Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya

Rifan Aditya

Minggu, 29 September 2024 | 16:47 WIB
Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya
Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya (ist)

Suara.com - Peringatan hari G30S/PKI akan selalu mengingatkan kita dengan korban peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia tersebut. Di antara korban yang tewas, ada korban G30S PKI yang selamat. Siapakah mereka? Cek informasinya di sini.

Pada malam pergantian waktu 30 September 1965 dan 1 Oktober 1965 telah terjadi peristiwa kelam dalam sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia. Peristiwa itu disebut dengan G30S PKI. Dalam kejadian tersebut ada tujuh jenderal TNI Angkatan Darat yang diculik sampai disiksa.

Ketujuh jenderal tersebut antara lain Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Mayjen S.Parman, Mayjen MT. Haryono, Mayjen DI Pandjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Pierre Tendean.

Di antara korban, ada satu jenderal yang berhasil selamat, yakni Abdul Haris Nasution atau AH Nasution. Korban G30S/PKI yang selamat ini beruntung pada malam itu karena Johanna Sunarti, istri Jenderal AH Nasution merasa tidak enak dengan situasi politik saat itu.

Johanna merasa suaminya akan dibunuh. Pada malam naas, Johanna menutup dan menatap pintu kamar di kediaman mereka di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Johanna bertahan supaya suaminya memiliki waktu untuk melarikan diri melompati pagar rumah.

Selain AH Nasution, ada ajudan jenderal AH Nasution yang mengorbankan diri, yaitu Kapten Pierre Tendean. Ia mengaku sebagai AH Nasution yang kemudian gugur di lokasi dan tubuhnya dibawa ke Lubang Buaya bersama jenderal lainnya.

Keselamatan AH Nasution harus dibayar mahal dengan kematian putri bungsunya, Ade Irma Nasution. Ia terkena tembak dan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Profil Jenderal AH Nasution

Jenderal AH Nasution merupakan sosok jenderal yang tegas, cerdas, dan berintegritas. Ia ikut melawan dan menentang ideologi komunis di Indonesia. Oleh karenanya ia menjadi salah satu target utama PKI dalam peristiwa G30S/PKI.

Jenderal AH Nasution menjabat sebagai Kepala Staf ABRI. Ia menjadi satu-satunya target PKI yang selamat dan tetap hidup dari tragedi tersebut. Meskipun kakinya mengalami cedera akibat usahanya kabur dengan melompat pagar.

baca juga

Jenderal AH Nasution lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada 3 Desember 1918. Ia memiliki dua putri yakni Ade Irma Suryani Nasution dan Hendrianti Saharah Nasution. Ade Irma meninggal paska terkena peluru di malam naas serangan 30 September 1965.

Asal Usul Keluarga AH Nasution

Jenderal Nasution berasal dari keluarga petani dan menempuh pendidikan di HIS (Holandsch Inlandsche School). Ia tamat di tahun 1932. Setelah itu melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah dan tamat di tahun 1935.

Jenderal Nasution juga melanjutkan pendidikan sampai ke Yogyakarta ke sekolah guru. Di tahun 1938, Jenderal Nasution menempuh pendidikan lanjutan ke AMS (Algemeene Middelbare School) bagian B di Jakarta dan lulus tahun 1938.

Sekitar dua tahun kemudian, di tahun 1940, AH Nasution mendaftar di sekolah perwira cadangan bentukan belanja. Lulus dari pendidikan militer, Jenderal Nasution ditempatkan sebagai pembantu letnan di Surabaya.

Jenderal nasution adalah penggagas perang gerilya di Indonesia. Metode perang tersebut semakin leluasa dikembangkan ketika AH Nasution diangkat menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan ketika agresi militer Belanda di tahun 1948-1949.

Setelah itu, Jenderal Nasution diangkat Presiden Soekarno menjadi Wakil Panglima Besar TNI di bawah kepemimpinan Jenderal Besar Sudirman. Di akhir tahun 1949, Jenderal Nasution menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Demikian itu informasi mengenai korban G30S PKI yang selamat. Semoga bermanfaat untuk kamu.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sang Jenderal Menghapus Dendam Lama, Kisah Anak Pahlawan Revolusi Memaafkan Peristiwa Kelam 65

Sang Jenderal Menghapus Dendam Lama, Kisah Anak Pahlawan Revolusi Memaafkan Peristiwa Kelam 65

Lifestyle | Minggu, 29 September 2024 | 09:20 WIB

Rocky Gerung Samakan Kasus Fufufafa Seperti G30S PKI: 20 Tahun Lagi Baru Terungkap

Rocky Gerung Samakan Kasus Fufufafa Seperti G30S PKI: 20 Tahun Lagi Baru Terungkap

Tekno | Sabtu, 28 September 2024 | 10:16 WIB

Tanggal 30 September 2024 Hari Apa, Libur Atau Tidak?

Tanggal 30 September 2024 Hari Apa, Libur Atau Tidak?

Lifestyle | Senin, 23 September 2024 | 20:52 WIB

Berdurasi 4 Jam Lebih, Ini Link Nonton Film G30S PKI

Berdurasi 4 Jam Lebih, Ini Link Nonton Film G30S PKI

Lifestyle | Senin, 23 September 2024 | 13:09 WIB

G30S (tanpa) PKI

G30S (tanpa) PKI

Lifestyle | Jum'at, 20 September 2024 | 10:30 WIB

Terkini

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:45 WIB

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:10 WIB

×