Serangan Pasukan Khusus AS Tewaskan Empat Pemimpin ISIS

Bella | Suara.com

Sabtu, 14 September 2024 | 13:56 WIB
Serangan Pasukan Khusus AS Tewaskan Empat Pemimpin ISIS
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Dalam operasi militer besar yang melibatkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Irak, empat pemimpin senior ISIS dilaporkan tewas. Operasi yang dilaksanakan pada 29 Agustus lalu ini merupakan salah satu serangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menurut pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada hari Jumat.

Operasi ini awalnya disebut berhasil menewaskan 15 anggota ISIS, namun setelah penilaian pasca-serangan, CENTCOM mengonfirmasi bahwa empat pemimpin penting, termasuk kepala manufaktur ISIS di Irak, terbunuh. Salah satu tokoh utama yang tewas adalah Abu Ali al-Tunisi, seorang pemimpin ISIS yang memiliki peran signifikan dalam pengembangan senjata dan pelatihan senjata kimia. Pemerintah AS telah menawarkan hadiah sebesar 5 juta dolar untuk informasi terkait keberadaannya.

Selain itu, dua pemimpin operasi ISIS di wilayah barat Irak juga dilaporkan tewas dalam operasi gabungan ini. Di antara mereka adalah Ahmad Hamid Hussein Abdel Jalil al-Ithawi, yang diyakini bertanggung jawab atas seluruh operasi ISIS di Irak.

Menurut laporan The New York Times, serangan ini melibatkan lebih dari 100 pasukan Operasi Khusus AS dan pasukan Irak dalam serangan fajar tersebut. Dalam insiden ini, lima tentara AS dilaporkan terluka, dengan dua di antaranya harus dievakuasi untuk perawatan lebih lanjut akibat cedera serius.

Operasi ini tidak hanya ditujukan untuk menargetkan para pemimpin ISIS, tetapi juga bertujuan untuk merusak dan menghentikan kemampuan organisasi tersebut dalam merencanakan serta melancarkan serangan terhadap warga Irak, warga AS, dan sekutu di kawasan tersebut. Komandan CENTCOM, Jenderal Erik Kurilla, menegaskan komitmen AS untuk mengalahkan ISIS secara berkelanjutan.

Namun, di tengah keberhasilan ini, Perdana Menteri Irak Mohammad Shia al-Sudani secara terbuka menyerukan penarikan pasukan AS dari Irak, di bawah tekanan dari Iran dan milisi yang didukung Teheran. Saat ini, sekitar 2.500 personel militer AS masih berada di Irak untuk membantu pemerintah setempat memerangi ancaman ISIS.

Meski kelompok ISIS telah mengalami kerugian besar selama beberapa tahun terakhir, Pentagon memperingatkan bahwa organisasi ini sedang berusaha untuk bangkit kembali. Hingga pertengahan 2024, ISIS tercatat telah mengklaim 153 serangan di Irak dan Suriah, dengan sekitar 2.500 militan yang masih berkeliaran di kedua negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema Umat Katolik di Pemilu AS, Paus Fransiskus Serukan 'Pilih Kejahatan yang Lebih Kecil'

Dilema Umat Katolik di Pemilu AS, Paus Fransiskus Serukan 'Pilih Kejahatan yang Lebih Kecil'

News | Sabtu, 14 September 2024 | 13:31 WIB

AS Pagari Mobil Listrik China, Tarif Naik hingga 100 Persen

AS Pagari Mobil Listrik China, Tarif Naik hingga 100 Persen

Otomotif | Sabtu, 14 September 2024 | 11:23 WIB

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Bisnis | Sabtu, 14 September 2024 | 09:30 WIB

Pilpres AS Bawa Sentimen Positif, Rupiah Berotot Pagi Ini

Pilpres AS Bawa Sentimen Positif, Rupiah Berotot Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 13 September 2024 | 10:56 WIB

Hamas Siap Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Tapi Israel Terus Lakukan Serangan

Hamas Siap Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Tapi Israel Terus Lakukan Serangan

News | Kamis, 12 September 2024 | 21:35 WIB

Donald Trump Tuduh Imigran Haiti Culik Kucing untuk Dimakan, Ternyata Warga Negara AS

Donald Trump Tuduh Imigran Haiti Culik Kucing untuk Dimakan, Ternyata Warga Negara AS

News | Jum'at, 13 September 2024 | 03:55 WIB

Peringatan Keras untuk AS, Tiongkok Ancam Tumpas Setiap Serangan Asing di Laut Cina Selatan

Peringatan Keras untuk AS, Tiongkok Ancam Tumpas Setiap Serangan Asing di Laut Cina Selatan

News | Jum'at, 13 September 2024 | 04:05 WIB

Terkini

Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan

Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:21 WIB

KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot

KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:17 WIB

Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela

Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:15 WIB

Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka

Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:07 WIB

Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!

Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:04 WIB

Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif

Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru

Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:55 WIB

Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario

Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:28 WIB

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:20 WIB