Analis Ungkap Peluang Besar jika Gerindra Tampung Jokowi, Tapi Harus Siap Bilang 'Say Goodbye' Buat PDIP

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 10 Desember 2024 | 19:06 WIB
Analis Ungkap Peluang Besar jika Gerindra Tampung Jokowi, Tapi Harus Siap Bilang 'Say Goodbye' Buat PDIP
Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Ethical Politic, Hasyibulloh Mulyawan, menyebut Presiden ke-7 RI Jokowi punya peluang lebih besar bergabung dengan Partai Gerindra. Namun bagi Gerindra, harus siap-siap mengatakan selamat tinggal ke PDI Perjuangan atau PDIP.

"Jika melihat dinamika politik saat ini ketika Partai Gerindra memilih terafiliasi dengan Presiden Jokowi secara kepartaian, artinya Gerindra sudah siap menerima konsekuensi bersebrangan secara pilihan politik dengan PDIP," kata Hasyibulloh saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/12/2024).

Hasyibulloh menyampaikan kekinian Jokowi mempunyai peluang lebih besar jika bergabung ke Gerindra ketimbang harus bergabung dengan Partai Golkar.

"Pertama yang harus dilihat adalah Partai Gerindra merupakan Partai Komando yang artinya akan memudahkan Presiden ke-7 Jokowi untuk masuk dalam Partai Gerindra tanpa ada pertentangan di dalam partai," katanya.

"Namun apabila Presiden Jokowi bergabung dalam Partai Golkar ini amat sangat sulit ibaratnya Golkar merupakan perusahaan terbuka yang di dalamnya banyak pemilik saham, dan pemilik saham itu adalah faksi-faksi kuat di Golkar sehingga saya lihat akan amat sulit Presiden Jokowi diterima sebagai kader di Partai Golkar," sambungnya.

Di sisi lain, ia mengatakan jika Jokowi bergabung dengan Gerindra justru akan menguntungkan bagi partai berlambang kepala garuda tersebut.

"Apabila Gerindra menerima dan Presiden Jokowi juga masuk dalam Gerindra ini bisa menambah kekuatan Baru politik elektoral untuk Gerindra di 2029, karena pastinya kekuatan Suara Presiden Jokowi akan memberikan effect pada peningkatan elektoral Gerindra di 2029 mendatang," katanya.

Sebelumnya, Jokowi melakukan manuvernya usai tak lagi dianggap menjadi bagian dari PDIP. Ia langsung bertemu dengan Presiden RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pertemuan itu dibalut dengan agenda makan malam bersama.

Kemudian hari ini, Ketua MPR RI yang juga Sekjen partai Gerindra Ahmad Muzani mengunjungi kediaman pribadi Jokowi di Solo. Meski dalam pertemuan itu berdalih untuk mengundang Jokowi hadir dalam Kongres Gerindra di Februari 2025.

Sementara itu, Golkar juga menyatakan terang-terangan jika pihaknya terbuka menerima Jokowi jika ingin bergabung dengan partainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Bakal Kesulitan Bila Gabung ke Golkar, Pakar: Banyak 'Pemilik Saham'

Jokowi Bakal Kesulitan Bila Gabung ke Golkar, Pakar: Banyak 'Pemilik Saham'

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 18:37 WIB

Dari Istana ke Partai Perseorangan: Drama Politik Jokowi Pasca Dipecat PDIP

Dari Istana ke Partai Perseorangan: Drama Politik Jokowi Pasca Dipecat PDIP

Liks | Selasa, 10 Desember 2024 | 18:27 WIB

Jokowi Dianggap Cocok Pindah ke Gerindra, Ini 2 Alasan Kuatnya

Jokowi Dianggap Cocok Pindah ke Gerindra, Ini 2 Alasan Kuatnya

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 18:19 WIB

Gerindra Sinyalkan Tolak Jokowi? Rocky Gerung: Barang Bekas PDIP

Gerindra Sinyalkan Tolak Jokowi? Rocky Gerung: Barang Bekas PDIP

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 17:37 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB