Berpengalaman dalam Reformasi Pendidikan, Ini Rekam Jejak Satryo Soemantri Brodjonegoro

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 18 Oktober 2024 | 20:31 WIB
Berpengalaman dalam Reformasi Pendidikan, Ini Rekam Jejak Satryo Soemantri Brodjonegoro
Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro. (istimewa)

Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi salah satu tokoh yang diundang oleh Presiden RI terpilih Prabowo Subianto untuk berkunjung ke kediamannya di Kartanegara pada Senin (14/10/2024). Sosoknya digadang-gadang akan mengisi salah satu posisi kementerian dalam kabinet pemerintahan Prabowo - Gibran. Bagaimana sepak terjang karier Satryo Soemantri Brodjonegoro?

Suara.com - Memiliki latar belakang yang kuat pada bidang pendidikan tinggi serta pengalaman luas dalam reformasi pendidikan, Satryo diyakini sebagai kandidat yang potensial untuk mengisi peran penting dalam pemerintahan Prabowo. Dia dinilai tengah dipertimbangkan sebagai kandidat Menteri Pendidikan Tinggi.

Karier Satryo Soemantri Brodjonegoro

Profesor Satryo Soemantri Brodjonegoro merupakan akademisi. Pria kelahiran Delft, Belanda pada 5 Januari 1956 ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) pada periode 2018-2023.

Satryo menjabat sebagai anggota AIPI sejak tahun 2008. Sosoknya menjadi keanggotaan Komisi Ilmu Rekayasa serta Kepakaran Mechanical Engineering. Sebelumnya, Satryo Soemantri Brodjonegoro menjabat sebagai Wakil Ketua AIPI pada periode tahun 2013-2018.

Profesor yang masuk dalam 49 tokoh yang diundang oleh Prabowo itu berhasil meraih gelar Ph.D di bidang teknik mesin, University of California, Berkeley, USA pada tahun 1985. Setelah lulus, ia mulai bergabung di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dilansir dari laman AIPI, selama menjadi ilmuan, Satryo telah menulis tulisan ilmiah mencapai lebih dari 99 publikasi.

Di ITB, Satryo tak hanya menjadi dosen, namun juga memegang beberapa posisi penting. Pada tahun 1992, ia resmi diangkat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB. Dengan posisinya itu, Satryo mulai menginisiasi proses evaluasi diri yang kemudian diadopsi ITB dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Karier Satryo S. Brodjonegoro berlanjut hingga menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada periode 1999-2007. Selama menjabat, ia menginisiasi beberapa reformasi penting dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satunya, pada Desember 2000, Satryo mengambil langkah signifikan dengan mengubah institusi pendidikan tinggi besar menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Kebijakan yang diambil ini bertujuan untuk memberikan otonomi lebih besar dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas serta daya saing perguruan tinggi di Indonesia. Selama berkarier, Satryo juga dikenal mempunyai perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi agar lebih kompetitif saat bersaing di dunia kerja.

Selain menjalani karier di Indonesia, Satryo juga mempunyai pengalaman internasional yang cukup luas. Ia kerap diundang sebagai dosen tamu di bidang teknik mesin di Toyohashi University of Technology, Jepang, sambil tetap menjadi dosen di ITB.

Tak hanya mengajar, Satryo juga terlibat dalam proyek internasional. Salah satunya saat ia bergabung dengan tim Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam perencanaan gedung fakultas teknik Universitas Hasanuddin di Gowa.

Kontribusi Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam dunia akademik dan kebijakan pendidikan tinggi terus berlanjut sampai saat ini. Ia mengemban jabatan sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) pada periode 2018-2023, setelah sebelumnya jadi anggota AIPI sejak tahun 2008 dan Wakil Ketua AIPI pada masa 2013-2018. 

Berbekal pengalaman dan keahlian yang luas tersebut, tak heran bila Satryo menjadi kandidat yang potensial untuk posisi di kabinet pemerintahan baru, terlebih pada bidang yang berkaitan dengan pendidikan tinggi serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Itulah rekam jejak karier Satryo Soemantri Brodjonegoro. Sosoknya kini santer disebut tengah dipertimbangkan sebagai kandidat Menteri Pendidikan Tinggi di kabinet Prabowo-Gibran.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Karier Aminuddin Ma'ruf, Calon Wakil Menteri di Kabinet Prabowo - Gibran

Jejak Karier Aminuddin Ma'ruf, Calon Wakil Menteri di Kabinet Prabowo - Gibran

News | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 20:23 WIB

Pengakuan Ni Luh Puspa Usai Ikuti Pembekalan Calon Wamen di Hambalang

Pengakuan Ni Luh Puspa Usai Ikuti Pembekalan Calon Wamen di Hambalang

Video | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 14:00 WIB

Tolak Tawaran di Luar Negeri, Profesor Lulusan Harvard Ini Pilih Mengabdi di Kabinet Prabowo-Gibran

Tolak Tawaran di Luar Negeri, Profesor Lulusan Harvard Ini Pilih Mengabdi di Kabinet Prabowo-Gibran

Video | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 12:05 WIB

Terkini

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB