Pameran Yos Suprapto Dibredel, Dandhy Laksono Ucap Terima Kasih ke Fadli Zon: Hidup Lekra!

Agung Sandy Lesmana

Senin, 23 Desember 2024 | 14:43 WIB
Pameran Yos Suprapto Dibredel, Dandhy Laksono Ucap Terima Kasih ke Fadli Zon: Hidup Lekra!
Lukisan Yos Suprapto yang 'dibredel' - Fadli Zon (Istimewa/Suara.com/Alfian Winanto)

Suara.com - Pemberitaan seniman Yos Suprapto yang gagal melakukan pameran di Galeri Nasional Jakarta pada Kamis (19/12/2024) lalu sempat membuat geger jagat maya. Isu yang berhembus, Yos Suprapto kena bredel karena lima lukisannya mirip Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi.

Aksi pembredelan terhadap pameran Yos Suprapto pun sempat menjadi sorotan jurnalis sekaligus pendiri WatchDoc, Dandhy Laksono. Dalam unggahan di akun X pribadinya, Minggu (22/12) kemarin, Dandhy turut menyinggung sejumlah pihak termasuk nama Suwarno Wisetrotomo yang menjadi kurator dalam pameran Yos Suprapto.

Yos Suprapto (YouTube)
Yos Suprapto (YouTube)

Lewat cuitan bernada satire, Dandhy mengaku berterima kasih karena pameran yang tadinya hanya dibuka di ruang galeri, lukisan Yos tersebut justru kini bisa dilihat seluruh rakyat Indonesia karena viral di media sosial.

"Tugas kurator itu memastikan lukisan yang tadinya hanya ditonton kalangan terbatas di ruang galeri, menjadi karya seni yang tersebar ke layar-layar ponsel rakyat," tulis Dandhy dilihat Suara.com, Senin (23/12/2024).

Dandhy juga menyinggung nama Fadli Zon yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan. Bahkan, dalam cuitannya, Dandhy pun sempat menyebut nama Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang diketahui dibubarkan saat zaman Orde Baru (Orba) karena berafiliasi kepada Partai Komunis Indonesia alias PKI.

"Terima kasih, Suwarno Wisetrotomo, Galeri Nasional, dan Fadli Zon. Hidup Lekra," tulis Dhandy.

Cuitan Dhandy pun sempat diunggah ke akun Instagram-nya. Sontak, unggahan Dhandy pun turut diramaikan oleh netizen dengan beragam komentar. Kebanyakan netizen turut memberikan komentar menohok atas adanya pembredelan pameran Yos Suprapto karena dianggap terlalu vulgar dan tendensius.

"Hikmah yang hakiki," tulis akun @tm*********.

"Seni adalah ledakan," timpal akun_ex**********.

baca juga

Selain itu, tak sedikit juga netizen yang salfok alias salah fokus soal Lekra yang disebut-sebut dalam unggahan Dhandy.

"Menyala lekra," tulis akun @ad******** disertai emoji api.

"Menarik ini :Hidup lekra!!," celetuk akun @da*********.

"Go lekra go," sahut akun @um************.

Klaim Tak Bredel Seni

Menbud Fadli Zon buka suara terkait batalnya pameran tunggal Yos Suprapto. Ia membantah melakukan pemberedelan terhadap seniman melalui kasus tersebut.

"Tidak ada pembungkaman, tidak ada bredel, kita ini mendukung kebebasan berekpresi," kata Fadli Zon, Jumat malam (19/12/2024).

Fadli Zon menjelaskan, pameran lukisan yang seharusnya digelar di Galeri Nasional ada Kamis (19/12/2024) batal lantaran tidak ada titik temu solusi antara kurator dan seniman.

"Di dalam pameran itu yang berkuasa adalah kurator. Kurator itu sudah bekerja sama dengan senimannya memilih lukisan berdasarkan tema yaitu kedaulatan pangan," ujar Fadli Zon.

Ia menyebut bahwa lima lukisan milik Yos Suprapto tak sesuai dengan tema, sehingga kurator meminta tak memamerkannya. Fadli menyebut beberapa alasan lukisan Yos tak sesuai tema, salah satunya adalah soal ketelanjangan.

"Si senimannya memasang sendiri lukisan itu bukan kurator, nah beberapa luksan itu tidak pas dengan tema. Ada yang motifnya poitik, mungkin makian, kemudian ada juga yang telanjang, nah itu tidak pas," ungkap Fadli Zon.

Disebut Tak Pantas jadi Menbud

Diketahui, Yos Suprapto sempat geram dengan aksi pembredelan karya lukisnya yang gagal ditampilkan di Galeri Nasional. Terkait aksi pembredelan itu, Yos menyebut jika Menbud Fadli Zon tak memahami bahasa seni. 

"Kalau Fadli Zon mengatakan itu adalah ungkapan politik yang tendensius, berarti dia tidak paham dengan bahasa seni atau bahasa budaya," ujar Yos Suprapto dalam konferensi pers bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

Yos Suprapto menilai Fadli Zon tak pantas menduduki kursi Menteri Kebudayaan jika memahami karya seni sebagai hal yang tendensius. 

"Lebih baik dia (Fadli Zon) tidak perlu menjadi menteri kebudayaan," kata Yos Suprapto. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Internasional Jelaskan Makna Lukisan Yos Suprapto yang Gagal Dipamerkan di Galeri Nasional

Amnesty Internasional Jelaskan Makna Lukisan Yos Suprapto yang Gagal Dipamerkan di Galeri Nasional

News | Senin, 23 Desember 2024 | 12:56 WIB

Sesalkan Karya Yos Suprapto Dibredel, Komnas HAM Minta Klarifikasi Fadli Zon

Sesalkan Karya Yos Suprapto Dibredel, Komnas HAM Minta Klarifikasi Fadli Zon

News | Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:56 WIB

Pameran Lukisan Yos Suprapto Dibredel, LBH Jakarta: Negara Melanggar HAM Seniman

Pameran Lukisan Yos Suprapto Dibredel, LBH Jakarta: Negara Melanggar HAM Seniman

News | Sabtu, 21 Desember 2024 | 19:51 WIB

Perdana Dibredel Era Prabowo, Pameran Yos Suprapto Dilarang Tampil di Galeri Nasional: Ada 5 Lukisan Mirip Jokowi

Perdana Dibredel Era Prabowo, Pameran Yos Suprapto Dilarang Tampil di Galeri Nasional: Ada 5 Lukisan Mirip Jokowi

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 13:00 WIB

Terkini

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:09 WIB

Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja

Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 08:06 WIB

5 Zodiak dengan Ramalan Bagus pada Hari Ini 18 September 2026

5 Zodiak dengan Ramalan Bagus pada Hari Ini 18 September 2026

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 08:02 WIB

Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sore Ini, Waspada Saat Jam Pulang Kerja

Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sore Ini, Waspada Saat Jam Pulang Kerja

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:02 WIB

Perjalanan ke Pantai Sidomuncul 2: Menikmati Laut, Menguatkan Kebersamaan

Perjalanan ke Pantai Sidomuncul 2: Menikmati Laut, Menguatkan Kebersamaan

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 08:00 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 18 September 2026, Siapa Paling Beruntung Soal Keuangan?

Ramalan Shio Hari Ini 18 September 2026, Siapa Paling Beruntung Soal Keuangan?

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 08:00 WIB

Doa Bersama Warnai Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Doa Bersama Warnai Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 08:00 WIB

Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol

Jangan Gampang Kepincut! Pesan Penting Ning Nawal untuk Ibu-Ibu Hadapi Jebakan Pinjol dan Judol

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 07:57 WIB

Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS

Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 07:46 WIB

KAI Hentikan Pembongkaran Eks Stasiun Banjarnegara, Janji Kembalikan Pintu seperti Semula

KAI Hentikan Pembongkaran Eks Stasiun Banjarnegara, Janji Kembalikan Pintu seperti Semula

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 07:46 WIB

×