China Sukses Mediasi Gencatan Senjata Junta Myanmar dan Pemberontak

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 20 Januari 2025 | 22:12 WIB
China Sukses Mediasi Gencatan Senjata Junta Myanmar dan Pemberontak
Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Senin (27/3/2023). [Dok.Antara]

Suara.com - Rezim junta di Myanmar dan pemberontak telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata, demikian diumumkan China pada Senin menurut laporan media pemerintah.

"Sebuah kesepakatan gencatan senjata resmi mulai berlaku pada pukul 00:00 pada 18 Januari, waktu Beijing, yang mengarah pada penghentian permusuhan segera," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning kepada wartawan di ibu kota China, Beijing.

Gencatan senjata ditandatangani oleh junta dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) saat putaran ketujuh perundingan perdamaian di Kunming, ibu kota provinsi Yunnan selatan di China.

"Kedua pihak menyampaikan rasa terima kasih kepada China atas upayanya dalam memfasilitasi hasil perundingan yang sukses," kata Mao.

De-eskalasi situasi di Myanmar utara "sejalan dengan kepentingan bersama semua pihak di Myanmar dan negara-negara di kawasan tersebut, yang berkontribusi pada keamanan, stabilitas, dan pembangunan wilayah perbatasan China-Myanmar," tambahnya.

Myanmar utara telah mengalami bentrokan hebat dalam beberapa bulan terakhir, yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi.

Secara terpisah, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menunjuk diplomat Malaysia Othman Hashim sebagai utusan khusus untuk Myanmar.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengumumkan penunjukan Othman pada Minggu (19/1) setelah memimpin pertemuan para menteri luar negeri blok tersebut.

Othman adalah utusan khusus kelima ASEAN untuk Myanmar sejak kudeta militer Februari 2021 yang memicu krisis politik dan kemanusiaan di negara itu.

baca juga

Dalam pertemuan mereka, para menteri luar negeri negara anggota ASEAN itu juga menegakkan keputusan para pemimpin mereka untuk melarang para jenderal junta berpartisipasi dalam KTT ASEAN dan pertemuan para menteri luar negeri.

Segera setelah kudeta Februari 2021 yang dilancarkan oleh militer Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw, ASEAN mengeluarkan rencana Konsensus Lima Poin, atau 5PC, ketika Brunei berada di pucuk pimpinan blok regional tersebut, untuk menormalkan situasi politik.

Hal itu termasuk membangun kepercayaan dan keyakinan untuk menciptakan dialog di antara semua pihak yang berkepentingan, mengakhiri kekerasan dan meringankan penderitaan penduduk.

Sejak kudeta, 28.096 orang telah ditangkap atas tuduhan politik, dengan 21.499 orang masih ditahan.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik melaporkan bahwa sedikitnya 6.106 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan, meskipun ini tidak termasuk korban dari pertempuran yang sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Amuk Mobil dan Penusukan Massal Tewaskan 35 Orang, China Eksekusi Mati 2 Pelaku

Tragedi Amuk Mobil dan Penusukan Massal Tewaskan 35 Orang, China Eksekusi Mati 2 Pelaku

News | Senin, 20 Januari 2025 | 16:53 WIB

Naga China Unjuk Kesaktian di Negeri Sakura: Manuver BYD Bikin Toyota Harus Waspada

Naga China Unjuk Kesaktian di Negeri Sakura: Manuver BYD Bikin Toyota Harus Waspada

Otomotif | Senin, 20 Januari 2025 | 17:00 WIB

Bagikan Tips Lolos Bea Cukai: WNA China Diduga Pernah Berbagi Trik Lepas dari Tilang Polisi Modal Rp 500 Ribu

Bagikan Tips Lolos Bea Cukai: WNA China Diduga Pernah Berbagi Trik Lepas dari Tilang Polisi Modal Rp 500 Ribu

Otomotif | Senin, 20 Januari 2025 | 15:33 WIB

Branko Ivankovic: Pergantian Pelatih Menunjukkan Timnas Indonesia...

Branko Ivankovic: Pergantian Pelatih Menunjukkan Timnas Indonesia...

Bola | Senin, 20 Januari 2025 | 10:42 WIB

Hapus Dosa di Tahun Kelinci Air, Umat Tri Dharma Solo Gelar Ritual Pao Oen

Hapus Dosa di Tahun Kelinci Air, Umat Tri Dharma Solo Gelar Ritual Pao Oen

Video | Senin, 20 Januari 2025 | 10:00 WIB

Gejala HMPV Mirip Flu, Apa Bedanya dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gejala HMPV Mirip Flu, Apa Bedanya dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Video | Senin, 20 Januari 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×