Mesir Bantah Keras Bantu Pengiriman Bahan Peledak ke Israel

Bella | Suara.com

Sabtu, 16 November 2024 | 04:10 WIB
Mesir Bantah Keras Bantu Pengiriman Bahan Peledak ke Israel
Peta dan Bendera Mesir.(Unsplash.com/MarkRubens)

Suara.com - Pemerintah Mesir membantah tegas laporan media yang menyebutkan bahwa pelabuhan di negara tersebut menerima kiriman bahan peledak yang ditujukan untuk kontraktor pertahanan Israel. Bantahan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat seputar konflik Israel-Palestina.

"Angkatan Bersenjata Mesir secara tegas menyangkal apa yang beredar di media sosial dan akun-akun mencurigakan serta apa yang dipromosikan mengenai bantuan militer kami untuk Israel, baik secara umum maupun secara rinci," tegas pernyataan resmi dari pihak militer Mesir, Kamis (14/11).

Sumber berita awal menyebutkan bahwa kapal kargo MV Kathrin, yang mengangkut 150 metrik ton bahan peledak kelas militer, sempat bersandar di Pelabuhan Alexandria pada hari Senin.

Data dari London Stock Exchange Group (LSEG) dan situs pelacakan kapal Marine Traffic mengonfirmasi kehadiran kapal tersebut di Mesir.

Kementerian Transportasi Mesir memberikan klarifikasi bahwa MV Kathrin berlabuh di Alexandria untuk menurunkan muatan yang ditujukan bagi Kementerian Produksi Militer Mesir.

Lebih lanjut, kapal tersebut mengajukan permohonan resmi untuk melanjutkan perjalanan ke Turki.

Sementara itu, pengacara hak asasi manusia di Berlin mengajukan banding ke pengadilan pada hari Rabu. Mereka meminta penghentian pengiriman bahan peledak tersebut, yang menurut mereka ditujukan untuk perusahaan pertahanan terbesar Israel, Elbit Systems.

Mereka khawatir bahan tersebut dapat digunakan dalam persenjataan yang berkontribusi pada dugaan kejahatan perang di Gaza.

Kasus yang diangkat oleh European Legal Support Center (ELSC) menyoroti bahwa MV Kathrin telah ditolak di beberapa pelabuhan Afrika dan Mediterania, termasuk di Angola, Slovenia, Montenegro, dan Malta, karena mengangkut bahan peledak untuk Israel.

Otoritas Portugal bahkan meminta kapal tersebut mengganti bendera dari Portugal ke Jerman agar dapat melanjutkan perjalanan.

Jerman, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kargo tersebut tidak diisi atau dikirim dari wilayahnya, sehingga tidak memerlukan lisensi ekspor dari otoritas Jerman.

Sementara itu, desakan internasional terhadap dugaan keterlibatan pihak-pihak yang terkait dengan pengiriman bahan peledak ini terus berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Udara Israel di Damaskus Tewaskan 15 Orang, Belasan Luka-luka

Serangan Udara Israel di Damaskus Tewaskan 15 Orang, Belasan Luka-luka

News | Jum'at, 15 November 2024 | 22:25 WIB

Pasukan Darat Iran Klaim Bunuh 4 "Teroris Israel" di Tengah Ketegangan yang Meningkat

Pasukan Darat Iran Klaim Bunuh 4 "Teroris Israel" di Tengah Ketegangan yang Meningkat

News | Jum'at, 15 November 2024 | 21:10 WIB

Kelompok Militan Palestina Rilis Video Sandera Israel yang Mohon untuk Dibebaskan

Kelompok Militan Palestina Rilis Video Sandera Israel yang Mohon untuk Dibebaskan

News | Jum'at, 15 November 2024 | 20:18 WIB

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel, Tawarkan Gencatan Senjata Permanen

Hamas Siap Bebaskan Sandera Israel, Tawarkan Gencatan Senjata Permanen

News | Jum'at, 15 November 2024 | 17:50 WIB

Netanyahu Sembunyi di Bunker? Serangan Drone Hizbullah Guncang Caesarea Lagi

Netanyahu Sembunyi di Bunker? Serangan Drone Hizbullah Guncang Caesarea Lagi

News | Jum'at, 15 November 2024 | 17:20 WIB

Surga Satwa Berubah Jadi Medan Perang: Perang Israel-Hizbullah Ancam Migrasi Burung

Surga Satwa Berubah Jadi Medan Perang: Perang Israel-Hizbullah Ancam Migrasi Burung

News | Jum'at, 15 November 2024 | 15:17 WIB

Heboh! 88 Anggota Kongres AS Desak Biden Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel Terkait Kekerasan di Tepi Barat

Heboh! 88 Anggota Kongres AS Desak Biden Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel Terkait Kekerasan di Tepi Barat

News | Jum'at, 15 November 2024 | 13:01 WIB

PBB: Aksi Israel di Gaza Berciri Genosida, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata

PBB: Aksi Israel di Gaza Berciri Genosida, Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata

News | Jum'at, 15 November 2024 | 12:14 WIB

PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

News | Jum'at, 15 November 2024 | 04:15 WIB

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

News | Kamis, 14 November 2024 | 20:54 WIB

Terkini

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB

Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?

Wajah Serius Menhan AS Saat Sjafrie Sjamsoeddin Teken Kerjasama, Apa Isinya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:38 WIB

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:26 WIB

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:15 WIB

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB