Serangan Militer Israel di Jenin Tewaskan 8 Warga Palestina

Bella | Suara.com

Rabu, 22 Januari 2025 | 11:49 WIB
Serangan Militer Israel di Jenin Tewaskan 8 Warga Palestina
Ilustrasi - Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)

Suara.com - Pasukan keamanan Israel yang didukung oleh helikopter menyerbu kota Jenin di Tepi Barat pada Selasa (21/1), menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina dalam operasi yang disebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai operasi militer berskala besar dan signifikan.

Operasi ini dilakukan sehari setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencabutan sanksi terhadap pemukim ultranasionalis Israel yang menyerang desa-desa Palestina. Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya menargetkan militan yang didukung Iran.

"Kami bertindak secara sistematis dan tegas terhadap poros Iran di mana pun ia memperluas pengaruhnya – di Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, Yudea, dan Samaria," ujar Netanyahu, merujuk pada istilah yang digunakan Israel untuk wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Ketegangan Meningkat di Tepi Barat

Serangan terhadap Jenin ini terjadi hanya dua hari setelah dimulainya gencatan senjata di Gaza, yang justru menggarisbawahi ancaman kekerasan lebih lanjut di Tepi Barat. Militer Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya kontraterorisme yang melibatkan tentara, polisi, dan badan intelijen.

Jenin dan kamp pengungsi di sekitarnya selama ini dikenal sebagai basis kelompok militan bersenjata seperti Hamas dan Jihad Islam, yang mendapat dukungan dari Iran. Saat operasi berlangsung, pasukan keamanan Palestina dilaporkan mundur dari kamp pengungsi, sementara suara tembakan gencar terdengar dalam rekaman yang beredar di media sosial.

Layanan kesehatan Palestina melaporkan bahwa selain delapan korban tewas, 35 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Insiden ini terjadi hanya seminggu setelah serangan udara Israel di kamp pengungsi Jenin yang menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina.

Sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023, konflik di Tepi Barat semakin meningkat, dengan ratusan warga Palestina dan puluhan warga Israel tewas, serta ribuan warga Palestina ditahan dalam operasi militer Israel.

Perlindungan Pemukim dan Kekerasan Pemukiman

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang dikenal sebagai pendukung pemukiman, menyatakan bahwa operasi ini merupakan awal dari kampanye yang kuat dan berkelanjutan untuk menindak kelompok militan demi melindungi pemukiman Israel di Tepi Barat.

Smotrich juga menyambut baik keputusan Trump untuk mencabut sanksi terhadap pemukim yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga Palestina. Ia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan baru untuk memperluas pemukiman Israel.

Saat ini, sekitar 700.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, di antara 2,7 juta warga Palestina. Sebagian besar komunitas internasional menganggap pemukiman ini ilegal berdasarkan hukum internasional, namun Israel menolaknya dengan alasan hubungan historis dan religius terhadap wilayah tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah serangkaian serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina, termasuk di desa al-Funduq pada Senin malam, di mana gerombolan pemukim menghancurkan mobil dan membakar properti setelah insiden penembakan yang menewaskan tiga warga Israel awal bulan ini.

Militer Israel menyatakan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut, yang melibatkan puluhan warga sipil Israel, beberapa di antaranya mengenakan topeng. Sementara itu, Otoritas Palestina mengecam serangan pemukim dan penghalangan jalan yang semakin meluas di Tepi Barat.

"Kami menyerukan pemerintahan baru Amerika untuk campur tangan guna menghentikan kejahatan dan kebijakan Israel ini yang tidak akan membawa perdamaian dan keamanan bagi siapa pun," ujar kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sebuah pernyataan.

Konflik Berlanjut

Dengan meningkatnya operasi militer Israel dan respons keras dari kelompok militan Palestina, kekerasan di Tepi Barat diperkirakan akan terus berlanjut. Situasi ini semakin memperumit upaya mencapai perdamaian jangka panjang di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ingin Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Netizen: Stres Itu Presiden

Donald Trump Ingin Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Netizen: Stres Itu Presiden

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 08:40 WIB

MUI Tolak Keinginan Donald Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia: Itu Genosida, Bukan Relokasi!

MUI Tolak Keinginan Donald Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia: Itu Genosida, Bukan Relokasi!

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 07:52 WIB

Setelah Gencatan Senjata, Israel Diguncang Pengunduran Diri 2 Jenderal Top

Setelah Gencatan Senjata, Israel Diguncang Pengunduran Diri 2 Jenderal Top

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 22:46 WIB

Cerita Pilu Warga Gaza Mencari Rumah di Tengah Kehancuran

Cerita Pilu Warga Gaza Mencari Rumah di Tengah Kehancuran

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 05:05 WIB

21 Warga Palestina Terluka akibat Trump Cabut Sanksi Pemukim Israel?

21 Warga Palestina Terluka akibat Trump Cabut Sanksi Pemukim Israel?

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 20:28 WIB

137 Jenazah Ditemukan Pasca Gencatan Senjata Gaza, 10.000 Diperkirakan Masih Tertimbun

137 Jenazah Ditemukan Pasca Gencatan Senjata Gaza, 10.000 Diperkirakan Masih Tertimbun

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 19:59 WIB

Utusan Trump Bikin Gaduh Soal Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu Tegaskan Ini

Utusan Trump Bikin Gaduh Soal Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu Tegaskan Ini

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 23:30 WIB

Jenin Kembali Bergejolak, 1 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel

Jenin Kembali Bergejolak, 1 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 18:33 WIB

Hamas Berikan Tas Hadiah kepada Sandera Israel, Apa Saja Isinya?

Hamas Berikan Tas Hadiah kepada Sandera Israel, Apa Saja Isinya?

Entertainment | Selasa, 21 Januari 2025 | 19:00 WIB

64 Warga Palestina Ditangkap Pasca Gencatan Senjata, Termasuk Bocah 7 Tahun

64 Warga Palestina Ditangkap Pasca Gencatan Senjata, Termasuk Bocah 7 Tahun

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:59 WIB

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB