"Tetapi kalau ketiga tiganya ke KIM demua ya artinya di depan mata tinggal kotak kosong gitu. Nah itu lah arah untuk menjegal itu karena bisa saja karena kegagalan dalam komunikasi Anies yang kurang piawai kurang mahir memainkan bandul politik ini," ujarnya.
Menurutnya, kekuatan KIM plus itu bisa lemah atau pun kuat tergantung komunikasi yanh dilakukan Anies terhadap partai-partai politik yang ada.
"Kalau beliau nggak jemput bola hanya tinggal diam nggak berupaya ya bisa lewat memang nggak akan masuk gelanggang. bagaimana mau masuk kalah atau menang masuk gelanggang aja belum memungkinkan nanti kita lihat aja," katanya.
Lebih lanjut, Pangi berharap di Pilgub Jakarta tak muncul KIM plus hanya melawan kotak kosong.
"Mudah-mudah kita tidak mebginginkan adanya kotak kosong. Kita berharap ada anies ada RK atau siapapun menu yang disiapkan untuk masyarakat beragam variannya cukup banyak sehingga kita diberikan pilihan-pilihan yang cukup beragam tidak hanya kotak kosong itu merendahkan demokrasi kita dan itu merusak demokrasi itu sendiri," katanya.