Jawaban Lugu Siswa SD Soal Pelajaran Coding: Ada yang Berminat, Ada yang Nggak

Senin, 18 November 2024 | 12:21 WIB
Jawaban Lugu Siswa SD Soal Pelajaran Coding: Ada yang Berminat, Ada yang Nggak
Ilustrasi ketika coding (Pexels.com/Vlad Bagacian)

Suara.com - Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk menambahkan pelajaran coding dalam kurikulum belajar mengundang beragam tanggapan dari siswa. Coding dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan rencananya akan diberikan kepada siswa mulai kelas 4 SD.

Namun, beberapa siswa kelas 4 hingga 6 SD memberikan pendapat beragam saat dimintai komentar. Suara.com mewawancarai beberapa siswa SDN 1 Malangsuko, Kecamatan Tumpang untuk meminta tanggapan mereka tentang pelajaran coding di sekolah.

Belum Mengenal Coding

Sebagian besar siswa ternyata belum mengetahui apa itu coding. Salah satunya diakui oleh Wahyu, siswa kelas 4, menjawab dengan singkat, "Gak tahu."

Hal serupa disampaikan juga oleh Sita, siswa kelas 6, dia mengaku belum tahu tentang coding.

Namun, berbeda dengan Birli, siswa kelas 4 yang tampaknya sudah lebih akrab dengan konsep coding.

"Tahu, pemrograman komputer, dapat membuat aplikasi games, membuat animasi," jawab Birli.

Kesadaran siswa akan coding rupanya turut memengaruhi minat mereka untuk belajar hal tersebut.

Saat ditanya apakah mereka ingin mengikuti pelajaran coding jika diadakan di sekolah, jawaban mereka pun menjadi bervariasi.

Baca Juga: Tak Masalah Coding Diajarkan Sejak SD, Tapi Orang Tua Khawatir Biaya Sekolah Makin Mahal

Wahyu dan Sita yang sama-sama mengaku belum tahu tentang coding kembali punya jawaban serupa dengan tidak tertarik untuk belajar materi tersebut.

"Sulit," jawab Wahyu saat ditanya alasannya tidak tertarik.

Sementara itu, Birli yang sebelumnya mengaku sudah tahu tentang materi pemprograman komputer tersebut menyatakan berminat untuk belajar lebih banyak tentang coding. Siswa kelas 4 SD itu mengaku kalau dirinya memang punya kegemaran bermain games lewat komputer.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan kalau Kementeriannya tengah merencanakan pembaruan kurikulum untuk menambahkan mata pelajaran Artificial Intelligence dan Coding.

Kedua pelajaran tersebut akan menjadi mata pelajaran pilihan mulai siswa kelas 4-6 SD. Namun, baru akan diberikan di sekolah-sekolah yang dinilai sudah mampu secara teknologi dan pengajar.

Rencana penambahan mata pelajaran itu juga berdasarkan permintaan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Menurut Gibran, Indonesia butuh banyak ahli coding untuk menuju generasi emas 2045. Dia menyampaikan kalau Indonesia butuh lebih banyak ahli coding, ahli AI, hingga ahli machine learning untuk mencapai negara maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI