Ironi Startup Kesehatan Mental: Karyawan Dipecat Setelah Curhat Lingkungan Kerja Toxic di Reddit

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Kamis, 12 September 2024 | 15:44 WIB
Ironi Startup Kesehatan Mental: Karyawan Dipecat Setelah Curhat Lingkungan Kerja Toxic di Reddit
Ilustrasi bos yang sedang memarahi karyawannya (Unsplash.com)

Suara.com - Reddit telah menjadi platform populer bagi karyawan untuk berbagi perjuangan pekerjaan, pengalaman kantor, dan masalah di tempat kerja. Berbagai subreddit telah muncul sebagai komunitas tempat karyawan dapat secara anonim berbagi cerita, mencari saran, dan terhubung dengan orang lain yang menghadapi tantangan serupa. Baru-baru ini, seorang mantan karyawan dari perusahaan rintisan kesehatan mental berbagi pengalamannya di Reddit, menjelaskan bagaimana dia diberhentikan dari jabatannya.

Dalam sebuah postingan, dia mengklaim bahwa dia dipecat setelah menyukai postingan LinkedIn yang membahas tempat kerja yang 'toxic'. Dia menggambarkan lingkungan kerja yang menantang dan melaporkan kesulitan dengan manajer dan CEO-nya, menggambarkan perilaku mereka sebagai bermusuhan dan beracun.

Karyawan tersebut menyatakan bahwa budaya kerja berdampak negatif pada kesejahteraan mentalnya, menyebabkan dia merasa kewalahan dan emosional pada saat-saat tertentu, bahkan sampai menangis di toilet kantor. Suatu hari, CEO tersebut diduga meneleponnya dan menuduhnya berbagi informasi palsu tentang perusahaan, yang menyebabkan pemecatannya.

''Manajer yang 'toxic', aturan dan dinamika yang aneh. Manajer itu benar-benar membuat hidup saya seperti neraka di tempat kerja. Dia adalah orang yang sangat bermusuhan dan selalu berpura-pura bodoh ketika CEO berbicara. CEO itu juga sangat beracun; benar-benar serigala berbulu domba. Racun itu mulai memengaruhi saya dengan sangat buruk hingga orang-orang di sekitar saya mengetahuinya. Ada kalanya saya menangis di toilet kantor. Seburuk itu. Saya dipecat karena saya menyukai postingan di LinkedIn yang membahas tentang tempat kerja yang 'toxic',"

"Ini adalah sesuatu yang sangat saya sukai (kesehatan mental karyawan, dll.) jadi menyukai postingan itu tampaknya tidak akan merugikan. Tidak hanya itu, postingan itu sendiri terdengar sangat sangat relevan. Hal berikutnya yang saya tahu adalah CEO saya menelepon saya dan memecat saya dengan mengatakan dia tidak dapat bekerja dengan saya karena tampaknya saya menyebarkan hal-hal yang salah tentang perusahaan,'' tulis postingan itu.

Postingannya mendapat perhatian besar di dunia maya, yang memicu berbagai macam tanggapan dari pengguna media sosial. Banyak yang mengatakan bahwa sungguh ironis bahwa sebuah perusahaan yang berfokus pada kesehatan mental diduga melanggengkan lingkungan kerja yang beracun.

Seorang pengguna menulis, ''perusahaan rintisan kesehatan mental. Sungguh ironis bahwa perusahaan itu berkarat.'' Yang lain berkomentar, ''Saya turut prihatin, tetapi Jujur terasa seperti berkah yang terselubung. Saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi seandainya Anda mencoba berhenti dari pekerjaan ini.''

Yang ketiga berkata, ''Mereka membuktikan bahwa mereka beracun dengan memecat Anda.''

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis! Legenda Real Madrid Jadi Pelatih Pertama yang Gugur di BRI Liga 1

Sadis! Legenda Real Madrid Jadi Pelatih Pertama yang Gugur di BRI Liga 1

Bola | Selasa, 10 September 2024 | 17:31 WIB

Ulasan Novel Paradigma, Cinta Segitiga antara Tokoh dengan Mental Disorder

Ulasan Novel Paradigma, Cinta Segitiga antara Tokoh dengan Mental Disorder

Your Say | Selasa, 10 September 2024 | 09:39 WIB

7 Makanan Kaya Nutrisi Bantu Redakan Gejala Depresi

7 Makanan Kaya Nutrisi Bantu Redakan Gejala Depresi

Lifestyle | Senin, 09 September 2024 | 15:54 WIB

Lupakan Mitos Buruk, Video Game Justru Baik Untuk Kesehatan Mental!

Lupakan Mitos Buruk, Video Game Justru Baik Untuk Kesehatan Mental!

News | Sabtu, 07 September 2024 | 13:24 WIB

Biaya Hidup Mahal, Warga Jakarta Banyak Mengidap Gangguan Mental

Biaya Hidup Mahal, Warga Jakarta Banyak Mengidap Gangguan Mental

Bisnis | Selasa, 03 September 2024 | 17:16 WIB

Bogor Hadirkan Rumah Sakit Khusus Tangani Kecanduan Judi Online

Bogor Hadirkan Rumah Sakit Khusus Tangani Kecanduan Judi Online

Video | Selasa, 03 September 2024 | 10:00 WIB

Terkini

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:45 WIB

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB