Cinta yang Berubah Menjadi Teror, Suami di Jepang Ditangkap karena Ganggu Istri dengan Telepon

Andi Ahmad S | Suara.com

Kamis, 19 September 2024 | 18:24 WIB
Cinta yang Berubah Menjadi Teror, Suami di Jepang Ditangkap karena Ganggu Istri dengan Telepon
Ilustrasi Telepon

Suara.com - Kisah cinta berujung teror baru-baru ini terjadi di Jepang, lantaran telah melakukan teror kepada istrinya sendiri menggunakan telepon.

Peristiwa itu dialami oleh seorang pria asal Jepang berusia 38 tahun. Kini dia ditangkap karena telah menguntit sang istri sendiri dengan telepon lebih dari 100 kali secara anonim.

Hal itu terjadi pada tanggal 10 Juli lalu, seorang wanita berusia 31 tahun dari Amagasaki, di Prefektur Hyogo Jepang, mulai menerima panggilan telepon aneh dari seseorang yang hanya diam sampai dia menutup telepon karena frustrasi.

Hal ini berlangsung selama berminggu-minggu, karena panggilan tersebut berasal dari nomor telepon anonim, sehingga remaja putri tersebut tidak dapat memblokir panggilan tersebut begitu saja.

Hampir setiap hari dia mendapat lusinan panggilan telepon, tetapi terkadang, penguntit telepon menelepon lebih dari 100 kali sehari.

Untungnya, telepon tersebut tidak pernah berdering pada malam hari atau ketika dia sedang bermain video game di telepon suaminya, yang akhirnya membuatnya berpikir tentang siapa penelepon misterius itu.

Saat bulan Juli memasuki bulan Agustus dan panggilan telepon terus berdatangan, wanita yang putus asa itu mulai memikirkan cara untuk mengungkap penguntitnya. Semakin dia menganalisis pola panggilan tersebut, semakin dia curiga terhadap suaminya.
Satu-satunya saat dia tidak pernah menerima panggilan yang mengganggu adalah pada malam hari ketika mereka tidur di ranjang yang sama, dan ketika dia menggunakan ponselnya untuk bermain video game.

Akhirnya, wanita berusia 31 tahun itu melapor ke polisi untuk membantunya memecahkan misteri tersebut, dan menceritakan kepada mereka kecurigaannya bahwa suaminya mungkin adalah penguntitnya.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas membenarkan ketakutan wanita tersebut, dan pada tanggal 4 September, suaminya ditangkap di Amagasaki karena melanggar undang-undang anti-penguntit di Jepang.

Ketika ditanya mengapa dia melecehkan istrinya sendiri selama lebih dari sebulan dengan telepon anehnya, pria tersebut hanya menjawab “Saya mencintai istri saya, dan meneleponnya tanpa berkata apa-apa,” seolah-olah penguntitan tersebut adalah bukti cintanya pada istrinya. .

Bukan hal yang aneh bagi pasangan suami-istri di Jepang untuk tinggal terpisah, terutama ketika salah satu dari mereka harus pindah karena pekerjaan mereka, dan terkadang salah satu dari pasangan menjadi sangat iri sehingga mereka mulai menguntit pasangannya.

Namun, polisi di Amagasaki telah mengonfirmasi bahwa ini adalah kasus penguntitan telepon pertama yang melibatkan pasangan yang tinggal bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Ayah Pasang Kamera Pengintai di Kepala Anak, Alasannya Bikin Syok

Viral! Ayah Pasang Kamera Pengintai di Kepala Anak, Alasannya Bikin Syok

News | Kamis, 19 September 2024 | 18:09 WIB

Macam-Macam Gantungan Tas Nagita Slavina, Ada Labubu Imut hingga Hermes Rp23 Juta

Macam-Macam Gantungan Tas Nagita Slavina, Ada Labubu Imut hingga Hermes Rp23 Juta

Lifestyle | Kamis, 19 September 2024 | 17:41 WIB

Daftar Nomor Kontak Darurat di Indonesia, Penting untuk Situasi Mendesak!

Daftar Nomor Kontak Darurat di Indonesia, Penting untuk Situasi Mendesak!

Lifestyle | Kamis, 19 September 2024 | 16:58 WIB

Terkini

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB