Kuliah, Lengkap dengan Panduan

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 14:17 WIB

Cara Login Akun KIP Kuliah dan Klaim Ulang, Bekal Penting Buat Mahasiswa Baru

Cara Login Akun KIP Kuliah dan Klaim Ulang, Bekal Penting Buat Mahasiswa Baru

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 11:33 WIB

Kerja di Malaysia, TKW Asal Indonesia Selundupkan Pria Bangladesh di Kamarnya

Kerja di Malaysia, TKW Asal Indonesia Selundupkan Pria Bangladesh di Kamarnya

News | Rabu, 31 Juli 2024 | 10:42 WIB

Penjelasan KPK Soal Sidak Di Kemendikbudristek Dan 2 Kampus Di Jateng Hari Ini

Penjelasan KPK Soal Sidak Di Kemendikbudristek Dan 2 Kampus Di Jateng Hari Ini

News | Selasa, 30 Juli 2024 | 20:37 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×