Desak KPK Panggil Bobby Nasution soal Kode 'Blok Medan', Mahfud MD: Jangan Takut, kan Malah Gagah Dipanggil

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 08 Agustus 2024 | 11:46 WIB
Desak KPK Panggil Bobby Nasution soal Kode 'Blok Medan', Mahfud MD: Jangan Takut, kan Malah Gagah Dipanggil
Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Kompak Joget Gemoy di Tengah Isu Perselingkuhan (TikTok)

Suara.com - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dan suaminya, Bobby Nasution sedang menjadi sorotan setelah namanya terseret dalam korupsi eks Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK). Fakta adanya dugaan keterlibatan Bobby dan Kahiyang di kasus korupsi Abdul Gani lewat kode 'Blok Medan' yang terungkap di persidangan. 

Mencuatnya nama Bobby dan Kahiyang pun turut membuat eks Menko Polhukam, Mahfud MD angkat bicara.  Lewat keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (7/8/2024), Mahfud sendiri meminta Bobby yang kini maju di Pilgub Sumatera Utara (Sumut) 2024 tidak takut jika nantinya dipanggil oleh KPK

Di sisi lain, Mahfud juga meminta KPK agar segera memanggil putri dan menantu Jokowi itu setelah namanya disebut-sebut di sidang kasus korupsi Abdul Gani Kasuba. Sarannya kepada KPK untuk segera meminta keterangan Bobby dan Kahiyang supaya tidak ada kesan pandang bulu terhadapan penegakan hukum.

"Menurut saya, kalau ingin menegakkan hukum dengan benar, menghilangkan kesan tidak pandang bulu, seharusnya (Bobby Nasution) dipanggil paling tidak, kan Anda disebut, kan gitu, 'Blok Medan' itu ini katanya, gitu," kata Mahfud. 

Mahfud MD saat memberi keterangan pada wartawan di UGM, Sleman, DIY, Rabu (31/7/2024). [Hiskia/Suarajogja.id]
Mahfud MD saat memberi keterangan pada wartawan di UGM, Sleman, DIY, Rabu (31/7/2024). [Hiskia/Suarajogja.id]

Terkait sarannya itu, Mahfud juga sempat mencontohkan ketika dirinya diperiksa terkait kasus yang pernah ditangani oleh KPK. Menurutnya, pemeriksaan itu juga bisa menunjukan apakah orang yang dipanggil KPK terlibat atau tidak dalam kasus korupsi. 

"Kalau tidak ya tidak usah takut, tidak apa-apa, kan malah gagah orang datang dipanggil. Dulu saya minta diperiksa tuh dulu oleh KPK yang kasus Kota Waringin Barat, kan ada demo di sana katanya hakim MK mendapat sekian, Pak Mahfud sekian, ada di media, saya datang ke KPK nih saya minta diperiksa," bebernya. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu bercerita jika pemeriksaannya di KPK itu setelah diriinya difitnah menerima duit Rp4 miliar lewat seorang kyai di Cirebon. Tak hanya di KPK, Mahfud MD juga mengaku pernah diperiksa oleh Bareskrim Polri perihal kasus tersebut. 

"Sekarang itu pejabat begitu dong minta diperiksa kenapa sih, tidak usah rumit-rumit kalau memang bersih, daripada gosipnya berkembang, saya dulu datang ketuanya Pak Busyro, Pak Hatorangan, dipilih kan, diberi tanda terima Pak Mahfud menyampaikan laporan dirinya difitnah, ditulis gitu saya bilang tolong ditambah satu, dan minta diperiksa, saya bilang, diperbaiki ini tanda terimanya, minta diperiksa," ungkapnya. 

Terkait agenda pemberantasn korupsi, Mahfud turut menyebut adanya proses seleksi calon pimpinan KPK dan calon dewan pengawas KPK bisa menjadi momentum baik buat lembaga antirasuah untuk 'bersih-bersih'.

"Itu kalau ingin memperbaiki, tapi itu tidak akan ada gunanya yang dua ini kalau nanti Presidennya tidak punya komitmen untuk mengembalikan maruah KPK," ujarnya. 

Kode 'Blok Medan'

Diketahui, terungkap kode 'Blok Medan' yang kerap Abdul Ghani saat mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP) setelah kasusnya bergulir di persidangan. Ternyata kode 'Blok Medan' itu mengacu pada istri Wali Kota Medan Bobby Nasution, Kahiyang Ayu.

Fakta itu diungkapkan oleh Kepala Dinas ESDM Malut Suryanto Andili saat menjadi saksi untuk terdakwa Abdul Gani terkait kasus suap pengurusan IUP yang digelar di Pengadilan Negeri Ternate Provinsi Malut, Rabu (31/7/2024).

Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan penjelasan soal Mal Centre Point Medan. [Suara.com/ M.Aribowo]
Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan penjelasan soal Mal Centre Point Medan. [Suara.com/ M.Aribowo]

"Saya hanya tahu dari Pak Gub, itu punya Medan, Bobby Nasution," katanya di ruang sidang. 

Suryanto juga mengakuimengaku pernah berkunjung ke Medan bersama Muhaimin Syarif dan AGK untuk membahas investasi di Maluku Utara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicekal KPK, 6 Tersangka Kasus Korupsi Perangkat IT PT Telkom Dilarang ke Luar Negeri

Dicekal KPK, 6 Tersangka Kasus Korupsi Perangkat IT PT Telkom Dilarang ke Luar Negeri

News | Kamis, 08 Agustus 2024 | 10:11 WIB

Nama Bobby dan Kahiyang Muncul di Kasus Tambang Blok Medan, KPK Disebut Tak Bernyali Hadapi Orang di Lingkar Kekuasaan

Nama Bobby dan Kahiyang Muncul di Kasus Tambang Blok Medan, KPK Disebut Tak Bernyali Hadapi Orang di Lingkar Kekuasaan

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 17:45 WIB

KPK Ditantang Usut Dugaan Keterlibatan Bobby dan Kahiyang dalam Kasus Korupsi Mantan Gubernur Malut

KPK Ditantang Usut Dugaan Keterlibatan Bobby dan Kahiyang dalam Kasus Korupsi Mantan Gubernur Malut

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 17:23 WIB

Kasus TPPU, Hari Ini Ketua DPRD Malut Kuntu Daud hingga Ajudan Abdul Gani Kasuba Diperiksa KPK

Kasus TPPU, Hari Ini Ketua DPRD Malut Kuntu Daud hingga Ajudan Abdul Gani Kasuba Diperiksa KPK

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 12:10 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB