Gunung Semeru Erupsi, Letusan Setinggi 500 Meter

Bangun Santoso Suara.Com
Sabtu, 30 November 2024 | 19:19 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Letusan Setinggi 500 Meter
Gunung Semeru erupsi pada Senin (6/5/2024) pukul 05.43 WIB. (ANTARA/HO-PVMBG)

Suara.com - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur, kembali erupsi dengan letusan setinggi 500 meter di atas puncak pada Sabtu (30/11/2024) sore.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 17.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak, atau kurang lebih 4.176 meter di atas permukaan laut -mdpl-," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulis sebagaimana dilansir Antara, Sabtu malam.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 122 detik.

Berdasarkan data, jumlah letusan atau erupsi Gunung Semeru yang pernah tercatat sebanyak 1.956 kali sejak 1 Januari hingga 30 November 2024 pukul 17.30 WIB.

Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih didominasi dengan gempa letusan, namun berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyebutkan bahwa erupsi tersebut tidak berdampak pada aktivitas warga di lereng Gunung Semeru.

Ia mengatakan, Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Selanjutnya di luar jarak tersebut masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca Juga: Miris! Alat Pemantau Gunung Semeru di Stasiun Klepu Raib Digondol Maling

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI