Di Depan Perwakilan Asia-Eropa, BRIN Pamer Alat Mitigasi Bencana Berteknologi Geo-AI

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 13 September 2024 | 02:10 WIB
Di Depan Perwakilan Asia-Eropa, BRIN Pamer Alat Mitigasi Bencana Berteknologi Geo-AI
Asia Disaster Management and Civil Protection Expo, Conference (ADEXCO) dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) yang digelar di JIExpo, Jakarta, Kamis (12/9/2024). (Ist).

Suara.com - Desain peta risiko bencana tanah longsor Indonesia berbasis digital dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada perwakilan negara-negara Asia dan Eropa di acara Asia Disaster Management and Civil Protection Expo, Conference (ADEXCO) dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) yang digelar di JIExpo, Jakarta, Kamis (12/9/2024). 

Periset Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa mengatakan peta tersebut dibuat dengan mengkombinasikan antara hasil perekaman lapangan wilayah Indonesia yang berisiko tanah longsor dengan teknologi kecerdasan buatan geospasial (Geospasial Artificial Intelligence/Geo-AI).

Teknologi Geo-AI digunakan periset BRIN supaya setiap wilayah Indonesia yang memiliki risiko bencana tanah longsor dapat disajikan seolah-olah nyata atau virtual reality melalui perangkat elektronik, sehingga mudah dimengerti masyarakat.

"Inovasi ini dipersiapkan untuk menjadi acuan masyarakat supaya terhindar dari risiko bahaya bencana tanah longsor akibat banjir, maupun longsor yang dipicu oleh gempa. Juga alat bagi pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mendeteksi, menganalisa hingga cepat mengambil kebijakan pencegahan," ujarnya dikutip Jumat. 

Menurutnya, belakangan ini tanah longsor ataupun banjir adalah jenis bencana yang mendominasi di Indonesia, sehingga pihaknya menilai keberadaan peta risiko tersebut menjadi sebuah keharusan.

Merujuk data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat sepanjang 2023, Indonesia mengalami sebanyak 5.400 kejadian bencana dan 95 persennya merupakan bencana hidro-meteorologi seperti banjir dan tanah longsor dengan jumlah korban meninggal dan hilang sebanyak 6.061 orang.

Namun, kata dia, karena ketercukupan pendanaan dan luasnya wilayah Indonesia, sehingga inovasi peta risiko bencana yang digarap oleh para periset BRIN dan akademisi tersebut disiapkan baru sebatas untuk Pulau Jawa.

Dia berharap dengan dikenalkannya desain peta risiko bencana berbasis digital dalam forum ADEXCO dan GFSR dapat membuka kesempatan bagi banyak pihak untuk berinvestasi menyukseskan inovasi yang penting ini.

"Memang dibutuhkan kolaborasi antar-lembaga untuk menjawab tantangan ini. Apalagi saat ini dukungan pendanaan untuk penelitian hanya sebesar 0,04 persen dari produk domestik bruto (PDB)," ungkapnya. 

President KORIKA (Collaborative Research and Industrial Innovation in Artificial Intelligence), Hammam Riza juga menekankan perlunya pendekatan terintegrasi dalam menangani masalah pencegahan bencana.

Ia mencatat bahwa kemajuan dalam AI mikroskopis meningkatkan sistem peringatan dini dengan menyediakan informasi yang lebih rinci dan akurat, sehingga meningkatkan pengelolaan risiko terkait bencana.

Dalam acara tersebut, perwakilan Swiss Agency for Development & Cooperation (SDC) Erik Kjaergaard juga menganggap digitalisasi memiliki peran krusial dalam strategi kerjasama internasional. 

"Kemajuan teknologi digital memungkinkan analisis data yang komprehensif sehingga mampu meningkatkan pengambilan keputusan dan perencanaan strategis," katanya.

Sementara, Perwakilan Japan International Cooperation Agency, Hiroyuki Yamamoto mengaku negaranya bakal terus mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh di Indonesia. 

Salah satu alasan dukungan ini adalah karena Indonesia, seperti Jepang, adalah negara vulkanik yang rawan gempa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mati Lampu Pasca Topan Yagi: Warga Hainan Tak Bisa Beli Roti, Uang Digital Terkunci di Ponsel!

Mati Lampu Pasca Topan Yagi: Warga Hainan Tak Bisa Beli Roti, Uang Digital Terkunci di Ponsel!

News | Kamis, 12 September 2024 | 15:13 WIB

Teknologi Mitigasi Bencana RI Naik Kelas, Bisa Ekspor ke Luar Negeri

Teknologi Mitigasi Bencana RI Naik Kelas, Bisa Ekspor ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 12 September 2024 | 11:40 WIB

SIG Buat Semen Hijau, Ini Kata BRIN

SIG Buat Semen Hijau, Ini Kata BRIN

Bisnis | Selasa, 10 September 2024 | 10:24 WIB

Sudan Dilanda Bencana Terparah dalam Dekad Terakhir, Banjir dan Kolera Merenggut Nyawa Ratusan Orang

Sudan Dilanda Bencana Terparah dalam Dekad Terakhir, Banjir dan Kolera Merenggut Nyawa Ratusan Orang

News | Senin, 09 September 2024 | 18:49 WIB

Terkini

Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok

Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:31 WIB

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB

Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Kodim Siapkan Upacara Militer

Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Kodim Siapkan Upacara Militer

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:18 WIB

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:14 WIB

Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor

Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:02 WIB

Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?

Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:54 WIB

Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Praka Farizal Akan Dimakamkan Secara Militer di Kulon Progo

Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Praka Farizal Akan Dimakamkan Secara Militer di Kulon Progo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB

Menkum Supratman Desak Transparansi Kasus Videografer Amsal Sitepu

Menkum Supratman Desak Transparansi Kasus Videografer Amsal Sitepu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:50 WIB