Jangan Konsumsi Latiao Dulu! BPOM Temukan Kontaminasi Bakteri

Chandra Iswinarno Suara.Com
Sabtu, 02 November 2024 | 04:00 WIB
Jangan Konsumsi Latiao Dulu! BPOM Temukan Kontaminasi Bakteri
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh produk latiao dari peredaran. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus keracunan pangan yang dilaporkan di beberapa daerah.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam konferensi pers di Jakarta, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan keracunan yang terkait dengan latiao—pangan olahan asal China—dari tujuh wilayah, termasuk Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, dan Pamekasan.

"Hasil pengujian laboratorium berdasarkan pengujian terhadap produk yang diduga menyebabkan KLBKP kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri Bacillus cereus,” ungkap Taruna seperti dikutip Antara, Jumat (1/10/2024).

Bakteri ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, pusing, mual, dan muntah, yang dialami oleh para korban.

Saat ini, terdapat 73 produk latiao yang beredar, dan empat di antaranya terbukti mengandung bakteri berbahaya tersebut.

BPOM juga telah memeriksa gudang importir dan distributor, menemukan bahwa mereka tidak mematuhi standar Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CperPOB).

Sebagai langkah korektif, BPOM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menghentikan penjualan latiao secara daring.

"Kami meminta importir untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan ini kepada Badan POM dan kami akan terus memantau kepatuhan mereka," katanya.

Selain menghentikan sementara peredaran latiao, BPOM juga menangguhkan registrasi dan importasi produk ini sebagai langkah pencegahan sambil menyelidiki kasus lebih lanjut.

Baca Juga: Jajanan Latiao Asal China Terbukti Mengandung Bakteri Beracun, BPOM Perintahkan Tarik dari Pasar

"BPOM akan terus meningkatkan pengawasan pre dan post-market terhadap produk pangan yang beredar di masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna mengingatkan masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa keamanan pangan yang akan dikonsumsi.

Ia juga menekankan agar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui menghindari pangan olahan yang pedas.

"Utamakan konsumsi pangan yang aman dan bermutu," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI