Mukernas II PPP Sempat Ricuh, Mardiono Dkk Disomasi Dituntut Minta Maaf

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 20 Desember 2024 | 14:53 WIB
Mukernas II PPP Sempat Ricuh, Mardiono Dkk Disomasi Dituntut Minta Maaf
Plt Ketua Umum DPP PPP, M Mardiono. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Plt Ketua Umum DPP PPP M Mardiono dituntut untuk meminta maaf atas kericuhan yang sempat terjadi saat pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP yang diselenggarakan di Ancol pada Sabtu (14/12/2024) lalu.

Sebagaimana informasi yang beredar serta video yang viral di media sosial, saat itu Ketua DPP PPP Bidang OKK, Idy Muzayyad merasa telah mendapatkan tindakan diduga kekerasan oleh orang dekat Mardiono.

Tak hanya itu, ia jugaa mendapat kekeraan dari preman bayaran saat menyampaikan pendapat pada forum Mukernas.

"Ini bukan peristiwa biasa yang bisa diabaikan begitu saja. Pak Mardiono sebagai penanggung jawab tertinggi mukernas dan berada di tempat kejadian, seharusnya tidak membiarkan hal itu terjadi. Tapi nyatanya ia malah membenarkan tindakan premanisme tersebut," kata Idy kepada wartawan, Jumat (20/12/2024).

Idy menyayangkan hal tersebut bisa terjadi di forum sidang terhormat Mukernas partai berasas Islam.

"Tindakan kekerasan dan pengebirian kebebasan berpendapat tersebut juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip perjuangan partai, khususnya poin musyawarah, persamaan dan kebersamaan,” ungkap Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) periode 2006-2009.

Selain kepada Mardiono, ia juga menuntut permintaan maaf dari ketua Panitia mukernas, Amri M Ali dan Wasekjen DPP PPP Rapih Herdiyansyah yang disebutnya sebagai orang dekat Mardiono.

“Ketua panitia bertanggung jawab langsung terhadap pengerahan preman yang merebut mic. Dan Rapih ini bersikap arogan dan pelaku tindakan premanisme menarik kerah baju saya,” katanya.

Surat Somasi

baca juga

Idy sudah menyiapkan surat somasi berisi permintaan maaf terhadap ketiga orang tersebut dan memberikan waktu selama 7x24 jam agar yang bersangkutan meminta maaf.

“Meminta maaf bukan kepada saya, tetapi kepada keluarga besar PPP dan umat, karena telah merusak marwah PPP,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut dirinya lakukan agar tindakan memalukan serupa tidak terjadi lagi menimpa pengurus PPP di level manapun.

“Namun di sisi lain, peristiwa ini justru membuka tabir gelap sebab PPP terpuruk dan menunjukkan watak asli dari rezim pengendali partai saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mukernas ke-II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat diwarnai keributan pada Sabtu (14/12/2024) siang.

Hal itu seperti terlihat dalam video yang beredar diperoleh Suara.com. Terlihat keributan melibatkan dua kader PPP yakni Ketua DPP PPP bidang OKK, Idy Muzayyad dengan Wasekjen DPP PPP, Rapih Herdiansyah.

Tampak dalam video Idy mencoba menyampaikan interupsi dalam agensa Mukernas PPP tersebut. Kemudian ia tampak ditahan untuk ditenangkan oleh Satgas PPP yang bertugas.

Kemudian Rapih menghampiri Idy untuk menegur hingga keributan tak terhindarkan.

Saat dikonfirmasi Suara.com, Idy menjelaskan bahwa keributan terjadi saat agenda mendengar pandangan umum para Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP seluruh Indonesia.

Ketika DPW Bali PPP dipanggil untuk dimintai pandangan umumnya, Idy mengaku menyampaikan interupsinya. Ia mengaku tak terima DPW Bali PPP diminta pandangan, sebab selama ini masih berstatus dibekukan.

"Nah interupsi yang saya masalahkan adalah bahwa DPW Bali ini sudah di gugat ke mahkamah partai dan keputusannya adalah dibekukan. Dan untuk mengadakan kegiatan Muswil dengan kepanitian bersama tapi itu tidak dilaksanakan," katanya.

"Dalam pemahaman kami itu DPW Bali itu nggak ada harusnya tidak dipanggil untuk memberikan pandangan umum begitu," sambungnya.

Kemudian saat melakukan interupsi tersebut, Idy mengklaim dirinya telah mendapat ancaman kekerasan dari Rapih Herdiansyah.

"Nah pada saat interupsi itu lah, si ajudan Pak Ketum (Rapih) melakukan ancaman kekerasan sampai narik kerah baju saya," katanya.

"Sewaktu saya bicara juga, mic yang saya pakai direbut paksa sama preman yang disiapkan loyalis Plt Ketua umum DPP Mardiono," imbuhnya.

Adapun Wasekjen PPP Rapih menilai, jika apa yang terjadi hanya dinamika biasa yang terjadi dalam forum organisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Diusulkan Jadi Ketum PPP, Rommy Bilang Begini

Jokowi Diusulkan Jadi Ketum PPP, Rommy Bilang Begini

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 14:13 WIB

PPP Minati Jokowi Buat Jadi Ketum, Sekjen Ungkap Rangkul Tokoh untuk Besarkan Partai

PPP Minati Jokowi Buat Jadi Ketum, Sekjen Ungkap Rangkul Tokoh untuk Besarkan Partai

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 10:06 WIB

Analis Sarankan Jokowi Jadi Ketum PPP, Bisa Untungkan Partai karena Ada Bonus Gibran Merapat

Analis Sarankan Jokowi Jadi Ketum PPP, Bisa Untungkan Partai karena Ada Bonus Gibran Merapat

News | Senin, 16 Desember 2024 | 21:05 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×