Sejarah Pertumpahan Darah Israel vs Hizbullah

Andi Ahmad S | Suara.com

Rabu, 25 September 2024 | 00:58 WIB
Sejarah Pertumpahan Darah Israel vs Hizbullah
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)

1992-1996: Kebangkitan Politik Hizbullah

Setelah berakhirnya perang saudara di Lebanon pada tahun 1992, Hizbullah beralih menjadi pemain politik, memenangkan delapan kursi di parlemen Lebanon yang beranggotakan 128 orang.

Selama bertahun-tahun, pengaruhnya semakin berkembang, baik secara politik maupun militer, terutama karena mereka memberikan layanan sosial yang luas di wilayah yang didominasi Syiah.

Pada saat yang sama, perlawanan terhadap pasukan Israel terus berlanjut. Pada tahun 1993, Israel meluncurkan "Operasi Akuntabilitas" sebagai pembalasan atas serangan Hizbullah di Israel utara, yang menyebabkan konflik singkat namun intens yang menewaskan 118 warga sipil Lebanon. Kekerasan meningkat lagi pada tahun 1996 dengan “Operasi Anggur Kemarahan,” ketika Israel berusaha untuk menekan Hizbullah.

2000-2006: Penarikan Israel dan Perang Juli

Pada bulan Mei 2000, Israel secara sepihak menarik diri dari Lebanon selatan setelah hampir dua dekade mendudukinya, sebuah tindakan yang sebagian besar disebabkan oleh perlawanan Hizbullah. Kemenangan ini memperkuat status Hizbullah tidak hanya sebagai milisi, namun juga sebagai kekuatan politik yang tangguh di Lebanon dan simbol perlawanan Arab terhadap Israel.

Pada tahun 2006, ketegangan memuncak ketika Hizbullah menangkap dua tentara Israel, yang menyebabkan Perang Juli. Konflik selama 34 hari tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa: 1.200 warga Lebanon dan 158 warga Israel.

2009-2024: Konflik Regional

Pada tahun 2009, Hizbullah bukan lagi sekedar milisi atau gerakan perlawanan dan telah menjadi kekuatan militer dan politik yang dominan di Lebanon. Kekuatan ini semakin ditunjukkan selama perang saudara di Suriah.

Mulai tahun 2012, Hizbullah melakukan intervensi atas nama rezim Assad, sebuah langkah yang membuat mereka kehilangan dukungan dari negara-negara Arab, namun memperkuat aliansi mereka dengan Iran dan memperkuat pengalaman mereka di medan perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pagi Tadi Jet Tempur Israel Luncurkan Serangan di Wilayah Selatan dan Timur Lebanon, Ini Yang Terjadi

Pagi Tadi Jet Tempur Israel Luncurkan Serangan di Wilayah Selatan dan Timur Lebanon, Ini Yang Terjadi

News | Selasa, 24 September 2024 | 20:16 WIB

Update Serangan Udara Israel di Lebanon: Komandan Lapangan Hamas Hussein Mahmoud al-Nader Tewas

Update Serangan Udara Israel di Lebanon: Komandan Lapangan Hamas Hussein Mahmoud al-Nader Tewas

News | Selasa, 24 September 2024 | 20:04 WIB

Terus Luncurkan Roket, Berani Tidak Israel Serang Lebanon Lewat Jalur Darat?

Terus Luncurkan Roket, Berani Tidak Israel Serang Lebanon Lewat Jalur Darat?

News | Selasa, 24 September 2024 | 19:38 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB