Airin Nekat Nyagub Tanpa Restu Golkar, Pengamat Sebut Ini Perlawanan Trah Ratu Atut Chosiah

Hairul Alwan | Suara.com

Senin, 26 Agustus 2024 | 17:14 WIB
Airin Nekat Nyagub Tanpa Restu Golkar, Pengamat Sebut Ini Perlawanan Trah Ratu Atut Chosiah
Airin Rachmi Diany menyambangi DPP PDI Perjuangan. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Leo Agustino menyebut majunya Airin Rachmi Diany di Pilgub Banten 2024 melalui PDI Perjuangan sebagai bentuk pembangkangan atas sikap DPP Partai Golkar yang memberikan rekomendasi kepada pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

Seperti diketahui, meski sebagai kader Partai Golkar, Airin Rachmi Diany justru tak mendapatkan dukungan dari DPP Partai Golkar maju di Pilgub Banten 2024. Pasalnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadiala lebih memilih memberikan rekomendasi dukungannya kepada pasangan rival Airin yakni, Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

"Ini kan menunjukan perlawanan, dari pembacaan saya, ini jadi salah satu bentuk perlawanan keluarga bhayangkara (sebutan bagi keluarga Ratu Atut Chosiyah) terhadap DPP Golkar," kata Leo dihubungi awak media, Senin (26/8/2024).

"Karena Bu Airin belum keluar, masih jadi kader Partai Golkar yang tidak sehaluan dengan perintah DPP Golkar. Ini saya baca sebagai bentuk pembangkangan dari keluarga terhadap keputusan ketua umum," imbuhnya.

Sebagai seorang kader, Airin Rachmi Diany sejatinya harus patuh terhadap aturan dan kode etik dari Partai Golkar yang mendukung pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah dalam Pilgub Banten 2024.

Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Leo Agustino. [Istimewa]
Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Leo Agustino. [Istimewa]

Namun, Airin Rachmi Diany diduga lebih memilih menerima sanksi yang bakal diberikan partai naungannya lantaran nekat maju di Pilgub Banten 2024 meski harus melalui rekomendasi partai lain.

"Ini dia (Airin) terikat dengan kode etik partai, nah seharusnya dia tunduk atas aturan dan kode etik partai. Ini artinya saya membaca, Airin itu sudah siap menerima konsekuensi itu semua," ujarnya.

Meksi begitu, Leo turut menduga bila majunya Airin Rachmi Diany meski tanpa rekomendasi dukungan Partai Golkar karena telah diberikan kepada Andra Soni-Dimyati merupakan strategi dari partai berlambang beringin untuk bermain di dua kaki di Pilgub Banten 2024.

Ia menuding, Partai Golkar sedang mencari aman agar tidak terhindar dari KIM plus dengan memberikan rekomendasi dukungan kepada Andra Soni-Dimyati Natakusumah dan tidak melarang Airin Rachmi Diany maju meski harus melalui rekomendasi PDI Perjuangan.

Leo mengaitkan kasus yang terjadi pada Airin Rachmi Diany seperti sosok Jusuf Kalla yang memilih berpasangan dengan Jokowi kala Pilpres 2014 silam kendati tak mendapatkan restu dari Partai Golkar.

"Pembangkangan ini juga pernah terjadi pada saat Golkar tak mengusung Jokowi tahun 2014, ketika itu Pak JK melenggang berpasangan dengan Pak Jokowi," paparnya.

"Artinya ini stratgei partai seolah-olah Partai Golkar ini main dua kaki. Jadi di satu sisi, dia (Golkar) tidak ingin terlempar dari KIM plus, karena kalau tetap mengusung (Airin) akan berhadapan dengan Gerindra di Nasional," terangnya.

"Tapi di sisi lain, Golkar tahu calonnya ini calon jadi. Saya pikir Golkar itu pemain lama, yang licin, yang lihai dan tahu bagaimana menempatkan diri sebagai sebuah partai besar," sambung Leo.

Karenanya, Leo pun berkeyakinan bila DPD Partai Golkar Provinsi Banten akan menggerakan mesin partai kepada sosok Airin Rachmi Diany meski secara kelembagaan DPP Partai Golkar memberikan dukungan kepada pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

"Misal ditanya apakah mesin Golkar akan mendukung Andra atau mendukung Airin? Konfensi kemarin di Tangerang itu menunjukan Golkar Banten masih mengelu-elukan Bu Airin, meskipun Bu Tatu mengatakan itu dukungan keluarga. Tapi lihat siapa yang datang? Kita paham itu bukan hanya keluarga," kata Leo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Paham dengan Golkar yang Pilih Kader Partai Lain, Airin Rachmi: Bisa Dimengerti Ya?

Tak Paham dengan Golkar yang Pilih Kader Partai Lain, Airin Rachmi: Bisa Dimengerti Ya?

Kotak Suara | Senin, 26 Agustus 2024 | 17:03 WIB

Megawati Soekarnoputri ke Airin: Ngomong yang Keras Udah Masuk PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri ke Airin: Ngomong yang Keras Udah Masuk PDI Perjuangan

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 16:42 WIB

Megawati Soroti Warna Pakaian Airin: Pakai Merah-Hitam!

Megawati Soroti Warna Pakaian Airin: Pakai Merah-Hitam!

Video | Senin, 26 Agustus 2024 | 16:05 WIB

Sambil Nunjuk ke Arah Muka, Megawati Minta Airin Ngomong yang Keras

Sambil Nunjuk ke Arah Muka, Megawati Minta Airin Ngomong yang Keras

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 15:33 WIB

Megawati ke Airin: Ngomong yang Keras Kalau Elo Udah Masuk PDIP

Megawati ke Airin: Ngomong yang Keras Kalau Elo Udah Masuk PDIP

Kotak Suara | Senin, 26 Agustus 2024 | 15:32 WIB

Nggak Nurut Out! Megawati: Mau Ikut Jadi PDIP atau Mau Dompleng Aja?

Nggak Nurut Out! Megawati: Mau Ikut Jadi PDIP atau Mau Dompleng Aja?

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 15:17 WIB

Terkini

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:02 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:00 WIB

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:55 WIB

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:42 WIB

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:17 WIB

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB