Bukan untuk Mega dan SBY, Todung Mulya Lubis: Cawe-cawe Tak Melanggar Hukum, Tapi Langgar Etika

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 12 Desember 2024 | 21:11 WIB
Bukan untuk Mega dan SBY, Todung Mulya Lubis: Cawe-cawe Tak Melanggar Hukum, Tapi Langgar Etika
Pengacara Todung Mulya Lubis. (Suara.com/Moh Reynaldi Risahondua)

Suara.com - Pengacara Todung Mulya Lubis menyampaikan permasalahan terkait cawe-cawe yang belakangan ini terjadi di Pilpres dan terbaru pada Pilkada serentak 2024.

Meski demikian, Todung mengatakan hal itu sulit dinyatakan melanggar undang-undang karena tidak ada aturan yang secara eksplisit melarangnya.

"Kalau bicara mengenai undang-undang, apakah ada pelanggaran undang-undang, memang ya sulit untuk mengatakan ada undang-undang yang melarang cawe-cawe," kata Todung ditemui di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Todung menyampaikan bahwa praktik kenegaraan yang ideal seharusnya tidak melibatkan presiden dalam campur tangan atau cawe-cawe terhadap proses tertentu. Ia juga mencontohkan dua presiden terdahulu yang tidak melakukan cawe-cawe.

"Tapi praktik tentang negara-an yang dewasa yang mana presiden itu tidak melakukan itu (cawe-cawe). Saya tidak melihat Megawati ketika dia menjadi presiden tahun 2004 melakukan cawe-cawe. Saya tidak melihat SBY pada tahun 2014 melakukan cawe-cawe," jelas Todung.

Pengacara tersebut juga menilai bahwa cawe-cawe dalam Pilpres dan Pilkada 2024 itu melanggar etika serta konvensi ketatanegaraan.

"Hanya pada tahun 2024 ini cawe-cawe itu terjadi pada Pilpres dan Pilkada. Nah, ini yang menurut saya melanggar etika, melanggar konvensi ketata negara," ungkap Todung.

Todung juga menyoroti banyaknya pemilihan kepala daerah saat ini yang diwarnai praktik cawe-cawe, sesuatu yang menurutnya tidak seharusnya terjadi.

"Nah, ini tidak boleh terjadi, jadi kalau kita mau melihat dalam konteks hari ini, kan banyak sekali pemilihan gubernur, pemilihan bupati, wali kota yang terjadi. Nah, cawe-cawe ini kita lihat," tutur Todung.

baca juga

Selain itu, Todung juga menilai bahwa pasangan di Pilgub Jakarta Pramono Anung-Rano Karno bisa menghadapi cawe-cawe yang akan memengaruhi hasil Pilkada dengan tuntutan putaran kedua yang sangat kencang.

"Terakhir yang menghadapi cawe-cawe yang mungkin akan mengubah konstelasi hasil pilkada itu Pramono Anung-Rano Karno, karena kan tuntutan untuk membatalkan dan maju pada putaran kedua itu kan sangat kencang. Nah, ini kan semua hasil cawe-cawe," jelas Todung.

Sebagai ketua Tim Hukum Pramono-Rano, Todung mengaku bersyukur pasangan Ridwan Kamil-Suswono ataupun tim hukumnya tidak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi hingga Rabu (11/12/2024) pukul 11.59 WIB.

"Artinya, mereka menyadari bahwa KPU sudah melakukan proses pilkada benar-benar, proses rekapulasi itu sudah dilakukan dengan benar, bahwa ada yang tidak mendapatkan dokumen C6 bisa jadi," ucapan syukur Todung.

"Karena, ya, Jakarta ini begitu luas. Dan, saya pengalaman di Pilpres, dalam DPT itu ada nama orang-orang yang sudah meninggal. Ada nama orang yang sudah pindah alamat. Ada nama orang yang tidak jelas apakah masih berada dalam dapil itu atau dapil yang lain. Dan banyak alasan. Nah, menurut saya ini manusiawi, tapi kan ini juga bukan kesalahan KPU," katanya menambahkan.

Terakhir Todung mengapresiasi kinerja KPU dalam Pilkada. Dia menyebut proses rekapitulasi sudah berjalan dengan benar meskipun ada kendala seperti dokumen C6 yang tidak sampai dan data pemilih yang tidak akurat. (Moh Reynaldi Risahondua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Heran Diundang Bahlil ke Puncak HUT ke-60, Golkar: Kami Tidak Ada Sedikitpun Memusuhi PDIP

Megawati Heran Diundang Bahlil ke Puncak HUT ke-60, Golkar: Kami Tidak Ada Sedikitpun Memusuhi PDIP

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 18:38 WIB

Megawati Singgung Anggaran Makan Begizi Gratis Cuma Rp 10 Ribu: Eh Mas Bowo, Tolong Dong Hitung Lagi

Megawati Singgung Anggaran Makan Begizi Gratis Cuma Rp 10 Ribu: Eh Mas Bowo, Tolong Dong Hitung Lagi

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 14:50 WIB

Megawati Endus Ada Pihak yang Bakal Ganggu Kongres PDIP: Katanya Mau Diawut-awut

Megawati Endus Ada Pihak yang Bakal Ganggu Kongres PDIP: Katanya Mau Diawut-awut

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 14:35 WIB

Ingatkan soal Sumpah Hakim, Mega Sindir Putusan MK soal Batas Usia Cawapres: Kayak Ditampar, Gile Siapa Dia?

Ingatkan soal Sumpah Hakim, Mega Sindir Putusan MK soal Batas Usia Cawapres: Kayak Ditampar, Gile Siapa Dia?

Kotak Suara | Kamis, 12 Desember 2024 | 14:33 WIB

Anggaran Makan Bergizi Gratis Cuma Rp 10 Ribu per Porsi, Megawati: Hai Mas Bowo...

Anggaran Makan Bergizi Gratis Cuma Rp 10 Ribu per Porsi, Megawati: Hai Mas Bowo...

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 14:21 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×