Paru-paru Dunia Terluka, Kebakaran Hutan Ancam Keanekaragaman Hayati

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 18 Agustus 2024 | 18:16 WIB
Paru-paru Dunia Terluka, Kebakaran Hutan Ancam Keanekaragaman Hayati
ilustrasi pemadaman kebakaran hutan. (ANTARA/Anadolu)

Suara.com - Kebakaran hutan terjadi di sejumlah negara yang membuat ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka, karena peristiwa paru-paru dunia terluka.

Penyebab kebakaran di sejumlah negara di dunia itu menyebabkan jutaan hektare lahan hangus terbakar.

Suhu yang sangat tinggi, kemarau panjang dan angin kencang membuat pengendalian kebakaran hutan semakin sulit di sejumlah negara.

Dari Eropa hingga Amerika, dan dari Amazon hingga Siberia, baik kawasan pemukiman maupun ekosistem terancam oleh kebakaran ini.

Menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber oleh media luar negeri, kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan ancaman langsung terhadap kehidupan manusia, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kualitas udara.

Salah satu kebakaran hutan paling signifikan dalam sejarah terjadi di Australia antara akhir 2019 dan awal 2020.

Kebakaran Black Summer membakar lebih dari 24 juta hektar lahan di tenggara Australia, menurut laporan 2020 dari Komisi Kerajaan Australia untuk Penanganan Bencana Alam Nasional.

Kebakaran tersebut menghancurkan lebih dari 3.500 rumah dan memaksa evakuasi di kota-kota seperti Mallacoota dan Cobargo. Kebakaran ini juga menyebabkan kematian jutaan hewan dan kerusakan yang bertahan lama pada ekosistem di wilayah tersebut.

Di wilayah Siberia, Rusia, kebakaran pada tahun 2021 menghancurkan area sekitar 18 juta hektar.

Asap dari kebakaran tersebut menyebar hingga ke Kutub Utara, berkontribusi pada peningkatan signifikan polusi udara global.

Tahun ini, di wilayah Sakha (Yakutia) Rusia, 107 kebakaran pada bulan Juli membakar 331.000 hektar lahan, yang mendorong deklarasi keadaan darurat.

Badan kehutanan negara Rusia melaporkan bahwa pihaknya sedang memerangi 222 kebakaran terpisah di 20 wilayah.

Di Brasil, kebakaran di hutan hujan Amazon pada 2019 dan 2020 mempengaruhi 2,2 juta hektar lahan, menyebabkan kerusakan yang luas pada salah satu ekosistem paling vital di dunia. Hutan Amazon yang berperan penting dalam memerangi perubahan iklim, mengalami kerugian besar akibat kebakaran ini.

Di AS, musim kebakaran hutan tahun 2020 di California adalah salah satu yang paling merusak dalam dekade terakhir.

Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California melaporkan lebih dari 1,7 juta hektar lahan hancur akibat kebakaran pada tahun tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bianglala Festival Terbakar di Jerman, 30 Orang Alami Luka-luka

Bianglala Festival Terbakar di Jerman, 30 Orang Alami Luka-luka

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 18:15 WIB

Menyentuh Hati, Kamala Harris Bagikan Potret Saat Dia Masih Kecil, Kini Jadi Capres AS

Menyentuh Hati, Kamala Harris Bagikan Potret Saat Dia Masih Kecil, Kini Jadi Capres AS

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 14:02 WIB

Israel Terus Luncurkan Serangan Udara di Kota Pusat Pertanian Palestina

Israel Terus Luncurkan Serangan Udara di Kota Pusat Pertanian Palestina

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:36 WIB

Terkini

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:00 WIB

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB