Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Konservasi dan Tantangan Eksploitasi

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Minggu, 11 Agustus 2024 | 12:51 WIB
Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Konservasi dan Tantangan Eksploitasi
Transplantasi terumbu karang metode rangka laba-laba atau spider di Bunaken. (Dokumentasi: Balai Taman Nasional Bunaken).

Suara.com - "Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada badai, tiada topan kau temui. Ikan dan udang menghampiri dirimu...", Begitu setidaknya Koes Plus menggambarkan Indonesia sebagai sebuah negara maritim. Negara yang terdiri dari ribuan pulau yang disatukan dengan sekitar dua pertiga atau 70 persen lebih lautan.

Tidak hanya semata-mata digali potensi lautnya yang masih jarang dieksplorasi. Konservasi menjadi bagian tak terpisahkan untuk menegaskan batasan penjelajahan dengan eksploitasi

Berbagai upaya melestarikan sumber daya alam itu yang coba dilakukan di salah satu surga bagi para penyelam dan penggemar kehidupan laut yakni Taman Nasional Bunaken

Konservasi di Bunaken

Terletak di Kota Manado, Sulawesi Utara, Taman Nasional Bunaken tersohor akan keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Keanekaragaman hayati laut yang kaya membuat kawasan di utara Pulau Sulawesi ini selalu menarik perhatian turis.

Berdasarkan catatan Taman Nasional Bunaken, kawasan tersebut diisi setidaknya oleh 390 spesies karang dari 75 genera dan 15 family. Selain sebagai sistm penyangga kehidupan, kekayaan itu yang sangat dicari oleh para penyelam dari seluruh dunia.

Keanekaragaman hayati itu memainkan peranan penting dan vital dalam berbagai aspek. Tidak hanya sebagai sumber pendapatan nelayan dari perikanan tetapi juga pelindung pantai dari gempuran ombak dan tempat tujuan wisata bawah laut nan mempesona. 

Pengendali Ekosistem Ahli Balai Taman Nasional Bunaken, Adi Tri Utomo memastikan pihaknya rutin melakukan monitoring pengawasan terhadap kelestarian terumbu karang. Ada beberapa faktor yang membuat terumbu karang itu rusak.

"Faktor alam ini biasanya pemanasan global. Ada peningkatan suhu permukaan air laut itu memengaruhi kesehatan karang, pemutihan karang, kami monitoring itu," kata Adi saat ditemui di TN Bunaken, Jumat (9/8/2024).

Kemudian ada faktor alam lain yakni disebabkan dari predator karang. Pemeliharaan habitat dilakukan untuk memastikan predator karang tidak melebihi ambang batas. 

Pengendali Ekosistem Ahli Balai Taman Nasional Bunaken, Adi Tri Utomo. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]
Pengendali Ekosistem Ahli Balai Taman Nasional Bunaken, Adi Tri Utomo. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Ada pula faktor non alam yang menyebabkan kerusakan terumbu karang. Biasanya, aktivitas manusia berupa penyelaman pemula menyebabkan kerusakan karang. 

"Kalau kami ada kebijakan, kami tempatkan di tempat-tempat tertentu saja untuk yang penyelam pemula dan kegiatan snorkling. Kalau yang penyelam advance bisa dilokasi yang lain. Itu meminimalisir kerusakan karang oleh orang yang baru mau nyoba nyelam atau belajar snorkling," ungkapnya.

Tidak hanya mencegah kerusakan terumbu karang saja, kegiatan pemulihan pun tak luput dilakukan. Monitoring lokasi terumbu karang yang rusak dilakukan untuk pemulihan ekosistem sebelum dilakukan transplantasi. 

Adi menuturkan sebelum tahun 2000-an, kondisi terumbu karang sempat mengalami kerusakan yang cukup lumayan. Namun saat ini kondisinya sudah relatif pulih.

Selain pemulihan dengan faktor alam, transplantasi karang merupakan cara untuk mempercepat pemulihan tersebut. Transplantasi dilakukan untuk merapatkan kembali titik-titik yang sempat gundul atau rusak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penataan Habiskan Anggaran Rp 96 Miliar, Jokowi Minta Warga Nggak Nyampah di Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken

Penataan Habiskan Anggaran Rp 96 Miliar, Jokowi Minta Warga Nggak Nyampah di Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken

News | Jum'at, 20 Januari 2023 | 16:46 WIB

Jokowi Sebut Turis Asing Berbondong-bondong Masuk ke Manado, 50 Homestay Disiapkan di Bunaken

Jokowi Sebut Turis Asing Berbondong-bondong Masuk ke Manado, 50 Homestay Disiapkan di Bunaken

News | Jum'at, 20 Januari 2023 | 16:19 WIB

Jokowi Bakal Kunjungi Bunaken hingga Pantai Malalayang Hari Ini

Jokowi Bakal Kunjungi Bunaken hingga Pantai Malalayang Hari Ini

News | Jum'at, 20 Januari 2023 | 09:20 WIB

Wisata di Desa Budo dan Bunaken Sulut Dinilai Potensial untuk Dikembangkan

Wisata di Desa Budo dan Bunaken Sulut Dinilai Potensial untuk Dikembangkan

Press Release | Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:06 WIB

Terkini

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:48 WIB

Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti

Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:37 WIB

Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026

Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:25 WIB

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:20 WIB

H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu

H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:10 WIB

KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026

KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:37 WIB

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:30 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:22 WIB

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:12 WIB