KIT Batang: Potret Masa Depan Kota Mandiri dan Industri Modern

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Minggu, 15 Desember 2024 | 22:16 WIB
KIT Batang: Potret Masa Depan Kota Mandiri dan Industri Modern
Situasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). [Istimewa]

Suara.com - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan luas sekitar 4.300 hektare disebut-sebut sebagai tambang emas baru di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pun disebut-sebut akan terwujud. 

Direktur Utama PT KIT Batang, Ngurah Wirawan, menyebut kawasan ini memiliki potensi besar karena keunggulan geografis dan infrastruktur pendukung, seperti akses tol dan kereta api, serta lokasi yang bebas dari potensi gempa.

“KIT Batang ini lebih dari sekadar kawasan industri. Kami membangun kota mandiri, kota industri, dan kota wisata. Dalam 2-3 tahun ke depan, akan muncul hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas hiburan di kawasan ini,” ujar Ngurah di Batang, pada Minggu (15/12/2024).

Hingga saat ini, terdapat 21 investor yang telah memesan kavling, dengan lima perusahaan sudah beroperasi dan lima lainnya dalam tahap konstruksi. Keberhasilan pengembangan KIT Batang yang pesat dalam empat tahun terakhir tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan BUMN.

Infrastruktur jalan, energi, hingga pelabuhan dikelola oleh berbagai pihak, seperti Kementerian PUPR, PLN, Pertamina, dan Pelindo.

“Kalau kami kerja sendiri, tidak akan mampu. Kolaborasi inilah yang membuat pembangunan berjalan cepat dan efektif,” jelas Ngurah.

Menciptakan Ekosistem Kota Mandiri

KIT Batang tidak hanya fokus pada pabrik, tetapi juga mengembangkan fasilitas pendukung seperti perumahan untuk pekerja, tempat wisata, hingga pusat hiburan. Wisata yang dirancang bertujuan untuk menarik lalu lintas pengguna jalan tol dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

Dari sisi perumahan, orientasinya adalah menyediakan hunian bagi pekerja lokal, bukan untuk orang dari luar daerah.

"Proyeksi ke depan, hingga 2029, kawasan ini diperkirakan akan mempekerjakan 39 ribu orang, dengan kebutuhan fasilitas dan transportasi harus terus berkembang," jelasnya.

Investasi dan Dampak Ekonomi

Situasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]
Situasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]

Saat ini, nilai investasi di KIT Batang mencapai Rp18,7 triliun, dan ditargetkan terus meningkat.

Melihat hal itu, Ekonom Universitas Diponegoro, Wahyu Widodo, menyebut kawasan ini bisa sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Dengan kontribusi industri manufaktur yang mendominasi PDRB Batang sebesar 32,7 persen, pertumbuhan ekonomi kabupaten ini diperkirakan bisa mencapai 6,5 persen di masa depan.

“Transmisi pertumbuhan ini akan mengubah KIT Batang menjadi kawasan industri khusus (KIK) yang berorientasi pada keberlanjutan dengan energi hijau, sekaligus menciptakan kota baru yang terintegrasi,” ujar Wahyu.

Namun, tantangan terbesar adalah kebutuhan tenaga kerja terampil dan urbanisasi yang tidak terhindarkan. KIT Batang harus memastikan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja menjadi prioritas utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Z dan Harapan Baru untuk Batik Tulis Batang di Era Digital

Generasi Z dan Harapan Baru untuk Batik Tulis Batang di Era Digital

Bisnis | Minggu, 15 Desember 2024 | 08:19 WIB

Daftar Nama 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Kru TVOne di Tol Pemalang

Daftar Nama 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Kru TVOne di Tol Pemalang

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:02 WIB

Profil Wihaji: Ketua PSSI Batang, Kini Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Profil Wihaji: Ketua PSSI Batang, Kini Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Bola | Senin, 21 Oktober 2024 | 10:59 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB