Dampak Fatal Normalisasi KDRT Bisa Berujung Sebabkan Femisida Terhadap Perempuan

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 20 September 2024 | 21:33 WIB
Dampak Fatal Normalisasi KDRT Bisa Berujung Sebabkan Femisida Terhadap Perempuan
Ilustrasi KDRT. (Pixabay/tumisu)

Suara.com - Normalisasi terhadap aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berisiko sebabkan terjadinya femisida atau kejahatan berbasis jenis kelamin, terutama pada perempuan.

Pegiat Hak Perempuan Anindya Joediono menceritakan pengalamannya selama membela perempuan yang korban KDRT, dia mengungkap kalau femisida bisa berakhir terhadap pembunuhan.

"Ketika kekerasan dalam rumah tangga dianggap sebagai hal yang wajar dan tidak mendapatkan penanggulangan yang memadai, hal ini menciptakan iklim di mana kekerasan semakin parah tanpa adanya intervensi yang efektif," kata Anindya dikutip dari siaran langsung bersama Instagram Indonesia Hapus Femisida, Jumat (20/9/2024).

Menurut Anindya, KDRT yang berujung femisida tidak serta merta terjadi dalam satu malam. Biasanya kekerasan telah terjadi secara berkala, namun korban tidak berani meminta bantuan orang lain atau bahkan melaporkan ke polisi.

Gejala femisida yang paling mudah terlihat ialah adanya pembiaran terhadap tindak kekerasan dari pasangan. Bahkan ada tudingan kalau korban bersalah sehingga pantas mendapat kekerasan.

"Biasanya sebelum jadi ekstrim itu sudah ada gejala. Nah, ini biasanya ketika itu masih menjadi kekerasan yang mungkin dianggap kecil, itu diabaikan," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa jenis KDRT tidak hanya secara fisik. Tapi juga ada berupa kekerasan mental, pelemahan ekonomi, hingga kekerasan seksual dalan rumah tangga.

Berdasarkan pengalamannya membela korban kekerasan, Anindya mengungkapkan bahwa seseorang yang bahkan berani lakukan kekerasan psikologis sejak masih pacaran pun cenderung akan mengulangi tindakannya ketika sidah menikah dan jadi pelaku KDRT.

"Baru pacaran sudah berani ngatur-ngatur sampai ke hal yang mikro, jangan-jangan nanti waktu nikah akan lebih parah. Dan kejadian waktu nikah eskalasi jadi kekerasan fisik. Sebelumnya waktu pacaran mungkin masih ke abuse psikologis ya, masih berupa verbal, psikologis, menjauhkan dari teman, dari keluarga. Tapi ternyata ketika sudah nikah naik ke kekerasan fisik," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekeliruan Konstruksi Sosial Di Masyarakat Disebut Turut Sebabkan Korban KDRT Pilih Bungkam

Kekeliruan Konstruksi Sosial Di Masyarakat Disebut Turut Sebabkan Korban KDRT Pilih Bungkam

News | Jum'at, 20 September 2024 | 20:09 WIB

Kejang-kejang hingga Sekujur Tubuh Luka, Motif Ibu Tiri di Cilincing Aniaya 2 Anak Sambung Gegara Susu Tumpah

Kejang-kejang hingga Sekujur Tubuh Luka, Motif Ibu Tiri di Cilincing Aniaya 2 Anak Sambung Gegara Susu Tumpah

News | Rabu, 18 September 2024 | 15:55 WIB

Bos Besar Yamaha Dilaporkan Karena Kasus KDRT

Bos Besar Yamaha Dilaporkan Karena Kasus KDRT

Otomotif | Selasa, 17 September 2024 | 14:44 WIB

Kasus KDRT: Polisi Sebut Cut Intan Nabila Masih Belum Berikan Rekaman CCTV

Kasus KDRT: Polisi Sebut Cut Intan Nabila Masih Belum Berikan Rekaman CCTV

Video | Rabu, 11 September 2024 | 15:05 WIB

Tiap Kali Lihat Anak-Anak, Cut Intan Nabila Teringat Peristiwa Dianiaya Suami

Tiap Kali Lihat Anak-Anak, Cut Intan Nabila Teringat Peristiwa Dianiaya Suami

Entertainment | Rabu, 11 September 2024 | 18:15 WIB

Berkas Kasus KDRT Dikembalikan Jaksa, Cut Intan Nabila Diperiksa Lagi

Berkas Kasus KDRT Dikembalikan Jaksa, Cut Intan Nabila Diperiksa Lagi

Entertainment | Rabu, 11 September 2024 | 16:27 WIB

Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus KDRT Cut Intan Nabila ke Polisi, Ada Apa?

Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus KDRT Cut Intan Nabila ke Polisi, Ada Apa?

Entertainment | Rabu, 11 September 2024 | 12:57 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:23 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan

Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan

Jogja | Selasa, 08 September 2026 | 14:18 WIB

7 Cara Memilih Pembersih Udara yang Efektif untuk Kamar Tidur

7 Cara Memilih Pembersih Udara yang Efektif untuk Kamar Tidur

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 14:17 WIB

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Jangan Harap Punya Pemimpin Berkualitas Jika Warganya Buta Politik

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 14:15 WIB

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

Menara Eiffel Ditutup, Buntut Pekerja Wanita Diskriminasi saat Kunjungan Umat Keagamaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:13 WIB

Stok Beras Jateng Melimpah 1,5 Juta Ton, tapi Kok Harga Malah Naik? Ini Kata Gubernur Ahmad Luthfi

Stok Beras Jateng Melimpah 1,5 Juta Ton, tapi Kok Harga Malah Naik? Ini Kata Gubernur Ahmad Luthfi

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 14:11 WIB

Harga Sawit Riau Periode 9-15 September Meroket, Nyaris Rp4 Ribu per Kg

Harga Sawit Riau Periode 9-15 September Meroket, Nyaris Rp4 Ribu per Kg

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 14:10 WIB

×