Bayang-bayang Kasus Stunting di Yogyakarta Karena Ancaman Anemia dan Asap Rokok

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 28 Oktober 2024 | 18:21 WIB
Bayang-bayang Kasus Stunting di Yogyakarta Karena Ancaman Anemia dan Asap Rokok
Ilustrasi anak stunting di Yogyakarta (Suara.com)

Suara.com - Angka stunting di Kota Yogyakarta masih tinggi, yakni 1.089 anak per Agustus 2024. Temuan di lapangan menunjukkan kasus anemia hingga paparan asap rokok jadi penyebab tingginya angka stunting. Berbagai program lintas sektor sudah digerakkan, akankah anak-anak Yogyakarta bisa terbebas dari ancaman stunting?

Sinar matahari menyapa Ken, bukan nama sebenarnya, yang duduk di depan taman bermain Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Kota Yogyakarta dengan hangat. Di hadapannya ada dua anak balita (bayi usia lima tahun) tampak asyik bermain seluncuran dan ayunan, tetapi hal itu tidak menarik perhatian Ken sama sekali. Anak berusia 19 bulan itu tetap duduk dengan tenang sambil memegang setusuk satai ayam. Sesekali ia menyesap bumbu kacang yang melumuri daging satai tanpa memakan dagingnya.

Puas menyesap bumbu kacang, Ken memberikan satai ayam di tangannya kepada sang ibu. Ia lalu turun dari kursi kayu panjang, berdiri mematung sambil memandangi anak-anak yang sedang bermain. Tulang selangkanya terlihat menonjol di antara kaos hitam kebesaran yang dikenakannya. Kulitnya begitu tipis sampai memperlihatkan susunan tulang tangan dan kakinya dengan jelas. Sesekali Ken menggaruk kepalanya yang ditumbuhi rambut tipis berwarna keemasan seperti rambut jagung.

“Dia memang pilih-pilih makanan. Makanya susah banget naikin berat badannya,” ujar ibu Ken saat berbincang dengan Suara.com, Jumat (25/10/2024).

Ken merupakan salah satu pasien anak di RPG Kota Yogyakarta. RPG adalah tempat rujukan untuk anak usia di bawah lima tahun yang memiliki status gizi buruk. Sebulan yang lalu, ibu Ken mendaftarkan putra tunggalnya untuk mendapatkan vaksin Japanese Encephalitis (JE) di Puskesmas Danurejan I. Saat dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan, Ken hanya memiliki berat badan 7,9 kilogram dan tinggi 80 cm diusianya 18 bulan. Padahal menurut World Health Organization (WHO), anak seusia Ken seharusnya memiliki berat rata-rata 10 kilogram dengan tinggi 83 cm.

Setelah mendapatkan vaksin JE, Ken menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari cek urine, darah hingga konsultasi gizi. Dari hasil pemeriksaan, petugas Puskesmas memberikan diagnosa gizi buruk kepada Ken dan merujuknya ke RPG Kota Yogyakarta untuk mendapatkan pemantauan khusus dari tim ahli.

“Sudah dua minggu dipantau dokter RPG, alhamdulillah sudah naik 1 ons jadi 8 kilogram sekarang,” kata ibu Ken.

Ibu Ken bercerita, sebelum merantau ke Kota Yogyakarta mengikuti suami, ia dan anaknya tinggal di kampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur. Ken tumbuh di lingkungan penuh paparan asap rokok, kakeknya perokok aktif dan sering merokok di dekat Ken. Sejak lahir Ken sudah empat kali dirawat intensif di rumah sakit dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kadar trombosit rendah, anemia sampai bronkitis. Berbagai gangguan kesehatan itu membuat Ken kehilangan nafsu makan sehingga sulit menaikkan berat badan sesuai usianya. Ken rutin mendatangi Posyandu setiap bulan, tetapi petugas Posyandu di kampungnya menyebut Ken sehat dan tidak didiagnosa gizi kurang.

Sebagai ibu muda berusia 26 tahun, ibu Ken sudah mencoba berbagai macam cara mengolah Makanan Pendamping ASI (MPASI) seperti para influencer di Instagram ataupun TikTok agar lebih menarik, tetapi Ken tetap menolak makan. Ibu Ken juga sudah melakukan safari ke beberapa dokter spesialis anak di beberapa rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan anaknya. Berbagai vitamin penambah nafsu makan telah dicobanya, tetapi tidak ada satupun yang memberikan efek baik untuk Ken. Barulah di Yogyakarta Ken mendapatkan penanganan intensif.

Setelah mendapatkan penanganan di RPG, Ken harus datang setiap Selasa dan Jumat untuk dievaluasi tumbuh kembangnya. Selain pemeriksaan Ken, sang ibu juga mendapatkan edukasi dari dokter spesialis anak RSUP Sardjito dan RSUD Kota Yogyakarta, mendapat PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) berupa susu untuk diminum Ken di rumah, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan uang transportasi sebesar Rp28.500 setiap kali kedatangan.

“Di sini petugasnya sigap dan cekatan semua menangani anak saya. Saya juga jadi paham apa yang harus dilakukan supaya BB (berat badan) Ken bisa naik, nggak stunting gitu,” ungkap ibu Ken.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama di periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Anak tergolong stunting apabila tinggi badan dan berat badannya berada di bawah minus dua standar deviasi (Z-score) anak seumurnya.

RPG Kota Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)
RPG Kota Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)

RPG menjadi salah satu program Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menurunkan angka stunting. Setiap anak akan diperiksa tinggi dan berat badan secara rutin di Posyandu, selanjutnya data tersebut akan divalidasi oleh Puskesmas setempat. Anak-anak yang tidak mengalami kenaikan berat dan tinggi badan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa cek urine, darah, konsultasi gizi, pemeriksaan ulang tinggi dan berat badan di Puskesmas. Apabila dari hasil pemeriksaan menunjukkan status gizi kurang atau gizi buruk, maka akan langsung dirujuk ke RPG.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti mengatakan, anak-anak berisiko stunting akan mendapatkan pemantauan khusus di RPG. Di sini mereka akan mendapatkan pemantauan dari tim dokter spesialis anak dan ahli gizi sampai status gizinya dinyatakan kembali normal. Hingga Oktober 2024, tercatat ada sebanyak 13 anak yang mendapatkan pemantauan khusus di RPG Kota Yogyakarta.

“RPG jadi kekhasan yang ada di Kota Yogyakarta. Ketika di RPG tidak bisa ditangani maka akan dirujuk lagi ke RS,” kata Aan kepada Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan

Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:00 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:49 WIB

Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global

Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:59 WIB

Stunting yang Dipelihara: Saat Mitos Gizi Lebih Dipercaya daripada Sains

Stunting yang Dipelihara: Saat Mitos Gizi Lebih Dipercaya daripada Sains

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:53 WIB

Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan

Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:53 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

×