Bayang-bayang Kasus Stunting di Yogyakarta Karena Ancaman Anemia dan Asap Rokok

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 28 Oktober 2024 | 18:21 WIB
Bayang-bayang Kasus Stunting di Yogyakarta Karena Ancaman Anemia dan Asap Rokok
Ilustrasi anak stunting di Yogyakarta (Suara.com)

Rumah sakit rujukan untuk anak stunting di Kota Yogyakarta adalah Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta atau RS dr Soetarto Kota Yogyakarta. Anak-anak stunting akan mendapatkan penanganan intensif dari dokter spesialis. Adapun kondisi anak yang dirujuk ke rumah sakit yakni anak stunting berusia dibawah enam bulan dengan berat di bawah 2,5 kilogram, anak berusia di atas enam bulan dengan berat di bawah empat kilogram atau anak stunting dengan penyakit tertentu.

Target Menurunkan Angka Stunting

Menurut Global Nutrition Report tahun 2016, prevalensi stunting di Indonesia berada di peringkat 108 dari 132 negara. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki posisi tertinggi kedua setelah Kamboja. Pemerintah pusat telah memasukkan target penurunan angka stunting sebagai program prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Sasarannya menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Meski prevalensi stunting terus menurun selama sepuluh tahun terakhir, target 14 persen masih sulit dicapai.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa angka stunting pada tahun 2021 sebesar 24,4 persen. Angka ini menurun menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Sesuai target RPJMN, angka tersebut diharapkan turun menjadi 17,8 persen pada tahun 2023 dan mencapai 14 persen pada tahun 2024. Namun, pada tahun 2023, penurunan yang terjadi hanya sebesar 0,1 persen menjadi 21,5 persen. Prevalensi stunting di Indonesia ini masih jauh dari target RPJMN sebesar 14 persen pada 2024 dan lebih tinggi dari standar WHO yang menetapkan batas maksimal 20 persen.

Prevalensi stunting di Indonesia (Olah Data Kemenkes)
Prevalensi stunting di Indonesia (Olah Data Kemenkes)

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Maria Endang Sumiwi mengatakan, dari hasil evaluasi data stunting ditemukan jumlah anak yang berhasil keluar dari status gizi stunting hanya memiliki sedikit selisih dengan anak yang baru masuk kelompok gizi stunting.

"Jadi yang keluar 1,2 juta, yang masuk juga sekitar 1,2 juta. Bedanya cuma ratusan ribu," ujar Maria saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Kementerian Kesehatan mengimbau pemerintah daerah tingkat kota/kabupaten juga fokus pada pencegahan dengan menerapkan protokol pencegahan stunting yang ideal, yakni membantu ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta) dan ibu menyusui.

Hal inilah yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Dalam tiga tahun terakhir, angka stunting di Kota Yogyakarta terus mengalami penurunan dan berada di atas target nasional. Berdasarkan data Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Yogyakarta, angka stunting di Kota Yogyakarta pada tahun 2022 tercatat sebesar 13,8 persen. Di tahun 2023, tercatat angka stunting sebesar 11,76 persen atau sebanyak 1.254 balita. Sementara itu, merujuk data terbaru per Agustus 2024 tercatat angka stunting 10,45 persen atau sebanyak 1.089 balita.

Prevalensi stunting di Yogyakarta (Olah Data Dinkes Kota Yogyakarta)
Prevalensi stunting di Yogyakarta (Olah Data Dinkes Kota Yogyakarta)

Merujuk pada data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, per Mei 2024 terdapat 15 kelurahan di Kota Yogyakarta yang memiliki angka stunting di bawah target 12 persen. Kelurahan dengan angka stunting tertinggi adalah Kelurahan Purbayan dan yang terendah adalah Kelurahan Wirobrajan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengatakan, kasus stunting di Kota Yogyakarta disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari persoalan sosial dan ekonomi, pemenuhan makanan bergizi dan pola pengasuhan anak yang keliru.

"Ada yang anaknya cuma dikasih makanan instan, ada yang karena pola pikir merasa 'Oh ini anakku kecil karena turunan saya dulu kurus'. Jadi perilaku dan mindset, ekonomi juga sehingga kita harus kolaborasi banyak pihak agar semua bisa teratasi," ujar Retnaningtyas saat dihubungi Suara.com, Kamis (25/10/2024).

Retnaningtyas yang juga menjadi Wakil Ketua TPPS Kota Yogyakarta ini menjelaskan, Kota Yogyakarta telah memiliki berbagai program kolaborasi yang terus bekerja sama mencapai target besar penurunan angka stunting.

Deteksi Paparan Rokok untuk Cegah Risiko Anak Stunting

Upaya mengatasi kasus stunting tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang sudah terdampak, tetapi juga mengutamakan pencegahan sejak usia remaja. Koordinator Bidang Perubahan Perilaku TPPS Kota Yogyakarta, Herristanti menyatakan, Tim TPPS bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada remaja putri yang mengalami anemia dan memberikan suplementasi tablet tambah darah guna memperbaiki kondisi mereka.

“Remaja putri yang mengalami anemia berisiko melahirkan bayi stunting saat dewasa. Oleh karena itu, pendekatan harus dimulai dari hulu,” kata Herristanti.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2023, sekitar 29,5 persen remaja putri di Kota Yogyakarta mengalami anemia, hampir menyentuh angka anemia pada remaja nasional sebesar 30 persen. Karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini, salah satunya melalui Program Aksi Bergizi yang ditujukan kepada sekolah menengah di Kota Yogyakarta. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti senam atau aktivitas fisik bersama, sarapan dengan menu gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah bersama serta edukasi kesehatan dan gizi. Melalui program ini, pemerintah memastikan agar remaja putri membiasakan pola makan gizi seimbang dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia.

Pencegahan stunting juga dilakukan sejak calon pengantin (catin) pria dan wanita mempersiapkan pernikahan. Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di bawah naungan Kementerian Agama untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada catin yang berisiko melahirkan anak stunting. Setiap catin yang mendaftarkan pernikahan diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi mereka. Hingga Agustus 2024, tercatat sebanyak 853 catin di Kota Yogyakarta telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendampingan pranikah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB

Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art

Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:27 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

Harga Plastik Naik? Simple Cycle Jogja Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Harga Plastik Naik? Simple Cycle Jogja Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Video | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:00 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:06 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

Terkini

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:27 WIB

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:05 WIB

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB