KPAI Beberkan Modus Penculikan Anak Melalui Facebook: Apa yang Harus Waspadai?

Chandra Iswinarno

Kamis, 05 September 2024 | 02:00 WIB
KPAI Beberkan Modus Penculikan Anak Melalui Facebook: Apa yang Harus Waspadai?
Ilustrasi penculikan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Selama Tahun 2023, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan adanya 59 kasus penculikan dan perdagangan anak. Berdasarkan data yang dimiliki KPAI, mayoritas kasus yang dilaporkan melibatkan adopsi ilegal.

Modus operandi para pelaku sering kali mencakup pembentukan yayasan palsu yang berfungsi sebagai kedok untuk aktivitas ilegal mereka.

Mereka memanfaatkan kelemahan dan kerentanan kelompok tertentu, seperti ibu hamil yang ditinggal oleh pasangan, perempuan yang hamil di luar nikah, dan pekerja migran yang pulang dalam kondisi hamil serta menghadapi kekerasan seksual dari majikan.

"Kelompok ini sering kali terjebak dalam situasi yang sangat sulit, seperti kekerasan domestik atau kesulitan ekonomi. Pelaku memanfaatkan kondisi mereka dengan menawarkan solusi palsu melalui iklan di media sosial," ungkap Ketua KPAI Ai Maryati Solihah seperti dilansir Antara, Rabu (4/9/2024).

Lantaran itu, Ai Maryati Solihah menggandeng kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengatasi sindikat perdagangan manusia yang semakin canggih.

Perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial menjadi alat baru bagi sindikat dalam melakukan aksi mereka. Sebelumnya, informasi mengenai praktik ilegal ini tersebar dari mulut ke mulut.

Kini, iklan penjualan anak dapat ditemukan dengan mudah di platform seperti Facebook. KPAI terus bekerja sama dengan Siber Polri dan Kemenkominfo untuk melacak dan menutup jaringan-jaringan ilegal ini.

Polres Metro Depok baru-baru ini membongkar salah satu sindikat besar dalam kasus ini. Berdasarkan laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di Beji, Kota Depok, Unit PPA Satreskrim Polres Metro Depok berhasil mengungkap dan menangkap delapan tersangka.

Sindikat ini menggunakan Facebook untuk mencari ibu yang ingin menjual bayinya dengan iming-iming uang hingga Rp15 juta per bayi. Bayi-bayi tersebut kemudian direncanakan untuk dijual lagi di Bali dengan harga yang bisa mencapai Rp45 juta.

baca juga

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa sindikat ini cukup terorganisir dan menggunakan promosi yang sangat efektif di media sosial.

"Kami menemukan dua bayi yang akan dijual, satu bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Rencananya, bayi-bayi ini akan dibawa ke Bali untuk dijual lebih lanjut," katanya.

Kasus ini merupakan pengingat pentingnya kewaspadaan dan upaya kolektif dalam melawan praktik penculikan dan perdagangan anak. KPAI dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dan memanfaatkan teknologi untuk melindungi anak-anak dari ancaman yang semakin kompleks ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Perempuan di Medan Diduga Lakukan Penculikan Anak: Gemes Pengen Nonjok Aja Mukanya

Ramai Perempuan di Medan Diduga Lakukan Penculikan Anak: Gemes Pengen Nonjok Aja Mukanya

News | Selasa, 07 Mei 2024 | 16:04 WIB

Kronologi Penculikan Anak di Gunung Sahari, Orangtua Tak Sadar Malika Anastasya Dibawa Kabur Yudi

Kronologi Penculikan Anak di Gunung Sahari, Orangtua Tak Sadar Malika Anastasya Dibawa Kabur Yudi

News | Senin, 19 Desember 2022 | 18:48 WIB

Polisi Tak Kunjung Ungkap Kasus Penculikan Anak di Gunung Sahari, Sudah Lebih dari Seminggu Dilaporkan

Polisi Tak Kunjung Ungkap Kasus Penculikan Anak di Gunung Sahari, Sudah Lebih dari Seminggu Dilaporkan

News | Sabtu, 17 Desember 2022 | 06:15 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB