Ada Pabrik Miras di Kota Santri, Warga Auto Lancarkan Protes Massal

Vania Rossa

Minggu, 18 Agustus 2024 | 16:38 WIB
Ada Pabrik Miras di Kota Santri, Warga Auto Lancarkan Protes Massal
ilustrasi minuman keras (pixabay/bzwei)

Suara.com - Banten diketahui merupakan provinsi dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Indonesia, dengan kota Serang sebagai salah satu pusatnya. Tak heran kalau Serang akhirnya dijuluki sebagai kota santri.

Baru-baru ini, keberadaan pabrik miras di kota santri itu pun membuat resah masyarakat. Dikhawatirkan, keberadaan pabrik yang diduga memproduksi minuman keras merek Kawa Kawa ini akan berdampak negatif dan memicu peningkatan kasus kriminalitas serta masalah sosial, terutama di kalangan anak muda. 

Protes yang dilakukan oleh ratusan santri, ulama, dan tokoh masyarakat itu mendesak agar pabrik yang berada di bawah naungan PT. Balaraja Barat Indah (BBI) itu segera ditutup.

Pabrik miras di Serang diprotes (ist)
Pabrik miras di Serang diprotes (ist)

Muhamad Hasyim, seorang pemimpin pondok pesantren yang ikut serta dalam aksi, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap keberadaan pabrik yang berlokasi di kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten tersebut. 

"Kami dari sepuluh pondok pesantren, lima dari Kabupaten Serang dan lima dari Kota Serang, meminta agar pabrik miras ini segera ditutup karena telah merusak moral generasi muda dan mengancam masa depan mereka," kata Hasyim dalam keterangannya pada Senin (12/8/2024).

Hasyim juga menegaskan pentingnya menjaga moral generasi muda. "Pemuda adalah tulang punggung bangsa. Jika mereka terjerumus dalam pengaruh buruk seperti narkoba, ekstasi, dan miras, masa depan bangsa ini akan suram," tambahnya.

Protes ini didukung oleh data yang menunjukkan peningkatan peredaran minuman keras di Provinsi Banten. Naji, seorang santri yang ikut dalam aksi tersebut, menyebutkan bahwa kepolisian Banten telah menemukan lebih dari 17.000 botol minuman keras yang tersebar di wilayah tersebut.

Memberikan klarifikasi, Harry, Humas PT. Balaraja Barat Indah, mengatakan bahwa meskipun produk mereka beredar di berbagai daerah di Indonesia, perusahaan tidak mendistribusikannya di Kabupaten Serang karena tidak memiliki izin edar di wilayah tersebut. 

"Kami memproduksi minuman anggur dalam dua varian, dan distribusi kami dilakukan di daerah yang memiliki izin edar. Di Serang, kami tidak memiliki distributor karena peraturan daerah tidak mengizinkan," jelas Harry.

baca juga

Meski demikian, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh para pengunjuk rasa. Mereka mengancam akan melanjutkan aksi protes dengan skala yang lebih besar jika pabrik tidak segera ditutup. 

Bahkan, para santri dan ulama yang terlibat dalam aksi ini berencana membawa protes mereka ke kantor Bupati Serang jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Meski belum menemui titip temu, aksi protes tetap kondusif. Di malam hari, para demonstran akhirnya kembali ke pondok pesantren mereka masing-masing dengan pengawalan ketat untuk menghindari terjadinya kericuhan.

Seluruh pihak juga terus memantau perkembangan situasi ini, dengan harapan agar tercapai kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam konflik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Pemusnahan 162.708 Miras dan 12 Juta Rokok Ilegal

Intip Pemusnahan 162.708 Miras dan 12 Juta Rokok Ilegal

Foto | Rabu, 31 Juli 2024 | 16:17 WIB

Viral Party di Depan Anak-anak, Emak-emak Berhijab Asyik Pesta Miras sambil Goyang di Panggung

Viral Party di Depan Anak-anak, Emak-emak Berhijab Asyik Pesta Miras sambil Goyang di Panggung

News | Minggu, 28 Juli 2024 | 11:40 WIB

Ribut 'Mana Lebih Dulu: Telur atau Ayam', Pria di Sulawesi Tenggara Tega Bunuh Teman Sendiri

Ribut 'Mana Lebih Dulu: Telur atau Ayam', Pria di Sulawesi Tenggara Tega Bunuh Teman Sendiri

Lifestyle | Sabtu, 27 Juli 2024 | 12:26 WIB

Terkini

Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!

Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:35 WIB

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:25 WIB

Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!

Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:03 WIB

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:02 WIB

Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung

Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:59 WIB

Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?

Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:46 WIB

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:43 WIB

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir

Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB