Ekonom Sebut Pemilu Indonesia jadi Contoh Money Laundry Terbesar di Dunia: Sesuatu yang Haram jadi Halal

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Kamis, 05 Desember 2024 | 22:05 WIB
Ekonom Sebut Pemilu Indonesia jadi Contoh Money Laundry Terbesar di Dunia: Sesuatu yang Haram jadi Halal
Ekonom Sebut Pemilu di Indonesia jadi Contoh Money Laundry Terbesar di Dunia: Sesuatu yang Haram jadi Halal. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pelaksanaan pemilu dapat berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat rupanya hanya terjadi di Indonesia. Pakar ekonomi dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan bahwa di negara demokrasi lainnya, pemilu tidak berarti apa-apa terhadap pertumbuhan ekonomi. 

"Di negara lain namanya Pilpres dan Pemilu yah orang keluar dari kantor satu jam, vote, pulang, kerja lagi. Itu di Amerika dan banyak negara demokrasi lain. Tapi di Indonesia ini merupakan sesuatu pesta besar yang mahal sehingga dampak ekonominya luar biasa," kata Wijayanto saat acara orasi kebangsaan di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Dia memaparkan bahwa pelaksanaan Pileg dan Pilpres telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2024 yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II ketika momen Idul Fitri. 

"Kalau kami perkirakan event Pileg, Pilpres ini barangkali ada sekitar Rp140 triliun uang yang digelontorkan," ujar Wijayanto.

Ilustrasi tempat pemungutan suara (TPS) sepi lantaran rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024. [Suara.com/Rochmat]
Ilustrasi tempat pemungutan suara (TPS) sepi lantaran rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Jakarta 2024. [Suara.com/Rochmat]

Kondisi itu sebenarnya bisa jadi baik untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, lanjut Wijayanto, hal itu juga mengindikasikan kalau demokrasi Indonesia sangat mahal. Dampak dari demokrasi yang mahal itu juga bisa jadi terujung terhadap ekonomi yang mahal.

Bahkan, Pilpres dan Pileg di Indonesia disebut juga menjadi contoh dari money laundry atau pencucian uang terbesar di dunia.

"Ada begitu banyak dana tak jelas asalnya, makanya transfer tak dilakukan tapi cash, dari tangan ke tangan diterima masyarakat. Lalu dibelanjakan masyarakat dari sesuatu yang haram menjadi sesuatu yang halal menjadi bagian dari sistem ekonomi," jelasnya.

Tingginya biaya demokrasi tersebut tentunya dibiayai oleh insvestor politik yang mungkin saja mereka mengharapkan adanya timbal balik dalam bentuk kebijakan yang menguntungkan bagi kelompok mereka.

"Makanya sering kali di era akhir ini banyak sekali hal aneh. Tiba-tiba ada PSN (proyek strategis nasional) ini, PSN itu. Tiba-tiba ada sektor tertentu yang dapat pajak 0 persen selama 20 tahun, padahal marginnya tebal," ujar Wijayanto.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut 1,4 Juta DPT di Jaktim Tak Terima Undangan Nyoblos Pilkada, Kubu RK-Suswono: Banyak Pemilih RIDO

Sebut 1,4 Juta DPT di Jaktim Tak Terima Undangan Nyoblos Pilkada, Kubu RK-Suswono: Banyak Pemilih RIDO

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 21:38 WIB

Aibnya sampai Dibahas Pejabat Malaysia, PM Anwar Ibrahim Pertanyakan Akhlak Gus Miftah

Aibnya sampai Dibahas Pejabat Malaysia, PM Anwar Ibrahim Pertanyakan Akhlak Gus Miftah

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 21:09 WIB

Geram! Joko Anwar Desak Gus Miftah Dipecat dari Utusan Khusus Prabowo: Kalau Tidak, Nilai Kemanusiaan Makin Nyungsep

Geram! Joko Anwar Desak Gus Miftah Dipecat dari Utusan Khusus Prabowo: Kalau Tidak, Nilai Kemanusiaan Makin Nyungsep

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 22:24 WIB

Timses RIDO Desak Jazilul PKB Disanksi Gegara Sebut RK-Suswono Tak Laku: Kader Tak Tertib Harus Dihukum!

Timses RIDO Desak Jazilul PKB Disanksi Gegara Sebut RK-Suswono Tak Laku: Kader Tak Tertib Harus Dihukum!

Kotak Suara | Senin, 02 Desember 2024 | 18:58 WIB

Terkini

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

×