Kritik Usulan Pelajaran Coding Sejak SD, Pakar Pendidikan: Penguatan Karakter dan Literasi Lebih Penting!

Rabu, 13 November 2024 | 15:36 WIB
Kritik Usulan Pelajaran Coding Sejak SD, Pakar Pendidikan: Penguatan Karakter dan Literasi Lebih Penting!
ilustrasi coding (Pexels.com/hitesh choudhary)

Suara.com - Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menambah pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) mulai tingkat SD dikritik aneh. Karena urgensi kualitas siswa di Indonesia saat ini dinilai masih kurang dalam pelajaran dasar, seperti membaca dan berhitung.

Koordinator nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matarji menyatakan bahwa rencana pelajaran tambahan coding dan AI tersebut memang tidak sebaiknya diberlakukan untuk seluruh sekolah.

"Kalau diberlakukan di seluruh sekolah ya pasti akan menimbulkan bencana baru di dunia pendidikan. Siswa kita ini membaca dan berhitung saja gak bisa, mutunya terburuk di dunia, lha kok diajarin coding, ya aneh tapi nyata," kata Ubaid kepada Suara.com, dihubungi Rabu (13/11/2024).

Menurutnya, bukan masalah bila pemerintah akan turut memasukan pelajaran coding dan AI dalan kurikulum. Hanya saja Ubaid menyarankan pelajaran tersebut tidak perlu diberikan sejak SD. Karena dinilai siswa SD belum terlalu memerlukan pelajaran tersebut.

"Tidak perlu diajarkan dari jenjang SD, terlalu dini dan gak ada relevansinya. Mininal bisa diterapkan di jenjang menengah, jadi bukan dijenjang dasar," imbuhnya.

Dari pada pelajaran coding, pemerintah disarankan sebaiknya buat penekanan pembelajaran mengenai penguatan karakter, numerasi, dan sains untuk para siswa di sekolah dasar. Ubaid menyampaikan, hal-hal tersebut saat ini lebih penting dibangun sejak dini untuk memastikan sukber daya manusia juga berkualitas secara perilaku dan tindakannyam

"Mestinya yang perlu dikuatkan di jenjang sekolah dasar adalah karakter, literasi. Ini dasar yang harus dikuatkan. Kalu ini gak berkualitas di jenjang dasar, maka ke jenjang berikutnya mengundang banyak masalah, seperti saat ini banyak anak SMA, baca saja gak bisa," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan kalau Kementeriannya tengah merencanakan pembaruan kurikulum untuk menambahkan mata pelajaran Artificial Intelligence dan Coding.

Kedua pelajaran tersebut akan menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang dinilai sudah mampu secara teknologi dan pengajar.

Baca Juga: Pendidikan Gita Gutawa, Si Jenius Musik yang Juga Moncer di Bidang Akademis

Rencana penambahan mata pelajaran itu juga berdasarkan permintaan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Menurut Gibran, Indonesia butuh banyak ahli coding untuk menuju generasi emas 2045. Dia menyampaikan kalau Indonesia butuh lebih banyak ahli coding, ahli AI, hingga ahli machine learning untuk mencapai negara maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI