Kepala Intelijen Israel akan Mengikuti Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar, Hamas Enggan Datang

Bella

Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:32 WIB
Kepala Intelijen Israel akan Mengikuti Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar, Hamas Enggan Datang
Ilustrasi perang di Gaza - Seorang pria duduk di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (17/7/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

Suara.com - Kepala intelijen Israel, David Barnea, akan bergabung dengan rekannya dari Amerika Serikat dan Mesir, serta Perdana Menteri Qatar, dalam putaran baru pembicaraan gencatan senjata Gaza di Doha, ibu kota Qatar, pada Kamis (15/8/2024) waktu setempat. Pembicaraan ini bertujuan untuk mengakhiri sepuluh bulan pertempuran di wilayah Palestina dan membawa pulang 115 sandera Israel serta warga asing yang ditahan.

Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran pada 31 Juli, yang memicu ancaman balasan dari Iran. Dengan adanya kapal perang, kapal selam, dan pesawat tempur AS yang dikerahkan ke wilayah tersebut untuk melindungi Israel, Washington berharap kesepakatan gencatan senjata di Gaza dapat meredakan risiko perang regional yang lebih luas.

Namun, perwakilan Hamas tidak akan hadir dalam pembicaraan pada hari Kamis ini. Meskipun demikian, para mediator berencana untuk berkonsultasi dengan tim negosiasi Hamas yang berbasis di Doha setelah pertemuan tersebut.

Delegasi Israel, yang dipimpin oleh Barnea, juga mencakup kepala layanan keamanan domestik Ronen Bar dan kepala militer untuk urusan sandera, Nitzan Alon. Dari pihak Amerika Serikat, Direktur CIA Bill Burns dan utusan AS untuk Timur Tengah Brett McGurk akan mewakili Washington. Pertemuan ini difasilitasi oleh Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dengan kehadiran kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel, yang diperkirakan akan tiba di Doha.

Baik Israel maupun Hamas saling menyalahkan atas kegagalan mencapai kesepakatan, namun menjelang pertemuan Kamis, kedua belah pihak tampaknya tidak menutup kemungkinan tercapainya kesepakatan. Seorang sumber dalam tim negosiasi Israel menyatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan kelonggaran yang cukup pada beberapa isu substansial.

Di sisi lain, Hamas, yang menolak campur tangan AS atau Israel dalam menentukan masa depan Gaza pasca perang, mengindikasikan bahwa jika Israel membuat proposal yang "serius" sesuai dengan usulan sebelumnya dari Hamas, mereka akan terus terlibat dalam negosiasi.

Sementara itu, pertempuran di Gaza terus berlanjut. Pasukan Israel menyerang target-target di kota-kota selatan, Rafah dan Khan Younis. Di tengah perang yang telah menghancurkan Gaza, menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, dan memaksa hampir seluruh 2,3 juta penduduknya mengungsi, ada harapan besar untuk mengakhiri pertempuran.

"Saatnya cukup, kami ingin kembali ke rumah kami di Gaza City. Setiap jam ada keluarga yang terbunuh atau rumah yang dibom," kata Aya, seorang perempuan berusia 30 tahun yang berlindung dengan keluarganya di Deir Al-Balah, bagian tengah Jalur Gaza.

Di Tel Aviv, keluarga beberapa sandera memprotes di luar markas besar partai Likud yang dipimpin Netanyahu. Mereka menuntut agar tim negosiasi membawa pulang sandera, dengan ancaman bahwa jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, mereka tidak memiliki alasan untuk kembali ke Israel.

baca juga

Ancaman balasan dari Iran atas pembunuhan Haniyeh menambah bobot pembicaraan ini. Tiga pejabat senior Iran menyatakan bahwa hanya kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dapat mencegah Iran melakukan balasan langsung terhadap Israel. Namun, kemungkinan eskalasi dari gerakan Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon selatan juga menjadi perhatian.

Israel belum mengkonfirmasi atau membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Haniyeh, namun dengan kehadiran militer AS di kawasan tersebut, Israel berharap dapat memperkuat pertahanannya di tengah ancaman yang terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Telepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Lakukan Pembahasan Ini

Donald Trump Telepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Lakukan Pembahasan Ini

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:04 WIB

Alasan Hamas Tolak Ikut Serta dalam Perundingan Gencatan Senjata Hari Ini

Alasan Hamas Tolak Ikut Serta dalam Perundingan Gencatan Senjata Hari Ini

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 18:58 WIB

Ben-Gvir Provokasi Dunia dengan Serbuan ke Masjid Al-Aqsa, Rusia Langsung Blak-blakan

Ben-Gvir Provokasi Dunia dengan Serbuan ke Masjid Al-Aqsa, Rusia Langsung Blak-blakan

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:01 WIB

Mahasiswa Yahudi Diblokir di Kampus Amerika oleh Kelompok Pro-Palestina, Hakim Federal Beri Putusan

Mahasiswa Yahudi Diblokir di Kampus Amerika oleh Kelompok Pro-Palestina, Hakim Federal Beri Putusan

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 08:41 WIB

Atlet Lari Prancis Muhammad Abdallah Kounta Diskors karena Unggahan di X soal Israel

Atlet Lari Prancis Muhammad Abdallah Kounta Diskors karena Unggahan di X soal Israel

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 04:30 WIB

Serangan Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan 100 Orang, PBB Salahkan Amerika Serikat Karena Hal Ini

Serangan Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan 100 Orang, PBB Salahkan Amerika Serikat Karena Hal Ini

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 22:44 WIB

Cek Fakta: Video Rudal Iran Membumihanguskan Israel, Benarkah?

Cek Fakta: Video Rudal Iran Membumihanguskan Israel, Benarkah?

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 22:01 WIB

Terkini

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:26 WIB

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:21 WIB

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB

3 Sheet Mask Terbaik untuk Mencerahkan Wajah dan Bikin Glowing Maksimal

3 Sheet Mask Terbaik untuk Mencerahkan Wajah dan Bikin Glowing Maksimal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:12 WIB

Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?

Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:10 WIB

×