Tragedi di Pesawat: Anjing French Bulldog Mati Lemas, Pemilik Tuntut Pihak Airlines

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Senin, 28 Oktober 2024 | 13:05 WIB
Tragedi di Pesawat: Anjing French Bulldog Mati Lemas, Pemilik Tuntut Pihak Airlines
Ilustrasi Anjing Frech Bulldog. (pixabay.com/ragnahellberg)

Suara.com - Gugatan hukum yang diajukan terhadap Alaska Airlines menuduh adanya kelalaian dalam kematian seekor anjing jenis bulldog Prancis selama penerbangan dari New York ke San Francisco. Michael Contillo, seorang warga San Francisco, mengklaim bahwa hewan peliharaan kesayangannya, Ash, mati karena kesalahan penanganan maskapai, demikian dilaporkan Independent.

Tn. Contillo dan ayahnya telah membeli tiket kelas satu untuk memastikan ruang dan kenyamanan yang cukup bagi kedua anjing jenis bulldog Prancis mereka, Ash dan Kora. Sebelum penerbangan, kedua anjing tersebut diperiksa oleh dokter hewan dan dinyatakan layak untuk terbang.

Namun, staf Alaska Airlines bersikeras untuk memindahkan penumpang dan hewan peliharaan mereka lebih jauh ke belakang di dalam pesawat, dengan alasan masalah keselamatan.

Pemindahan yang tiba-tiba tersebut menyebabkan tekanan yang signifikan bagi Ash, yang mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan, termasuk terengah-engah dan megap-megap mencari udara. Tn. Contillo tidak dapat memantau hewan peliharaannya selama lepas landas dan mendarat karena peraturan maskapai. Saat tiba di Bandara Internasional San Francisco, Tn. Contillo mendapati bahwa Ash telah mati.

Gugatan tersebut menyoroti beberapa tuduhan utama terhadap Alaska Airlines:

Kelalaian dalam Menangani Ras Brachycephalic: Maskapai penerbangan tersebut diduga gagal mempertimbangkan kebutuhan khusus ras brachycephalic seperti French bulldog, yang sangat rentan terhadap masalah pernapasan selama perjalanan udara.

Pelanggaran Kontrak: Gugatan tersebut mengklaim bahwa Alaska Airlines melanggar kontrak dengan menurunkan penumpang dari kelas utama tanpa alasan yang sah.

Pelatihan Staf yang Tidak Memadai: Tn. Contillo menuduh bahwa staf maskapai penerbangan tersebut tidak memiliki pelatihan yang tepat dalam menangani hewan, terutama yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Selain mencari kompensasi finansial, Tn. Contillo juga mencari ganti rugi untuk meminta pertanggungjawaban Alaska Airlines atas kelalaiannya. Gugatan tersebut menekankan tekanan emosional yang disebabkan oleh hilangnya hewan peliharaannya dan kurangnya empati maskapai penerbangan setelah insiden tersebut.

Baca Juga: Perjalanan Karier Nusron Wahid: Menteri ATR Tak Berhenti Zikir saat Naik Hercules, Ternyata Pernah Jadi Marbot Masjid

Asosiasi Kedokteran Hewan Amerika telah memperingatkan bahwa ras brachycephalic memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah pernapasan selama perjalanan udara. Organisasi tersebut merekomendasikan agar ras ini disimpan di kabin penumpang dan tidak diangkut sebagai kargo atau di area terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI