PBB Kecam Israel: Serangan Terhadap Petani Palestina Ancam Kedaulatan Pangan dan Hak Asasi

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Kamis, 17 Oktober 2024 | 05:18 WIB
PBB Kecam Israel: Serangan Terhadap Petani Palestina Ancam Kedaulatan Pangan dan Hak Asasi
Tentara Israel bersiaga dengan senjata mereka dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Desember 2020. [Dok.Antara]

Suara.com - Para ahli PBB pada Rabu (16/10) mengingatkan Israel untuk menghentikan serangan terhadap petani Palestina yang dilakukan oleh pemukim ilegal, yang juga mengancam hasil panen zaitun mereka.

Dalam sebuah pernyataan, para ahli menekankan bahwa petani Palestina di Tepi Barat yang diduduki, yang sangat bergantung pada panen zaitun sebagai sumber mata pencaharian, sedang menghadapi "musim panen zaitun yang paling berbahaya" yang pernah ada.

Praktik yang terus berlangsung dari pihak Israel juga mengancam kedaulatan pangan keluarga Palestina dan merupakan "serangan tambahan terhadap hak penentuan nasib sendiri Palestina."

"Pada tahun 2023, panen mereka terhambat oleh peningkatan signifikan pada pembatasan pergerakan serta kekerasan yang dilakukan oleh pasukan dan pemukim Israel," ujar para ahli.

"Tahun lalu, masyarakat Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, mengalami tingkat kekerasan pemukim Israel yang tertinggi, termasuk serangan fisik terhadap warga Palestina, pembakaran atau perusakan properti dan tanaman, pencurian ternak, serta pencegahan akses ke tanah, air, dan area penggembalaan, yang mengakibatkan jumlah pengungsi Palestina yang mencapai rekor setelah dipaksa meninggalkan rumah dan tanah mereka."

"Israel juga menyita lebih banyak tanah Palestina pada tahun lalu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam tiga dekade terakhir," tambah mereka.

Para ahli menyatakan bahwa pembatasan pada panen zaitun, penghancuran kebun, dan larangan akses ke sumber air merupakan "upaya Israel untuk memperluas pemukiman ilegal."

Pada tahun 2023, lebih dari 96.000 dunum lahan zaitun di seluruh Tepi Barat yang diduduki tidak dapat dipanen karena pembatasan oleh Pemerintah Israel, yang menyebabkan kerugian mencapai 1.200 ton minyak zaitun senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp15,6 miliar).

"Situasi ini diharapkan akan memburuk karena pihak berwenang Israel semakin sering mencabut atau tidak menerbitkan izin 'koordinasi sebelumnya' yang diperlukan bagi petani untuk mengakses tanah mereka di berbagai wilayah," kata para ahli.

"Selama musim 2023, hampir seluruh persetujuan tersebut dibatalkan, dan gerbang pertanian yang ada di sepanjang Pembatas Tepi Barat sebagian besar ditutup, yang semakin menyulitkan akses."

Mereka mendesak pasukan Israel untuk tidak mengganggu panen zaitun tahun ini.

"Israel, berdasarkan hukum internasional, harus segera mengakhiri pendudukan tanah Palestina, yang termasuk pencaplokan melalui segregasi rasial dan apartheid, serta menghentikan semua aktivitas pemukiman baru dan mengevakuasi semua pemukim dari wilayah Palestina yang diduduki."

"Israel juga berkewajiban memberikan kompensasi penuh atas kerusakan yang disebabkan oleh pelanggaran hak asasi manusia, termasuk mengembalikan tanah dan mengizinkan orang Palestina yang terpaksa mengungsi untuk kembali ke rumah mereka," tambah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya! Ini Yang Akan Terjadi Jika Israel Serang Nuklir Iran

Bahaya! Ini Yang Akan Terjadi Jika Israel Serang Nuklir Iran

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 23:21 WIB

Israel Blokade Lembah Beqaa di Lebanon Timur, Hizbullah Terus Melawan

Israel Blokade Lembah Beqaa di Lebanon Timur, Hizbullah Terus Melawan

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 21:08 WIB

Serangan Israel di Nabatiyeh, Enam Orang Tewas Termasuk Seorang Wali Kota

Serangan Israel di Nabatiyeh, Enam Orang Tewas Termasuk Seorang Wali Kota

News | Kamis, 17 Oktober 2024 | 04:10 WIB

Shaban Al Dhalu, Sosok Pemuda 19 Tahun yang Terbakar Hidup-hidup Akibat Serangan Israel di Gaza

Shaban Al Dhalu, Sosok Pemuda 19 Tahun yang Terbakar Hidup-hidup Akibat Serangan Israel di Gaza

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 18:39 WIB

Kabar Duka! Pemain Timnas Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel

Kabar Duka! Pemain Timnas Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel

Bola | Rabu, 16 Oktober 2024 | 17:43 WIB

Seorang Pemuda Terbakar Hidup-hidup saat Serangan Israel di Komplek Rumah Sakit Al-aqsa

Seorang Pemuda Terbakar Hidup-hidup saat Serangan Israel di Komplek Rumah Sakit Al-aqsa

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:58 WIB

Terkini

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:27 WIB

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB