Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Guru Besar FKUI: Dampak Gizi Terlihat Bertahun-tahun

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Senin, 06 Januari 2025 | 11:06 WIB
Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Guru Besar FKUI: Dampak Gizi Terlihat Bertahun-tahun
Para siswa menyantap Makanan Bergizi gratis di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Dampak kesehatan dari program makan bergizi gratis disebut baru akan terlihat hasilnya setelah bertahun-tahun yang akan datang.

Namun, ada pula dampak langsung yang bisa dirasakan terutama oleh anak-anak sekolah yang menerima MBG.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, meskipun dampak kesehatan baru akan terlihat beberapa tahun lagi, tapi MBG bisa memudahkan anak dalam menjalani proses belajar di sekolah.

"Tentu dampak untuk gizi bisa bertahun-tahun, tapi dampak perut kenyang dan membantu proses belajar harian bisa terjadi hari itu juga, belum lagi dampak semangat anak-anak di sekolah dan lainnya," kata Tjandra kepada Suara.com, Senin (6/1/2025).

Dampak manfaat juga akan terlihat berbeda pada kelompak anak sekolah dengan ibu hamil atau menyusui.

Mantan Direktur Penyakit menular WHO Asia Tenggara itu menjelaskan kalau MBG bagi ibu hamil tentu untuk mendorong pertumbuhan janin sehingga akan terlihat saat anak lahir dan tumbuh kembang tidak menjadi stunting.

"Tentu berbeda, wanita hamil untuk perjalanan proses kehamilan dan nanti anak yang dilahirkannya," ujarnya.

Berkaitan dengan pemberian MBG untuk siswa, Tjandra menyebutkan bahwa di dunia setiap hari ada jutaan anak yang berangkat sekolah dengan perut kosong.

Di tingkat dunia, organisasi The World Food Programme’s (WFP) selama lebih 6 dekade terakhir telah mendukung lebih dari 100 negara agar semua anak sekolah di manapun punya akses terhadap makan di sekolah. Tujuannya agar semua anak sekolah dapat tetap sehat dan siap untuk belajar.

baca juga

"Program WFP telah menunjukkan hasil transisi di setidaknya 50 negara. Secara umum WFP mendukung program makan yang mencakup lebih dari 106 juta anak sekolah di 77 negara," katanya.

Selama Januari hingga Maret 2025, diharapkan program MBG bisa diterima oleh tiga juta orang yang terdiri dari balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan ibu hamil serta ibu menyusui. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 15 juta pada akhir tahun 2025.

Program tersebut dirancang untuk memberikan asupan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari prasekolah, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, baik umum, kejuruan, maupun keagamaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dimulai Hari Ini, BGN Beberkan Menu dan Standar Gizi Program Makan Bergizi Gratis

Dimulai Hari Ini, BGN Beberkan Menu dan Standar Gizi Program Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Senin, 06 Januari 2025 | 08:48 WIB

Ratusan UMKM Ikut Terlibat Siapkan Paket Makan Bergizi Gratis, Istana Pastikan Pendaftaran Tidak Dipungut Biaya

Ratusan UMKM Ikut Terlibat Siapkan Paket Makan Bergizi Gratis, Istana Pastikan Pendaftaran Tidak Dipungut Biaya

News | Senin, 06 Januari 2025 | 00:15 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari, Ada 190 Titik Tersebar di 26 Provinsi

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari, Ada 190 Titik Tersebar di 26 Provinsi

News | Minggu, 05 Januari 2025 | 23:50 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×