Serba-Serbi Sesar Garsela Zona Paling Aktif di Jawa, Seberapa Merusak Kekuatan Gempa Buminya?

Rifan Aditya

Rabu, 25 September 2024 | 18:44 WIB
Serba-Serbi Sesar Garsela Zona Paling Aktif di Jawa, Seberapa Merusak Kekuatan Gempa Buminya?
Ilustrasi gempa bumi (Freepik/wirestock)

Suara.com - Pada hari Rabu, 18 September 2024, Kabupaten Bandung mengalami guncangan gempa dengan kekuatan Magnitudo 5.0. Gempa ini diakibatkan oleh pergerakan dari Sesar Garsela, salah satu sesar aktif di wilayah Jawa Barat.

Dimana lokasi Sesar Garsela? Seperti apa pergerakan sesar ini? Apakah dampaknya sangat berbahaya bagi wilayah Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya? Serba-serbi tentang Sesar Garsela akan dijelaskan dengan lengkap dalam artikel ini.

Gempa Bandung

Gempa bumi di Bandung (18/9) ini terjadi tepatnya pada pukul 09.41 WIB di pagi hari, dengan pusat gempa berada pada koordinat 7.19 derajat Lintang Selatan dan 107.67 derajat Bujur Timur. Lokasi gempa tersebut terletak sekitar 24 kilometer di tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman yang relatif dangkal yaitu 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi bahwa gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal, yang dipicu oleh aktivitas di Sesar Garsela.

Sesar Garsela, juga dikenal sebagai Sesar Garut Selatan, merupakan salah satu jalur sesar aktif yang membentang sepanjang 42 kilometer, mulai dari Kabupaten Garut hingga mencapai wilayah selatan Bandung.

Sesar ini memiliki riwayat aktivitas yang cukup signifikan, dan dikenal sebagai salah satu sumber gempa bumi yang sering terjadi di wilayah tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas sesar ini guna mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan atau dampak lainnya.

Apa itu Sesar Garsela?

Sesar Garsela, juga dikenal sebagai Sesar Garut Selatan, merupakan salah satu patahan paling aktif yang berada di Pulau Jawa dan memiliki potensi besar untuk menimbulkan gempa kuat di wilayah sekitarnya.

Patahan ini memanjang hingga 42 kilometer, mulai dari Kabupaten Garut dan membentang ke arah selatan menuju Bandung. Terdapat dua segmen utama dalam patahan ini, yaitu Segmen Rakutai yang panjangnya mencapai 19 kilometer dan Segmen Kencana sepanjang 17 kilometer.

Kedua segmen ini sering kali memicu aktivitas seismik yang signifikan, seperti yang terlihat pada gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan Garut pada 18 September 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggolongkan Sesar Garsela sebagai bagian dari zona deformasi aktif.

baca juga

Artinya, sesar ini mungkin memiliki lebih banyak segmen daripada yang telah terpetakan sebelumnya, seperti Segmen Rakutai dan Kencana. Bahkan, gempa terbaru yang terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh segmen baru yang terbentuk di patahan tersebut.

Walaupun penelitian terkait Sesar Garsela masih terbatas, sejumlah kajian telah menemukan bukti-bukti berupa longsoran, offset, serta kekar yang mengindikasikan adanya aktivitas pergerakan patahan mendatar ke kanan (strike-slip dextral). Beberapa penelitian juga menyebutkan potensi adanya komponen patahan naik, yang semakin memperkuat gerakan sesar ini.

Lokasi Sesar Garsela yang berada di dekat daerah pemukiman menjadikannya ancaman serius, terutama karena gempa yang dihasilkannya berpotensi menimbulkan kerusakan yang luas.

Risiko ini semakin besar di area yang batuannya telah mengalami pelapukan, karena material yang rapuh cenderung memperkuat getaran gempa. Seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung, di mana lapisan batuan kuarter yang lemah memperburuk dampak dari gempa tersebut.

Mengingat tingginya aktivitas seismik pada patahan ini, diperlukan pemantauan yang lebih intensif dan kajian mendalam agar risiko bencana dapat diminimalkan di masa depan.

Kenapa Sesar Garsela Menjadi Zona Paling Aktif di Jawa?

Sesar Garsela dikenal sebagai salah satu zona gempa paling aktif di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan oleh karakteristik geologis yang khas serta lokasinya yang sangat rentan terhadap aktivitas seismik.

Firman, seorang ahli geologi, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya aktivitas gempa di kawasan ini adalah posisi Sesar Garsela yang berada di wilayah selatan Pulau Jawa.

Letak sesar ini berdekatan dengan zona subduksi, yakni pertemuan antara dua lempeng tektonik besar: Indo-Australia dan Eurasia. Proses subduksi ini menghasilkan tekanan luar biasa yang akhirnya mengaktifkan pergerakan sesar-sesar di sekitarnya, termasuk Sesar Garsela.

Selain tekanan dari subduksi, kawasan tempat Sesar Garsela berada, yang membentang dari timur laut Kertasari hingga dekat Gunung Papandayan, diyakini memiliki struktur geologi yang relatif lebih rapuh. Kondisi ini menyebabkan area tersebut lebih mudah mengalami pergeseran lempeng tektonik, yang sering kali memicu terjadinya gempa bumi.

Panjang keseluruhan Sesar Garsela mencapai 36 kilometer, dengan dua segmen utamanya, yaitu segmen Rakutai sepanjang 19 kilometer dan segmen Kencana sepanjang 17 kilometer. Keberadaan sesar sepanjang ini menambah potensi gempa kuat dan berulang di kawasan tersebut.

Meski begitu, penelitian yang lebih mendalam tentang kondisi bawah permukaan di kawasan ini masih sangat terbatas. Akibatnya, rincian mengenai struktur geologi serta distribusi zona lemah belum sepenuhnya terungkap.

Keterbatasan data ini menghambat pemahaman menyeluruh tentang mengapa Sesar Garsela menunjukkan aktivitas gempa yang lebih intens dibandingkan dengan area lain di Jawa.

Oleh karena itu, diperlukan studi lanjutan untuk memperjelas karakteristik sesar ini dan mengurangi risiko bencana di masa depan.

Potensi Gempa di Zona Sesar Garsela

Kemungkinan terjadinya gempa yang diakibatkan oleh Sesar Garsela hingga kini belum bisa dipastikan secara akurat, terutama dalam hal perkiraan kekuatan maksimal gempa yang dapat dipicu oleh patahan tersebut. Firman menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh terbatasnya data yang tersedia serta kurangnya informasi yang menyeluruh mengenai aktivitas sesar ini.

Saat ini, Pusat Survei Geologi (PusSGeN) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengintensifkan penelitian terkait Sesar Garsela untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci, termasuk potensi kekuatan gempa maksimum yang mungkin terjadi.

Meskipun demikian, dengan mengacu pada kejadian gempa yang dipicu oleh sesar-sesar aktif lainnya di Pulau Jawa, Sesar Garsela diperkirakan berpotensi menimbulkan gempa berkekuatan antara magnitudo 6 hingga 6,5. Penelitian yang dilakukan oleh PusSGeN pada tahun 2017 juga telah membuktikan bahwa sesar ini masih aktif, sehingga risiko terjadinya gempa besar di masa mendatang tetap harus diwaspadai.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa akibat aktivitas Sesar Garsela sangat bergantung pada beberapa faktor, antara lain jarak dari pusat gempa, kondisi tanah di area terdampak, serta kualitas infrastruktur dan bangunan di wilayah tersebut.

Sebagaimana yang terjadi pada gempa baru-baru ini, wilayah Kertasari mengalami kerusakan yang cukup parah karena posisinya sangat dekat dengan pusat gempa. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan pemantauan terhadap hasil penelitian terbaru mengenai Sesar Garsela agar risiko bencana di kawasan yang rawan dapat diminimalisasi.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesar Garsela di Mana? Patahan yang Menjadi Pemicu Gempa Bumi Bandung

Sesar Garsela di Mana? Patahan yang Menjadi Pemicu Gempa Bumi Bandung

News | Rabu, 25 September 2024 | 17:15 WIB

Lokasi Sesar Garsela di Mana? Sejarah Mencatat Jadi yang Teraktif di Jabar

Lokasi Sesar Garsela di Mana? Sejarah Mencatat Jadi yang Teraktif di Jabar

News | Rabu, 25 September 2024 | 12:39 WIB

Gempa 4.4 Magnitudo Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa ke Bogor Hingga Garut

Gempa 4.4 Magnitudo Guncang Sukabumi, Getarannya Terasa ke Bogor Hingga Garut

News | Selasa, 24 September 2024 | 07:55 WIB

Pagi Ini, Gempa Bumi Bermagnitudo 4.4 Guncang Sukabumi

Pagi Ini, Gempa Bumi Bermagnitudo 4.4 Guncang Sukabumi

News | Selasa, 24 September 2024 | 07:47 WIB

Bencana Ganda Guncang Jepang, Gempa dan Hujan Deras Tewaskan Sejumlah Warga

Bencana Ganda Guncang Jepang, Gempa dan Hujan Deras Tewaskan Sejumlah Warga

News | Selasa, 24 September 2024 | 02:40 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×