Kegaduhan Hasil Pilpres Venezuela, Amerika Serikat Bantah Tawarkan Amnesti ke Nicolas Maduro

Andi Ahmad S Suara.Com
Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:36 WIB
Kegaduhan Hasil Pilpres Venezuela, Amerika Serikat Bantah Tawarkan Amnesti ke Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. [shutterstock]

Suara.com - Hasil Pilpres 2024 Venezuela saat ini tengah menimbulkan kegaduhan. Bahkan, dari pemimpin oposisi menolak tegas hasil yang menyatakan Nicolas Maduro menjadi pemenangnya.

Kali ini muncul isu bahwa Amerika Serikat menawarkan perpanjangan amnesti kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro tersebut, sebagai upaya membuatnya mundur dari kekuasaan di tengah kekacauan politik.

Hal itu nampaknya dibantah tegas Pemerintah Amerika Serikat. Menurut keterangan yang diterima wartawan, juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengaku bahwa AS tidak ada perbincangan soal itu.

“Sejak pemilu 28 Juli, kami belum memberikan tawaran amnesti khusus kepada Maduro atau pihak lain,” katanya.

“Yang bisa saya sampaikan adalah, sejak pemilu, kami belum memberikan tawaran seperti itu.” sambungnya.

Bantahan tersebut dikeluarkan menyusul laporan harian Wall Street Journal pada Minggu yang mengatakan pemerintahan Biden melakukan pembicaraan rahasia agar Maduro melepaskan kekuasaannya yang disebut sebagai “tawaran jangka panjang” yang mencakup melindungi presiden Venezuela dan para pejabat seniornya dari penuntutan, dan menjamin bahwa Washington tidak akan meminta ekstradisi mereka.

Namun Jean-Pierre tidak menjelaskan apakah tawaran tersebut diberikan menjelang pemilu 28 Juli.

Dewan Pemilihan Nasional Venezuela mengumumkan pada 29 Juli bahwa Presiden Nicolas Maduro telah mendapatkan masa jabatan ketiga dengan perolehan suara 51,2 persen, hasil yang ditolak oposisi, yang menyatakan bahwa hasil pemilu tersebut palsu.

Atas penolakan tersebut, pemimpin oposisi Maria Corina Machado mengajak warga berpartisipasi dalam protes massal pada 17 Agustus untuk menentang hasil pemilu.

Baca Juga: Sambaran Petir Dahsyat Tewaskan 6 Orang di China, Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

Jean-Pierre mengatakan bahwa lebih dari 80 persen lembar penghitungan suara yang diterbitkan kelompok masyarakat sipil menguatkan klaim adanya penipuan "dan karena itu kami pikir Maduro harus mengakuinya."

Sementara itu, Departemen Pertahanan pada Maret 2020 mengumumkan dakwaan terhadap Maduro dan 14 pejabat senior pemerintahannya atas berbagai tuduhan, termasuk tuduhan bahwa Maduro bekerja sama dengan pemberontak FARC untuk "membanjiri" AS dengan kokain. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI